24.3 C
Yogyakarta
24 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Hati-Hatilah Dengan Suara Hati

(Yang Terpotret Dalam Perasaan, yang Terjadi Dalam Kenyataan)

Pikiran dan perasaan adalah benda kuantum yang dahsyat kekuatannya.
Anda menginginkan atau tidak, Anda menarik apa pun yang paling sering Anda rasakan ketika Anda memikirkan.

Ketika Anda sedang menerima ujian, tapi yang terasakan dalam perasaan berupa keyakinan bahwa ujian pasti akan tergantikan kemudahan, maka Allah bukakan jalan untuk menuju kesuksesan.

Sebaliknya, ketika Anda sedang menghadapi ujian, kemudian Anda berdoa agar diberikan jalan terang, tapi yang terasa dalam hati adalah gelapnya memandang ke depan, seolah-olah sulit untuk mendapatkan cahaya terang, dan terasa sulit mendapatkan pertolongan, maka Allah kabulkan akan berakhir dengan kegagalan.

Kenapa demikian? Karena dalam hadist Qudsi, Allah telah berfirman, “Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku”. (HR. Bukhari Muslim)

Prasangka baik meskipun sedang mengalami ujian akan memantul kembali berbuah kebaikan. Prasangka buruk akan memantul berbuah keburukan.

Ilustrasi. Sinar putih yang menimpa cermin akan memantulkan sinar putih. Sinar merah akan memantulkan sinar merah. Mustahil sinar putih menghasilkan pantulan sinar merah.

Vibrasi hati husnudzan akan memanen kebaikan, vibrasi hati su’udzan akan memanen keburukan.

Orang yang berkarakter periang (mudah gembira dan gampang riang ketika mengalami kesedihan dan kekecewaan) identik dengan nasib baik.

Orang yang berkarakter penyedih (mudah sedih dan sulit gembira) identik dengan nasib sial.
Nasib yang akan terjadi pilihan Anda, dan Allah menetapkan menjadi kepastian.
Jika ingin merasakan bahagia maka belajarlah membahagiakan diri pada saat menderita.

Merasalah mudah pada saat dalam kesulitan
Merasalah senang pada saat dalam kesusahan
Merasalah cukup pada saat dalam kekurangan
Merasalah sukses pada saat dalam kegagalan
Merasalah lega pada saat dalam kekecewaan
Merasalah kaya pada saat dalam kemiskinan
Merasalah mulia pada saat sedang terhina

Jangan mengatakan bahwa melakukannya tidak mudah. Lakukan saja dengan metode SASYUIK, insya Allah Anda pasti bisa.

Itulah metode berprasangka kepada Allah. Sehingga Allah malu kalau tidak membahagiakan hamba-Nya yang sedang berada di zona ujian mampu tetapi mampu membahagiakan diri.

Undanglah bahagia agar selalu hadir dalam kehidupan, dengan cara membahagiakan diri dalam segala kondisi.

Salam Sasyuik

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA