Gagak Umur 4 Bulan Mungkin Secerdas Kera Dewasa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Tidak lama ini, burung mendapat kan pujian atas kemampuan berpikir mereka yang ternyata diluar dugaan semua orang. Kini, mereka semakin menunjukan bahwa walau otak mereka kecil, namun mereka dapat berpikir layaknya hewan denagn otak yang berkali lipat lebih besar dari mereka. Dalam hal ini, ditemukan bahwa burung gagak memiliki kinerja kognitif yang dapat dikatakan mirip dengan kera besar dewasa, hanya dalam usia empat bulan.

Burung tersebut menunjukan hal ini dalam ketika mereka diuji dalam suatu tes eksperimental yang menguji pemahaman mereka tentang dunia fisik disekitar mereka dan bagaimana mereka berinteraksi dengan burung gagak lain. Disini, para peneliti menguji keterampilan kognitif delapan gagak yang dibesarkan sendiri berumur 4, 8, 12, dan 16 bulan menggunakan serangkaian eksperimen.

Dengan menggunakan serangkaian eksperimen tersebut, para peneliti akan meneliti kemampuan burung dalam memori spasial, ketetapan objek, yakni suatu pemahaman bahwa suatu objek masih ada saat tidak terlihat, memahami jumlah relatif dan penambahan. Para peneliti juga melihat kemampuan burung-burung tersebut untuk berkomunikasi dan belajar dari manusia yang menjalankan eksperimen ini.

Sebagai contohnya, untuk meneliti apakah para burung gagak tersebut mengetahui dimana letak dari makanan mereka, para ilmuan menaruh makanan di bawah suatu gelas dan kemudian memutar-mutarnya dengan gelas-gelas lain yang tidak ada isinya. Gaagk tersebut kemudia akan mematuk gelas mana yang mereka pikir terdapat makanannya. Hal yang sama juga dilakukan untuk simpanse, dimana mereka akan menunjuk dengan tanagn gelas yang dibawahnya terdapat makanan.

Berdasarkan studi tersebut, diketahui bahwa terdapat kesamaan dalam kemampuan kognitif dari burung gagak, baik yang berumur 4 bulan hingga umur 16. Hal ini mengindikasaikan bahwa kemampuan kognitif mereka secara cepat berkembang dan telah mencapai tingkat yang hampir matang pada usia 4 bulan.

Peneliti menjelaskan bahwa hal tersebut mngkin disebabkan karena pada usia 4 bulan, burung gagak sudah sudah cukup mandiri dan mulai tertarik pada hal lain selain berkembang biak. Oleh karenanya, para gagak ini harus siap secara kognitif agar dapat menghadapi tantangan-tantangan baru.

Meskipun kemampuan dari masing-masing burung gagak pada pengerjaan tugas dalam eksperimen bervariasi, pada umumnya mereka melakukan tugas paling baik pada pengujian penambahan dan pemahaman tentang jumlah relatif. Sedangkan untuk tugas yang paling buruk adalah pada menguji memori spasial.

Para peneliti membandingkan kinerja kognitif dari burung gagak tersebut dengan 106 simpanse dan 32 orangutan, dimana mereka juga diberikan tugas serupa dalam studi sebelumnya. Darinya, ditemukan bahwa dengan pengecualian memori spasial, kinerja kognitif burung gagak sangatlah mirip dengan orangutan dan simpanse.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa burung gagak, memiliki kemiripan dengan kera besar dalam hal mengembangkan keterampilan kognitif yang umum dan canggih. Hal ini dianggap sebagai sebagai tanggapan lingkungan hidup burung yang terus berubah di mana kelangsungan hidup dan reproduksi bergantung pada kerja sama dan aliansi antara sesama burung gagak. Akan tetapi, mereka juga memberi catatan bahwa penulis kemampuan yang ditunjukkan dari burung gagak yang diteliti mungkin tidak mewakili spesies secara umum.

Sumber:
Situs sciencefocus. Pertama kali ditulis oleh Sara Rigby

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora