Ditulis oleh 3:29 am KABAR

Hamka Suyana Sampaikan Kedahsyatan Sasyuik

Hamka Suyana motivator dengan manajemen Sasyuik pada Selasa, 27 Agustus 2019 lalu mengunjungi Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan, di Perumahan Timoho Asri IV, No. B9C, Yogyakarta, yang diterima Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina, Syamsudin, S.Pd., MA Sekretaris Dewan Pengurus, dan Drs. Bambang Haryanto Bendahara Dewan Pengurus dari Yayasan Abdurrahman Baswedan.

Dalam kesempatan tersbeut Hamka Suyana menyampaikan penjelasan mengenai Manajemen Sasyuik. Secara definisi, manajemen Sasyuik adalah proses pemanfaatan sumber daya sabar, syukur dan iklas (Sasyuik) yang disinergikan dengan fungsi otak kanan emosional, imajinatif, spontan, implisit, acak (EMASPIMA) dan potensi pikir bawah sadar untuk meraih bahagia dan sukses.

Motivasi pengembangan diri dengan manajemen Sasyuik mensinergikan aktivasi tiga potensi dahsyat yakni sumber daya Sasyuik, fungsi otak kanan Emaspima, dan dahsyatnya potensi pikiran bawah sadar. “Apabila ketiga potensi itu sudah diaktifkan dengan baik, maka keajaiban, dalam bentuk pertolongan, kemudahan, percepatan, Tuhan akan selalu hadir dalam kehidupan seseorang sehingga kebahagiaan dan kesuksesan akan selalu hadir dalam segala keadaan,” papar Hamka yang telah purnatugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

“Manajemen Sasyuik sebenarnya bukan pengetahuan baru, dia sudah ada sejak manusia pertama diciptakan. Dia merupakan rahasis kejayaan dan kemuliaan para nabi, para pejuang, para pahlawan, dan para mukhlisin,” jelas Hamka.

Lebih lanjut Hamka mengatakan bahwa terdapat beberapa perintah tersirat untuk bersikap Sasyuik seputar ibadah shalat, yakni:

1⃣ Perintah Implisit Sasyuik pada lafaz ADZAN dan IQAMAH

  • Hayya ‘alash sholaah (marilah mengerjakan shalat). Untuk mengerjakan salat cukup berat sehingga diperlukan sikap SABAR.
  • Hayya ‘alal falaah (marilah menuju kebahagiaan/kemenangan). Inilah berita gembira yang perlu disambut SYUKUR.
  • Allahu akbar (Allah Mahabesar). Kemahabesaran Allah karena Mahaikhlas. Agar kita memperoleh kebesaran asma-Nya harus diperlukan sikap IKHLAS.

2⃣ Perintah Implisit Sasyuik yang terkandung salah satu rukun salat yakni membaca surat Al-Fatihah.

Ayat 5 dan 6 artinya berbunyi: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah’ dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” Tunjukilah kami jalan yang lurus”’. Keterangan:

  • Untuk menyembah (KEWAJIBAN) kepada-Nya cukup berat sehingga diperlukan sikap SABAR.
  • Janji mendapat pertolongan (HAK) adalah berita gembira, maka menyambutnya dengan rasa SYUKUR.
  • Penyerahan diri agar dipilihkan jalan lurus merupakan wujud kerelaan hati atau refleksi sikap IKHLAS.

Dengan demikian ayat 5 dan 6 Surat Al Fatihah secara implisit merupakan perintah kepada kita agar selalu bersikap SASYUIK (sabar, syukur, ikhlas) dalam segala kondisi dan situasi.

3⃣ Perintah Implisit Sasyuik yang terkandung pada wirid sehabis salat: tasbih 33 X, tahmid 33 X, takbir 33 X.

  • Subhanallah (Mahasuci Allah), implisitnya adalah perjuangan dan pengorbanan menuju penyucian diri yang tentu saja tidak ringan, sehingga diperlukan sikap SABAR.
  • Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), merupakan aktualisasi dan ekspresi berterima kasih atas nikmat-Nya, yang berarti SYUKUR.
  • Allahu akbar, implisitnya bahwa untuk meraih berkah dari kemahabesaran-Nya diperlukan pengosongan pamrih atau nafsu yang berarti harus IKHLAS.

Dengan demikian, makna implisit wirid: subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar pada hakikatnya merupakan janji batin kita agar selalu bersikap sabar syukur ikhlas (sasyuik).

(Visited 716 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 30 April 2020
Close