Ditulis oleh 6:21 pm COVID-19

Hadapi Covid-19, Warga Bibis Produksi Masker dan Hand Sanitizer Sendiri

“Lalu para penjahit kami minta untuk bikin masker mandiri, tidak kami jual. Masker ini akan kami pakai berjaga-jaga bagi warga yang sakit, yang sehat ndak usah pake,”

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk melakukan social distancing dan physical distancing. Namun, menjaga jarak secara fisik tidak berarti harus menghilangkan gotong royong, dan saling bantu antar sesama.

Inisiatif yang dilakukan warga untuk bahu membahu saling bantu dan saling menjaga sangat banyak. Salah satunya di Pedukuhan Bibis, Desa Timgulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Dimotori oleh Kepala Dusun, Irvan Muhammad, warga kompak mengumpukan iuran untuk memproduksi hand sanitizer dan masker sendiri.

“Bahkan hanya dalam waktu sesore saja, kita bisa kumpulkan 2,5 juta rupiah donasi,” kata Irvan seperti dikutip dari Harianjogja.com.

Iuran warga tersebut juga untuk penyemprotan disinfektan ke segala fasilitas umum (fasum). “Rumah-rumah, warung-warung, tempat-tempat kongkow juga kita semprot. Anak-anak muda kami akan turun melakukan penyemprotan massal rumah per rumah,” ujar Irvan.

Selain itu warga juga sudah membuat hand sanitizer mandiri dan akan dibagikan gratis ke rumah-rumah warga. “Lalu para penjahit kami minta untuk bikin masker mandiri, tidak kami jual. Masker ini akan kami pakai berjaga-jaga bagi warga yang sakit, yang sehat ndak usah pake,” tuturnya.

Sejauh ini kata dia, segala jenis pertemuan yang mengumpulkan banyak massa sudah dhentikan. Paling banyak acara keagamaan.

“Fiqihnya apa? Fiqihnya ya hanya demi kemaslahatan lebih banyak orang.
Semoga seluruh sahabat selalu sehat dan segera mampu mengatasi pagebluk ini. Mari bergotong royong. Simpan dalilmu, ndak sah ngeyel,” kata kepala Pedukuhan Bibis yang hampir 3.000 warga.


Sumber: Harianjogja.com

(Visited 17 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 29 Maret 2020
Close