Ditulis oleh 4:31 pm COVID-19

Gerakan Dua Meter (Bagian Kedua)

Landasan dari inisiatif yang dijalankan warga tiada lain adalah kemanusiaan, atau keselamatan manusia, keselamatan warga. Setiap upaya yang berbentuk gerakan haruslah merupakan gerakan kemanusiaan.

Oleh: Syamdusin, S.Pd., MA

Respon Bersama.

Jaga jarak fisik dan ketentuan yang lain, hanya akan dapat berjalan baik, jika ada kesiapan masyarakat. Maksudnya: dengan masyarakat yang telah siap, maka segala ketentuan akan di jalankan dengan penuh tanggungjawab, dan tidak perlu ada desakan apa-apa agar ketentuan tersebut dijalankan. Kesiapan masyarakat juga akan berarti kesiapan terhadap keadaan yang akan muncul ketika ketentuan dijalankan dengan penuh disiplin.

Apa yang akan terjadi jika jaga jarak fisik diberlakukan secara disiplin? Tentu aktivitas sosial dan ekonomi akan berubah. Ekonomi akan melambat. Distribusi barang dan jasa akan mengalami goncangan. Yang akan terguncang bukan hanya sebagian, tetapi semuanya, termasuk yang paling rawan adalah para pekerja harian: mereka yang mendapatkan penghasilan harian.

Baca Juga:
Gerakan Dua Meter (Bagian Pertama)

Kesiapan berarti tidak panik terhadap guncangan tersebut. Setiap bencana di suatu wilayah, tentu akan mengenai semua. Artinya, semua mengalami persoalan yang sama. Apakah itu warga biasa, para produsen, para pedagang, bahkan pun aparatus pemerintah. Semua terkena dampak. Apa yang mungkin bisa didapatkan pada situasi normal, maka dalam bencana akan hilang. Kesediaan menerima keadaan itulah yang disebut sebagai kesiapan.

Tentu saja kesiapan bukan kepasrahan, akan tetapi suatu sikap menerima bencana sebagai bencana yang telah mengubah keadaan. Keadaan berubah itulah yang harus diterima dengan jujur dan lapang. Menerima keadaan berarti bersikap tenang. Dan dengan sikap tenang itulah jalan keluar diupayakan bersama. Kesiapan berarti pula kesediaan untuk duduk bersama, untuk bersama-sama menyusun langkah-langkah untuk merespon situasi, mengatasi masalah dan secara bertahap melakukan pemulihan.

Respon bersama itulah yang dibutuhkan pada saat sekarang ini. Setiap individu mungkin telah merasakan dan menerima beban akibat wabah ini. Setiap individu pasti punya daya tahan masing-masing. Tentu ada yang mampu bertahan. Namun pasti ada yang sulit untuk bertahan lebih lama. Dalam keadaan “normal” saja, kemungkinan mereka mengalami kesulitan, apalagi jika keadaan sulit seperti sekarang. Respon bersama berarti meletakkan masalah di pundak kita bersama, sehingga ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul. Keselamatan bersama harus diupayakan secara bersama.

Gerakan 2 Meter.

Jika upaya bersama yang dilandasi oleh kesiapan masyarakat, merupakan kunci untuk mengatasi wabah, agar wabah dapat dikendalikan penyebarannya, dan berangsur-angsur keadaan pulih, bagaimana mewujudkan upaya bersama tersebut? Tentu harus sangat disadari bahwa sekarang ini telah ada upaya untuk mengatasi wabah.

Di luar upaya yang dijalankan pemerintah, telah banyak inisiatif yang muncul. Baik dalam rangka membantu dengan cara menghimpun bantuan yang kemudian di salurkan kepada institusi kesehatan atau secara langsung kepada mereka yang terdampak. Ataupun upaya untuk mengedukasi masyarakat, terutama terkait dengan keharusan menjaga jarak dan cuci tangan dengan sabun.

Dengan kesadaran tersebut, maka setiap upaya apapun yang hendak dibangun, haruslah merupakan bagian dari seluruh upaya yang ada dan harus bersifat melengkapi dan memperkuat upaya yang ada. Setiap upaya yang hendak dibangun tidak boleh bertentangan dengan upaya yang telah eksis. Setiap upaya yang hendak dibangun, sedari perencanaan harus inklusif dan siap bersinergi atau berkolaborasi dengan yang telah berjalan.

Kemampuan inilah yang akan menunjukkan bahwa tujuan utama dari setiap upaya yang hendak dibangun, tiada lain selain untuk keselamatan bersama. Hal ini berarti bahwa landasan dari upaya tersebut tiada lain dari kemanusiaan, atau keselamatan manusia, keselamatan warga. Setiap upaya yang berbentuk gerakan haruslah merupakan gerakan kemanusiaan.

Dengan dasar moral tersebut, Gerakan 2 Meter perlu diupayakan. Apa itu Gerakan 2 Meter? Mengapa 2 Meter? Jawabannya sederhana. Disebut gerakan karena merupakan upaya bersama, yang dirancang bersama, dijalankan bersamaan, untuk tujuan bersama, yakni keselamatan semua.

Disebut 2 Meter, karena yang terutama hendak dilakukan adalah mengintensifkan sosialisasi dan edukasi “jaga jarak fisik” minimal 1 meter. Karena masing-masing 1 meter, menjadi dua meter. Jadi diasumsikan bahwa jarak 2 Meter merupakan jarak fisik yang aman.

Kalau merujuk pada tulisan 1 Meter, dikatakan ada tiga langkah yang perlu dilakukan: Pertama, menetapkan tujuan. Sebagai suatu langkah bersama, sangat penting untuk merumuskan secara bersama dan jelas, arah dan tujuannya. Tujuan perlu ditetapkan bersama, agar dapat mengingikat komitmen bersama. Dan memastikan bahwa tujuan tersebut bukan merupakan kepentingan orang perorang, tetapi merupakan kepentingan bersama.

Untuk dapat mencapai langkah pertama, tentu perlu inisiator, yakni pihak yang memulai. Langkah permulaan adalah langkah para inisiator untuk mengajak pribadi-pribadi yang punya kepedulian. Yakni kepedulian terhadap suatu dan punya kesadaran bahwa sesuatu perlu dilakukan secara bersama. Setelah dirasa cukup, maka antar pribadi mengadakan rembug awal. Suatu langkah untuk melakukan persiapan-persiapan. Setelah itu diadakan rembug untuk menetapkan tujuan, wadah dan langkah-langkah.

Kedua, wadah atau organisasi, atau kumpulan. Telah dijelaskan bahwa wadah merupakan sarana untuk melakukan koordinasi, sehingga kerjasama dapat dilakukan.

Hanya dengan wadah yang jelas informasi dapat diatur dan pergunakan secara baik. Hanya dalam wadah yang baik, maka masalah-masalah dapat dihimpun dan dipecahkan secara bijaksana. Dan hanya melalui wadah, rencana dapat dijalankan secara sistematis, terukur dan bertujuan.

Jika ada yang bingung atau bertanya-tanya, bagaimana bentuk wadah yang ideal? Tidak ada yang ideal, yang dibutuhkan adalah yang dapat digunakan secara tepat. Dan tidak harus membuat wadah baru. Bisa saja wadah arisan kampung digunakan. Jika hal tersebut akan diambil, maka tentu perlu rembug antar anggota arisan, sebelum diputuskan. Atau wadah yang lain. Dan atau membentuk yang baru.

Dalam tulisan 1 Meter dikatakan, bahwa hal yang paling penting adalah (1) pusat koordinasi; (2) mekanisme membahas persoalan bersama dan memutuskan atau mengambil keputusan; dan (3) memastikan keputusan dijalankan bersama-sama dengan arah mencapai tujuan. Penanggungjawab dapat ditunjuk atau dipilih diantara mereka yang ikut rembug-an. Tentu tugas dari penanggungjawab ditentukan oleh rembug-an. Artinya tidak tugas lain kecuali yang ditentukan oleh rembug-an.

Ketiga, langkah-langkah. Apa langkah yang harus dilakukan? Bagaimana melakukan sosialisasi massif kepada warga sekitar atau warga yang dapat dijangkau, sedemikian sehingga menjadi bagian terdepan untuk menjaga jarak dan diam di rumah?

Masing-masing wilayah atau kelompok pasti punya kekuatan tersendiri. Oleh sebab itulah, langkah yang akan dilakukan, harus muncul atau ditentukan melalui rembug-an kelompok. Tentu langkah atau kegiatan yang akan dilakukan harus merupakan langkah yang dapat dilakukan. Jangan sampai disusun rencana yang tidak mungkin dilakukan. Rencana langkah hendaknya sederhana, terukur, dapat dikerjakan, masuk akal dan punya jangka waktu yang jelas.

Gerakan 2 meter, jika merupakan inisiatif warga di setiap tempat, tentu akan efektif dan bermakna. Dengan tumbuhnya inisiatif dari berbagai tempat, maka dengan sendirinya akan terjadi intensifikasi dan ekstensifikasi gerakan jaga jarak 2 meter. Komunikasi antar organisasi sangat perlu, terutama untuk saling berbagi pengalaman dan mungkin saling bantu ketika ada yang membutuhkan bantuan. Semoga upaya tersebut dapat diwujudkan. Semoga wabah segera berlalu.

Penulis: Dosen Administrasi Negara, Fisipol, UP45/Direktur Pelaksana Yayasan Abdurrahman Baswedan

(Visited 85 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 5 April 2020
Close