Ditulis oleh 12:45 pm COVID-19

Gubernur Jatim Khofifah: Kewajiban Kita Lindungi Nyawa Masyarakat

Mari niat ijtihad, bekerja sungguh-sungguh karena kita semua punya kewajiban melindungi jiwa atau nyawa masyarakat.

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur meminta seluruh kepala daerah di Jatim untuk ijtihad dalam menangani Covid-19. Terlebih tugas pemimpin ialah melindungi rakyatnya.

Khofifah meminta semua jajaran Tim Satgas percepatan penanganan Covid-19 Jatim untuk berkerja sungguh-sungguh melindungi nyawa masyarakat Jatim. Hal ini disampaikan Khofifah terkait penanganan pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut 2 Surabaya yang berpotensi menjadi klaster terbesar penyumbang pasien positif Covid-19 di Jawa Timur.

“Saya tekankan kepada seluruh anggota Tim Satgas percepatan penanganan Covid-19 Jatim untuk niat ijtihad, bekerja sungguh-sungguh karena kita semua punya kewajiban melindungi jiwa atau nyawa masyarakat khususnya di Jatim,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (2/5/2020), seperti dilansir Detik.com.

“Dalam Maqosidus Syar’i tugas pemimpin itu salah satunya adalah Almukhafadotu Alan Nafsi, yakni menjaga atau melindungi jiwa atau nyawa masyarakat, ini tugas kita semua,” imbuhnya.

Ijtihad itu, lanjut Khofifah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras, sehingga tidak lagi mengenal impersonal atau latar belakang masyarakat yang ditangani.

“Makanya saya juga menekankan bahwa ijtihad perang melawan Covid-19 ini bukan hanya karena sudah menjadi tupoksi tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab ukhrawi, sehingga yang paling penting adalah how to solve problem,” katanya mantan Mensos RI ini.

Lebih lanjut Khofifah meminta seluruh pihak untuk tidak berpolemik dalam hal ini. Ia lebih tertarik bagaimana memecahkan suatu masalah ketimbang berpolemik.

“Ada satu etos kerja yang dibangun di Pemprov, saya mohon kita tidak berpolemik. Yang kita lakukan adalah how to solve problem,” tegasnya.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa pihaknya didatangi oleh manajemen PT HM Sampoerna Tbk. “Mereka kooperatif kepada kita, telpon, WA untuk cari jalan keluar terbaik. Dinkes Kota memang pernah menangani, setelah manajemen datang kita cocokkan bagaimana mengidentifikasi, menangani agar bisa teratasi,” kata Joni.

“Ini masalah besar, bahkan sampai sekarang banyak yang PCR mandiri, hasilnya belum keluar sejak saat itu. Ini bukan saatnya gontok-gontokan, saatnya gotong royong, mencari jalan keluar,” tandas Joni.

(Visited 29 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 Mei 2020
Close