Ditulis oleh 10:06 am COVID-19

Hati-hati Dengan Keamanan Data Pribadi

Wabah Covid-19, diakui telah membuat perubahan penting, salah satunya adalah meningkatnya penggunaan fasilitas online, untuk berbagai keperluan. Keharusan menjaga jarak fisik, tetap di rumah saja, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah, telah membawa dampak yang sangat besar. Aktivitas fisik semakin berkurang, bahkan berkurang sangat jauh.

Kabar tentang langit kota-kota besar yang membiru, merupakan saksi dari menurunnya polusi udara yang disumbangkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor. Dan memang jalan-jalan sepi, kota seperti “mati”. Lantas, kemana “kerumunan orang” berpindah? Tentu kerumunan tersebut tidak hilang, tetapi hanya berpindah media. Sebagai gantinya, lalu lintas di dunia maya mengalami pertumbuhan eksponensial.

Kegiatan seminar, diskusi dan berbagai forum akademik, kini mulai terbiasa dengan model jarak jauh dengan menggunakan sejumlah aplikasi yang memungkinkan seminar jarak jauh lewat video online. Rapat-rapat, bahkan rapat kabinet, rapat perintah daerah dan berbagai rapat instansi lainnya, juga menggunakan model jarak jauh. Tidak hanya itu, kegiatan rumah juga mengandalkan aplikasi online, terutama untuk menjaga agar tetap di rumah selama wabah Covid-19. Mulai dari kegiatan memilih menu berbuka puasa, sampai dengan belanja kebutuhan sehari-hari.

Dalam situasi serba darurat, tentu saja kewaspadaan dapat dikatakan berkurang. Dan dalam situasi yang demikian, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, menggunakan situasi tersebut. Pernyataan ini terkait dengan munculnya berita yang mengejutkan, yakni dikatakan bahwa 500 Ribu Akun Pengguna Zoom Dijual di Dark Web (Kumparan.com dan CNNIndonesia.com), ada pula berita ratusan ribu akun zoom dijual di dark web dan forum hacker (CNNIndonesia.com), dan berita yang menyebutkan 91 Juta Data Pengguna Tokopedia Dilaporkan Dijual Rp 73 Juta di Dark Web (Kumparan.com).

Berita tersebut sangat mengkhawatirkan. Bagaimana perlindungan data pribadi? Data yang dimaksud adalah data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. Dalam aturan, setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus mempunyai aturan internal perlindungan Data Pribadi. Dan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyusun aturan internal perlindungan Data Pribadi sebagai bentuk tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam perlindungan Data Pribadi yang dikelolanya (lihat Kominfo).

Publik tentu mengharapkan agar ada tindakan yang sesuai aturan dan harus ditegakkan aturan agar tidak ada ruang bagi tindakan yang menganggu keamanan data pribadi. Bagi publik sendiri, hal ini tentu menjadi peringatan agar lebih berhati-hati. Jaman serba terbuka, harus diikuti dengan sikap mental baru, dan perlindungan yang kuat atas data pribadi.

(Visited 122 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 4 Mei 2020
Close