Ditulis oleh 8:40 am KABAR

Empati Terhadap Guru Di Saat Pandemi Covid-19

Empati terhadap guru di saat pandemi Covid-19 merupakan hadiah yang tak terhingga.

Kapan pandemi Covid-19 akan berakhir itu yang menjadi pertanyaan semua insan baik di negeri ini maupun di negara lain.Tidak hanya berdo’a segala ikhtiar sudah dilakukan akan tetapi tidak semu dah membalikan telapak tangan. Kita harus tetap berjuang diberbagai bidang dalam hal ini yang akan dibahas bidang Pendidikan.

Masih ingatkah nyanyian Iwan Fals yang berjudul Guru Oemar Bakri ? Mengingatkan sedikit lirik lagunya;

Tas hitam dari kulit buaya mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti…
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang…..
Empat puluh tahun mengabdi…

Berjalannya waktu nasib guru mulai diperhatikan pemerintah meski harus hati-hati dalam membimbing karena tidak boleh adanya kekerasan fisik maupun psikis siswa.

Terjadinya fenomena global pandemi Covid-19 adanya perubahan sistem pembelajaran sekolah. Pembelajaran dari rumah dimulai tanggal 16 Maret 2020 sejak ditetapkan pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Betul-betul merupakan peritiwa yang baru sekali dialami sepanjang hidup pada umumnya. Kata orang jawa berucap untung saja sekarang eranya android yang bisa mengakses kesegala arah sehinggga komunikasi mudah terjangkau.

Sampai saat ini pandemi Covid-19 dinyatakan belum aman sehingga siswa belajar dari rumah tetap berlangsung. Banyak keluhan baik dari siswa maupun orang tua siswa dikala mengalami belajar dari rumah. Banyak video yang beredar tentang keluhan-keluhan selama belajar dari rumah bahkan ada yang menangis karena kangen sama guru menginginkan belajar lagi di sekolah. Keluhan orang tua siswa mendampingi putranya beralasan kurang memahami pelajaran atau tugas yang disampaikan guru karena kurikulumnya sudah berbeda dengan pada waktu orang tuanya sekolah.

Prokontra terjadi ada yang mengatakan guru makan gaji buta mungkin itu hanya kekesalan orang tua yang terbiasa masa bodoh terhadap kemajuan belajar putranya. Inilah kejadian yang tidak biasa terjadi sehingga muncul fenomena social.

Entah akan sampai kapan pembelajaran daring akan berlangsung mudah mudahan akan segera berakhir. Sebab sudah dipastikan ujian dilaksanakan secara online bagi sekolah menengah sedangkan sekolah dasar ditiadakan.

Untuk menentukan kelulusan pandemi Covid-19 sebagai berikut ;

  1. Jenjang SD nilai rata-rata rapor 5 semester dari kelas 4 s/d kelas 6.
  2. Jenjang SMP rata-rata nilai 5 semester dari kelas 7 s/d 9 ditambah hasil nilai Ujian Sekolah (US) online
  3. Jenjang SMA dan SMK rata-rata nilai 5 semester dari kelas 10 s/d 12 ditambah hasil nilai US online

Untuk menentukan kenaikan kelas pandemi Covid-19 sebagai berikut;

  1. Jenjang SD rata-rata nilai harian portofolio dan hasil nilai PTS
  2. Jenjang SMP rata-rata nilai harian portofolio dan hasi nilai PTS
  3. Jenjang SMA dan SMK penilaian semester 2/4 pembelajaran daring dan PAT daring.

Dalam hal ini guru tetap bekerja tidak seperti ucapan yang disampaikan guru makan gaji buta dengan demikian hal tersebut di atas bisa sebagai klarifikasi. Akan tetapi orang tua siswa pada umumnya lebih cenderung merasa keberatan andai saja berlama-lama mndampingi putranya belajar di rumah. Begitu juga siswanya ingin segera kembali ke sekolah bertemu dengan teman dan juga belajar dengan guru di sekolahnya.

Orang tua dan siswa sangat merasakan bila guru sangat dibutuhkan sehingga sebagai pembelajaran agar bisa menghargai guru. Empati terhadap guru disaat pandemi Covid-19 merupakan hadiah yang tak terhingga meski peritiwa yang terjadi sekarang ini kita doakan cepatlah berlalu.

(Visited 208 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 18 Mei 2020
Close