Ditulis oleh 10:27 am COVID-19

Gerakan Anti-lockdown di AS, Dipimpin Pasien Positif Covid-19

Kebanyakan anggota gerakan anti-lockdown di AS, merupakan pemilik bisnis dan karyawan yang kehilangan pendapatan mereka sehingga tidak bisa memberikan hak-hak keluarga mereka.

Audrey S Whitlock Pemimpin gerakan anti-lockdown Carolina Utara, Amerika Serikat (AS) dinyatakan positif Covid-19. Dikutip dari Kompas.com, Whitlock yang mengelola laman Facebook ReOpen NC yang beranggotakan lebih dari 69 ribu anggota, memasuki masa karantina selama dua pekan yang berakhir pada Minggu (26/4/2020) setelah positif terjangkit virus corona.

Di laman Facebook itu terdapat keterangan bahwa kebanyakan anggota gerakan anti-lockdown merupakan pemilik bisnis dan karyawan yang kehilangan pendapatan mereka sehingga tidak bisa memberikan hak-hak keluarga mereka. “Kami bersama-sama menuntut aksi dari para pejabat,” ungkap keterangan di grup tersebut.

Whitlock juga menulis, “Saya akan mengambil sikap setiap hari sampai kita menjadi orang bebas lagi, untuk memperingatkan karena seseorang harus melakukan hal yang benar dalam menghadapi kesalahan.”

Foto: Facebook Audrey S Whitlock

Salah satu alasan mengapa melakukan perlawanan pembatasan yang diberlakukan di tengah pandemi Covid-19, yakni telah melanggar hak Amandemen Pertama serta hak Amandemen ke-5 dan 14 Konstitusi AS. Dia mengatakan “dipaksa” memasuki karantina yang mana hal itu sebenarnya melanggar hak Amandemen Pertama.

Sementara itu, Whitlock yang terjangkit Covid-19 mengabarkan bahwa dirinya masih melakukan isolasi mandiri. “Saya masih berada di ruang isolasi/karantina mandiri di rumah saya sesuai arahan departemen kesehatan distrik. Saya belum menghadiri acara untuk ReOpen NC.”

Ketika Whitlock berada dalam isolasi mandiri, kelompok unjuk rasa mengadakan dua demonstrasi di Raleigh, ibu kota Carolina Utara, meminta gubernur negara bagian itu untuk mempercepat aturan tinggal di rumah yang berlaku hingga 8 Mei mendatang. 

Pada demonstrasi pekan lalu, lebih dari 100 pengunjuk rasa sebagian besar berdesakan dan menentang panduan jaga jarak sosial atau social distancing. Hanya sedikit dari para demonstran yang memakai masker.

Sumber: Kompas.com

Foto: Facebook Audrey S Whitlock

(Visited 59 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 30 April 2020
Close