17.5 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

(Hikayat) Amirul Mukminin, Harun Ar-Rasyid, dan Imam Syafi’i

Harun Ar-Rasyid adalah Khalifah Bani Abasiah yang sangat terkenal. Memerintah tahun 786 sampai dengan 803 di Bagdad Irak.

Lahir di Rayy pada tahun 766 dari seorang ayah bernama Mansyur Al Mahdi dan Ibu Al Khayzuran (serang perempuan Yaman).

Pada masa pemerintahannya dikenal dengan masa keemasan Islam (the golden age of Islam). Bagdad saat itu menjadi pusat peradaban dunia;

Pada masa itu hidup seorang ulama Fiqh terkenal, Imam Syafi’i, nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Bin Idris Asy Syafi’i Al-Mutholibi Al-Quraisy. Beliau lahir di Gaza Palestina.

Beliau masih kerabat Rasulullah SAW dari Bani Mutholib. Dan dikenal dengan gagasannya tentang evolusi fiqh.

Khalifah Harun Ar-Rasyid sangat dekat dan sangat mencintai Imam Sya’fi’i dan sering menyanjung beliau di hadapan para ulama Irak waktu itu, sehingga hal ini membuat iri dan dengki para ulama Irak kepada Imam Syafi’i.

Merekapun (para ulama) bersepakat untuk membuat forum diskusi dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Imam Syafi’i dengan bahasa teka-teki untuk menguji kecerdasan Imam Syafi’i.

Setelah beberapa pertanyaan siap, mereka menghadap Khalifah Harun Ar-Rasyid untuk menghadiri diskusi tersebut.

Para ulama mengajukan beberapa pertanyaan kepada Imam Syafi’i sebagai berikut:

Para ulama berkata:
Apa pendapat anda tentang seorang laki-laki yang menyembelih seekor kambing di rumahnya lalu ia keluar untuk satu keperluan. Setelah kembali ia berkata kepada keluarganya, ‘Makanlah oleh kalian domba tersebut, karena ia telah diharamkan untukku. “Lalu keluarganya berkata, ‘Dan ia juga diharamkan untuk kita”.

Imam Syafi’i menjawab:
Sesungguhnya laki-laki itu adalah sorang musyrik, lalu ia menyembelih seekor domba atas nama berhala. Setelah ia keluar dari rumahnya untuk beberapa kepentingan, lalu Allah memberinya hidayah. Laki-laki itu masuk Islam, sehingga domba sembelihannya diharamkan untuknya. Ketika keluarganya mengetahui keislamannya, mereke juga masuk Islam, sehingga domba sembelihan itu haram juga untuknya;

Para Ulama berkata:
Ada dua orang muslim merdeka lagi waras meminum khamr. Salah satu dari mereka dihukum pidana, sedangkan yang lain tidak. Bagaimana menurutmu;

Imam Syafi’I menjawab:
Sesungguhnya salah seorang dari mereka sudah baligh, sedangkan yang satunya lagi masih kecil.

Para Ulama berkata:
Ada seorang laki-laki mengambil semangkok air untuk diminum, lalu ia meminum setengahnya dengan halal, sedangkan sisa air yang ada di mangkok diharamkan untuknya;

Imam Syafi’i menjawab:
Sesungguhnya laki-laki itu meminum setengah air yang ada di dalam mangkok, lalu ia mimisan dan darahnya menetes ke dalam air sisa di mangkok. Darah tersebut bercampur dengan air, sehingga air tersebut menjadi haram baginya.

Para Ulama berkata:
Ada lima laki-laki yang berzina dengan seorang perempuan. Laki-laki pertama harus dibunuh; laki-laki kedua dirajam; laki-laki ketiga dicambuk secara penuh; laki-laki keeempat dihukum setengah dari hukuman pidana; dan laki-laki kelima tidak mendapatkan hukuman apapun;

Imam Syafi’i menjawab:
Laki-laki pertama telah menganggap halal zina, sehingga ia wajib dibunuh. Laki-laki kedua adalah orang yang sudah menikah. Laki-laki ketiga orang yang belum pernah menikah; Laki-laki keempat adalah seorang budak; sedangkan laki-laki kelima ada seorang gila.

Amirul Mukminin Harun Ar-Rasyid sangat kagum akan kecerdasan Imam Syafi’i: cepatnya lintasan pikiran beliau, kehebatan pemahamannya, serta bagusnya pemahaman beliau.

Serta merta Khalifah Harun Ar-Rasyid berdiri dan memeluk Imam Syafi’i seraya berkata: “Alangkah hebatnya anda wahai keturunan Abdu Manaf. Anda telah menjelaskan dengan baik, anda telah menafsirkan dan anda hebat dalam penafsiran. Anda juga telah mengungkapkan semua jawaban dengan fasih.”

Wallahu’alam bisshowab

Dinukil dari kitab Al-Aimah Al-Arba’ah karya Abdul Aziz Asy-Syinawi

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA