Ditulis oleh 8:20 am KALAM

Hampir Putus Asa, Pertanda Sukses Segera Tiba

Oleh: Hamka Suyana

Pernahkah Anda merasa gagal mewujudkan keinginan?
Atau bahkan sering mengalaminya?
Berapa kali mengalami kegagalan sebelum berhasil meraih kesuksesan?
Atau, pada saat ini Anda sedang nyaris putus asa karena merasa usahanya tak membawa hasil apa-apa?
Masih optimiskah Anda mampu menggapai cita-cita?
Atau, pesimis karena usaha sekuat tenaga selalu berakhir sia-sia?

Baca juga: Kecewa Yang Membahagiakan

Jangan kecil hati, jangan putus asa! Teruslah berusaha, meski kegagalan selalu menerpa. Itulah proses alamiah yang memang harus dilakoni sebelum keinginan jadi kenyataan.
Kegagalan jangan dikira tak ada gunanya. Kegagalan adalah proses pengasahan diri agar siap mental.
Jika sudah tiba waktu impian terkabul jadi kenyataan tak akan bingung apa yang mestinya dilakukan.

Ingatlah hukum keseimbangan alam. Usaha yang dilakukan akan sebanding dengan hasil yang akan dirasakan.
Kecil rintangan dalam mencapai tujuan, rendah pula nilai kesuksesan.
Beratnya ujian dan rintangan, besar pula bobot nilai kesuksesan.

Belajarlah dari kegagalan para suksesor pengubah dunia. Bandingkan dengan ujian yang sedang Anda alami sekarang. Para penemu tidak hanya puluhan kali mengalami kegagalan, tapi ada yang sampai beribu-ribu kali mengalami kegagalan barulah mencapai kesuksesan.

  • Masih ingatkah tentang pesawat Apollo yang berhasil mendarat di bulan? Setelah sepuluh kali gagal melulu, barulah Apollo 11 berhasil menjejakkan kaki pada gersangnya tanah di bulan.
  • Masih ingatlah proses penemuan lampu listrik yang setiap hari Anda gunakan? Thomas Alva Edison 10.000 kali mengalami kegagalan melakukan percobaan, barulah sukses menemukan lampu pijar yang kini menerangi kegelapan di bumi.
  • Masih ingatkah sejarah penemuan mata air di padang pasir super gersang yang kini terkenal sebagai mata air ajaib yang akan abadi sepanjang zaman dengan nama sumur Zamzam?
    Berapa kali Siti Hajar mengalami gegagalan “berburu air” sebelum menemukan mata air Zamzam?

Inilah kisah singkat sejarah penemuan mata air Zamzam.
Menurut riwayat, Siti Hajar ditinggal oleh suaminya, Nabi Ibrahim pada sebuah lembah gersang yang terkapit perbukitan sangat tandus. Siti Hajar bersama Ismail, anak bayinya menghadapi ujian sangat berat. Ia kehabisan bekal dan kehabisan air.

Usaha mencari air di lembah gersang berakhir sia-sia. Kemudian ia lari mendaki bukit kecil Safa. Dari sana ia lihat genangan air bagaikan telaga bening di atas bukit Marwa. Siti Hajar berlari menuju tempat air bening tergenang. Setiba di puncak Marwa, ia kecewa. Yang ia saksikan hanya gugusan batu hitam panas yang terpanggang teriknya matahari.
Begitu pandangannya dilayangkan kembali ke bukit Safa, tampaklah genangan air yang melimpah di sana. Siti Hajar berlari kembali ke sana. Tapi, lagi-lagi ia kecewa. Air yang dicari tetap tiada. Begitu lihat ke bukit Marwa, pemandangan genangan air bening muncul lagi di sana. Begitulah yang terjadi berulang kali HINGGA TUJUH KALI, Siti Hajar berlari-lari kecil antara Safa dan Marwa.

TUJUH KALI mengalami KEGAGALAN, menjadikan istri Nabi Ibrahim itu HAMPIR PUTUS ASA. Perlu dicatat, HAMPIR PUTUS ASA tidak sama dengan PUTUS ASA.

Ia pikir TAK MUNGKIN lagi mendapatkan AIR. Kini yang TERPIKIR BUKAN AIR, tetapi NASIB ISMAIL. Masih hidup atau sudah mati?

MASALAH AIR SUDAH TERLUPAKAN dari pikiran. Bergegas-gegas ia lari menuruni bukit Marwa, menuju kembali ke tempat Ismail berada.

Begitu melihat Ismail masih menggerak-gerakkan kakinya, bergembiralah Siti Hajar. Sehingga MASALAH AIR untuk sementara benar-benar TERLUPAKAN DARI PIKIRANNYA. Sekali lagi BENAR-BENAR TERLUPAKAN!

Keajaiban pun terjadi. Pasir di dekat kaki Ismail basah. Siti Hajar terlonjak bahagia. Pasir basah digali dengan tangannya. Muncullah genangan air bening dari mata air yang muncul secara tak terduga. Mata air ajaib itulah yang terkenal dengan nama mata air ZAMZAM.

Hikmah dari sejarah penemuan mata air Zamzam.

  1. Mata air Zamzam dihadiahkan Allah setelah melalui ujian berat TUJUH KALI KEGAGALAN.
  2. Rahasia suksesnya Siti Hajar karena secara kodrati, ia dibekali Allah dengan sikap Sabar, Syukur, Ikhlas (SASYUIK) menjalani beratnya ujian. SABAR adalah sikap optimis dan TENANG karena sangat yakin akan menemukan sumber air. SYUKUR adalah sikap SENANG PENUH HARAPAN setiap menyaksikan fatamorgana yang dianggap air. IKHLAS adalah bersikap LAPANG dada menjalani ujian. Ia tidak menyesali kenyataan dan tidak menyalahkan suaminya yang tega membiarkannya bersama anaknya tanpa bekal tanpa pelindung.
  3. Uniknya, ketika isi kepala Siti Hajar yang TERPIKIR hanya AIR, justru yang didapati hanyalah fatamorgana yang menjadikannya kecewa. Namun ketika MASALAH AIR SUDAH HILANG DARI PIKIRAN, justru ia AIR YANG MENDATANGINYA dari tempat yang TIDAK DISANGKA-SANGKA.

    Usaha sekuat tenaga akan dikabulkan Allah jika sudah IKHLAS. Yakni pamrih dan nafsu sudah kosong dari hati. Tanda-tandanya sudah tidak memikirkan, bahkan sudah TERLUPAKAN.Keterangan: Supaya lebih jelas cara mempraktekkan dalam kehidupan, baca kembali postingan CARILAH SESUATU YANG SULIT DITEMUKAN DENGAN CARA MELUPAKAN.
  1. Siapa Sabar ditolong-NYA, siapa Syukur dibahagiakan-NYA, siapa Ikhlas disukseskan-NYA. Siti Hajar adalah teladan kehidupan tentang makna Sabar Syukur Ikhlas dalam meraih keinginan.
    Ternyata, semua pengorbanan akan MEMBUAHKAN HASIL apabila sudah mencapai PUNCAK IKHLAS. Ciri-cirinya yakni HAMPIR PUTUS ASA sehingga PIKIRAN TIDAK MEMIKIRKAN AIR lagi.
    Yang terpikir justru masalah lain. Dalam hal ini, masalah nasib Ismail yang mengisi benaknya ketika ia menemukan sumber air.

Nah, bagaimana dengan Anda? Mampukah Anda men-SASYUIK-kan diri dalam menghadapi bertubi-tubinya kegagalan yang dialami?

Jika Anda mampu SASYUIK pasti SUKSES, tapi kalau PUSING PAM (mudah putus asa, ingkar nikmat, dan terlalu pamrih dan keburu nafsu) akhirnya akan mengalami KEGAGALAN.

Nasib baik atau buruk adalah pilihan Anda, kemudian Allah mengukuhkan lewat takdir dan kepastian-NYA.

Selamat meraih sukses tanpa stres!

Salam Sasyuik

(Visited 341 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 6 Mei 2020
Close