Ditulis oleh 9:32 pm COVID-19

Harkitnas dan Guru Literate di Tengah Corona Virus

Guru harus bisa menjadi guru literate yang mana bukan hanya membaca teks saja namun membaca situasi dan kondisi terbaik untuk anak didiknya agar pembelajaran tetap berlangsung dengan baik.

Tanggal 20 Mei 2020 seperti biasanya Indonesia memperingati hari kebangkitan nasional. Namun tahun ini kita mengalami sesuatu yang sangat berbeda semenjak bulan Maret lalu. Pandemi Covid-19 atau corona sedang dan masih berjalan sekalipun telah berbagai upaya di lakukan, baik melalui kampanye PHBS maupun social distancing. Tak terkecuali di bidang pendidikan.

Salah satu upaya agar dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan program belajar jarak jauh, study from home dan work from home untuk guru. Guru yang harus menjadi dalang harus tak kurang lakon untuk terus menerus dituntut kreatif dan inovatif dalam situasi seperti ini. Guru harus bisa menjadi guru literate yang mana bukan hanya membaca teks saja namun membaca situasi dan kondisi terbaik untuk anak didiknya agar pembelajaran tetap berlangsung dengan baik.

Pengertian literasi adalah kemampuan mengolah dan memahami informasi setelah melakukan proses membaca dan menulis. Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi sekarang ini literasi mengalami proses tumbuh mengikuti pergeseran waktu. Literasi sekolah, literasi media, literasi computer dan sains. Literasi difahami sebagai kemampuan untuk mengenali, memahami dan mengembangkan ide-ide yang diterima secara audio visual. Pendidikan literasi di sekolah merupakan bagian dari garda depan suksesnya gerakan literasi nasional. Literasi sekolah tidak akan bisa berjalan dengan maksimal jika karakter literasi tidak dibentuk. Dan saat ini adalah saat paling tepat membentuk karakteristik literasi dengan memanfaatkan waktu dan tetap produktif dan kreatif di tengah pandemik corona . Berbagai media bisa digunakan misalnya media google classroom, zoom atau WA yang lebih simpel bisa dilakukan oleh guru untuk menyapa, memberikan motivasi kepada anak didiknya dan memberikan pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, orang tua tanpa harus memberatkan dan membebani siswa.

Dalam kondisi seperti ini peranan orangtua juga dibutuhkan dalam mendampingi anak. Dan bagaimana seorang guru dalam membangun komunikasi dan kerjasama dengan orang tua dan anak secara daring sangat penting. Semua hal yang kita lakukan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk tetap menjalankan fungsi dan tugas kita agar anak-anak Indonesia tetap menjadi generasi pembelajar. Bangkit dan cepatlah sembuh Indonesiaku.

(Visited 47 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 21 Mei 2020
Close