Ditulis oleh 9:01 am COVID-19

Gulung Tikar

Kejelasan penyelesaian krisis kesehatan, tentu akan membantu dunia usaha untuk membuat rencana ke depan.

Satu per satu pengusaha bersaksi. Bukan hanya tentang potensi terjadinya PHK massal (Baca: PHK), tetapi juga keadaan yang lebih buruk: perusahaan gulung tikar.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani menceritakan, kondisi para pengusaha yang saat ini mengalami tekanan berat, oleh sebab pendapatan menurun drastis. Bahkan pada beberapa sektor, mengalami kerugian karena kegiatan usaha berhenti.

Keharusan untuk mengurangi atau membatasi mobilitas, telah membawa dampak yang luar biasa. Produksi menurun drastis. Hotel mengalami tekanan keras. Okupansi anjlok (Medcom.id) dan sebagian telah merumahkan karyawan (Tagar.id).

“Rata-rata perusahaan yang masih bertahan sekarang hanya akan mampu bertahan 1-2 bulan ke depan hingga Juni. Bila wabah berlanjut lebih lama, perusahaan tidak akan punya cukup kemampuan finansial untuk mempertahankan kegiatan usaha, …,” cerita Shinta. (Kumparan.com).

Keadaan ini tentu perlu mendapatkan perhatian. Selain langkah jangka pendek, perlu strategi jangka menengah dan panjang. Artinya, langkah jangka pendek harus diletakkan dalam kerangka jangka menengah dan panjang. Apabila tidak, maka masalah akan segera menanti di depan.

Apa yang kini dihadapi oleh dunia usaha dan yang langsung dialami oleh para pekerja yang terkena PHK, merupakan kenyataan sebagai akibat dari wabah. Keadaan ini memang tidak terhindarkan. Namun, masalah dapat dikurangi tingkat kerumitan dan dampaknya, apabila terlihat suatu strategi yang terpercaya dalam mengatasi krisis kesehatan.

Kejelasan penyelesaian krisis kesehatan, tentu akan membantu dunia usaha untuk membuat plan.

Suatu stimulus ekonomi amat dibutuhkan. Namun hal ini tidak bisa dilepaskan dari langkah mengatasi krisis kesehatan. Stimulus dalam situasi wabah, dimana mobilitas penduduk dibatasi, tentu tidak banyak membawa dampak, karena secara nyata kegiatan ekonomi tidak berjalan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani menambahkan, bahwa: “Faktor penanganan wabah ini sebenarnya adalah faktor yang paling krusial dan terpenting. Selama wabah tidak ditangani dengan baik dan masih terus menyebar secara tidak terkendali, apalagi penyebaran wabah secara eksponensial terus berlangsung dengan angka kematian tinggi,” tegasnya.

Pesan ini nampaknya ingin menegaskan bahwa salah satu cara untuk menyelamatkan dunia usaha adalah dengan upaya ekstra dalam penanganan wabah.

Tentu harus diakui bahwa selama usaha telah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Namun, dengan masih adanya kasus-kasus baru, hal tersebut menunjukkan bahwa wabah masih menyebar, bahkan dalam jumlah yang signifikan.

Kenyataan itulah yang mengundang harapan agar usaha yang telah dilakukan, dapat ditingkatkan dan terutama keharusan adanya kerjasama seluruh elemen bangsa.

Penyelesaian krisis kesehatan, merupakan tahap penting untuk memulihkan ekonomi, menyelamatkan dunia usaha dari ancaman gulung tikar massal dan membuka kembali lapangan kerja seluas-luasnya.

Semoga wabah segera berlalu.

(t.red)

(Visited 102 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 12 April 2020
Close