Guru Kunci Pendidikan Kita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Guru adalah panutan di masyarakat. Oleh sebab itu, sekolah juga perlu mendapatkan tempat tersendiri.

Iwan Fals di waktu lalu membawakan lagu yang sangat menyentuh: Oemar Bakrie. Sebuah kisah tentang guru, yang hidup dalam sederhana, namun pada dirinya diletakkan beban bangsa, yakni mempersiapkan manusia Indonesia untuk menghadapi masa depannya, baik sebagai pribadi, warga masyarakat ataupun sebagai warga bangsa.

Oemar Bakrie mungkin merupakan salah satu profil guru. Tentang keadaan guru sendiri, masyarakat tentu bisa bersaksi bagaimana nasib, di tengah dunia yang berubah. Kita mengakui bahwa telah ada banyak upaya untuk melakukan perbaikan nasib guru. Tentu pertanyaan dasarnya adalah apakah perbaikan-perbaikan tersebut telah memadai atau masih jauh dari memadai?

Kita, sangat perlu mengajukan masalah ini. Dan sebaiknya masalah kesejahteraan guru, menjadi agenda nasional atau seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Mengapa demikian? Karena tidak mungkin nasib guru hanya dipikirkan oleh pemerintah. Bukan hanya karena keterbatasan menjadi bagian dari keberadaan pemerintah, tetapi juga karena ada kebutuhan yang lebih strategis.

Salah satu hal penting yang hendak diulas di sini adalah hal yang tidak secara langsung terkait dengan kesejahteraan material, melainkan hal yang lebih mendasar, yakni tempat guru dalam masyarakat dan jenis kehormatan seperti apa yang seharusnya dihadirkan dalam kehidupan bersama.

Guru tentu bukan profesi seperti umumnya profesi, sebagaimana juga dokter. Guru adalah profesi yang merupakan jenis pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat juga amat perlu tidak memandang guru hanya sekedar pekerja pengajaran yang bertempat kerja di sekolah.

Guru adalah panutan di masyarakat. Oleh sebab itu, sekolah juga perlu mendapatkan tempat tersendiri. Sekolah bukan tempat penitipan anak, bukan tempat bertemunya konsumen dan “penyedia jasa”. Bukan pula tempat sejenis dengan tempat-tempat dimana proses berjalan secara transaksional. Hal ini sangat penting, karena hanya dengan tempat yang khusus dan istimewa, akan melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih sehat.

Dalam keadaan itu, guru tidak akan dipandang sebelah mata. Namun keberadaannya benar-benar disadari oleh masyarakat sebagai kunci bagi gerak maju pendidikan kita. Dan gerak maju pendidikan, merupakan syarat utama bagi bangsa untuk mencapai apa yang menjadi tujuan luhurnya.

Syamsudin, S Pd., MA

Syamsudin, S Pd., MA

Ketua Pusat Studi Pendidikan IKA UNY. Dosen UP45 Yogyakarta.

Terbaru

Ikuti