24.1 C
Yogyakarta
16 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Herd Immunity Bisa Stop Covid-19?

Pernah mendengar herd immunity? Ya, istilah ini menjadi populer beberapa waktu terakhir yang disebut-sebut dapat menyetop laju penyebaran virus Corona atau Covid-19. Bahkan pemerintah Inggris sempat mencanangkan membentuk herd immunity, walaupun kemudian diklarifikasi sebagai konsep ilmiah.

Apa itu herd immunity? Dari laman Kementerian Kesehatan, herd immunity atau kekebalan kelompok (komunitas) merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi/vaksin dari penyakit yang bersangkutan.

Jadi, apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali sehingga kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah. Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan imunisasi/vaksin yang tinggi dan merata.

Sedangkan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dikuti Tirto.id, herd immunity didefinisikan sebagai situasi atau keadaan di mana semakin banyak masyarakat dalam suatu lingkungan sosial memiliki tingkat kekebalan tinggi terhadap penyakit menular yang dapat menghambat hingga memutus proses penyebarannya virus dari orang.

Herd immunity bisa tercipta dengan menggunakan dua cara: Pertama, dengan menyuntikkan imuniasi atau vaksinasi untuk penangkalan penyebaran suatu virus. Kekebalan tersebut akan muncul dari vaksin yang disuntikkan dan tidak membuat virus dari orang yang terjangkit menular pada orang lain. Hanya saja, untuk kasus Covid-19, vaksin untuk menangkal virus tersebut belum diketemukan.

Cara kedua, herd immunity bisa tercipta tidak dengan suntik vaksin, tetapi dengan cara alami. Setiap orang yang telah terpapar virus, maka ia akan menjadi kebal dan tidak dapat terinfeksi kembali. Artinya, herd immunity akan tercipta apabila dalam satu kelompok sudah banyak yang terpapar virus, sehingga orang lain dalam masyarakat tersebut akan memiliki tingkat kekebalan yang baik dengan sendirinya dan bisa menangkal penyebaran virus.

“Ketika sekitar 70 persen populasi telah terinfeksi dan pulih, kemungkinan wabah penyakit menjadi jauh lebih sedikit karena kebanyakan orang resisten terhadap infeksi,” kata Martin Hibberd, seorang profesor penyakit menular di London School of Hygiene & London yang dikutip dari Liputan6.com.

Meski menjadi satu cara untuk menghambat laju penyebaran Covid-19, akan tetapi resiko yang diambil sangat besar. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan social distancing atau physical distancing. Meminimalisir kontak dengan orang lain, sehingga penularan virus dapat ditekan.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA