Guru AI Haruslah Efektif dan Dapat Berkomunikasi dengan Baik Agar Diterima

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sistem asisten pengajar AI dapat membantu meringankan beban kerja dari guru, seperti menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul setiap semester.

Dengan masih berlanjutnya pandemi dunia COVID-19, peningkatan dalam pendidikan online kini telah memungkinkan sebuah jenis guru yang baru, guru yang artifisial. Akan tetapi, apakah murid-murid dapat menerima guru artifisial ini?

Hal ini yang membuat para peneliti di Sekolah Komunikasi dan Media Nicholson di University of Central Florida bekerja untuk memeriksa persepsi siswa tentang guru yang berbasis kecerdasan buatan ini. Berdasarkan hasil yang mereka temukan, terdapat indikasi bahwa agar para murid dapat menerima guru jenis ini, itu harus efektif dan dapat dengan mudah diajak bicara.

Harapannya adalah dengan memahami bagaimana siswa berhubungan dengan sistem AI-guru ini, para insinyur dan ilmuwan komputer dapat merancang para guru ini untuk dengan mudah diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan.

Agar dapat menggunakan guru jenis ini secara efektif, peneliti mengatakan diperlukan pemahaman persepsi siswa terhadap guru ini, pengalaman belajar mereka dengan mereka, dan masih banyak lagi. Bidang penelitian ini diperlukan untuk merancang pengajar mesin yang efektif yang benar-benar dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang positif.

Sistem asisten pengajar AI dapat membantu meringankan beban kerja dari guru, seperti menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul setiap semester dan menjadi banyak di kelas online dengan ratusan siswa ini bisa menjadi tugas yang berat bagi seorang guru. Penyampaian jawaban yang cepat juga akan membantu siswa yang bertanya.

Contoh dari asisten pengajar AI bernama Jill Watson yang dibuat oleh seorang peneliti di Institut Teknologi Georgia. Jill diberi makan ribuan pertanyaan dan jawaban yang biasa ditanyakan di kelas online peneliti yang dia ajarkan selama bertahun-tahun. Dengan beberapa pembelajaran tambahan dan penyesuaian, Jill akhirnya mampu menjawab pertanyaan umum siswa secara akurat tanpa bantuan manusia seolah-olah dia adalah salah satu asisten pengajar manusia peneliti.

Untuk studi UCF, para peneliti meminta responden untuk membaca artikel berita tentang asisten pengajar AI yang digunakan di perguruan tinggi, dan kemudian mereka mensurvei persepsi siswa terhadap teknologi tersebut.

Penemuan bahwa asisten pengajar berbasis AI yang paling mungkin diterima siswa adalah salah mereka yang berguna dan mudah dikomunikasikan dengan poin-poin pentingnya memiliki sistem AI yang efektif.

Para peneliti berharap temuan penelitian tersebut membantu untuk menemukan cara yang efektif untuk memasukkan agen AI ke dalam pendidikan. Dengan mengadopsi agen AI sebagai asisten untuk tugas sederhana dan berulang, guru akan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal seperti bertemu dengan siswa dan mengembangkan strategi pengajaran yang pada akhirnya akan membantu siswa belajar dengan cara yang bermakna.

Sumber:
Situs sciencedaily.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora