Ditulis oleh 3:02 pm COVID-19

Hikmah di Tengah Pandemi Covid-19

Kesadaran akan arti hidup, dan mati, serta menggunakan sisa umur secara efisien efektif dalam apa saja, tidak suka menunda nunda pekerjaan diajarkan oleh Allah SWT melalui pandemi covid 19.

Pendahuluan

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un... kalimat ini segera diucapkan tuntunan Allah SWT kepada orang beriman disaat mendapatkan sesuatu yang tidak enak (musibah) seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa (kematian) dan buah-buahan. Orang yang mengucapkan dibibir yag disertai hati akan mendapatkan keberkahan yang sempurna (kebaikan yang banyaaak sekali) dan kasih sayang Allah SWT, mereka itulah yang disebut Allah orang yang mendapatkan petunjuk (QS 2 Al Baqarah 155-156). Hidup manusia tidak selamanya manis (enak, senang), juga tidak selama getir (penuh penderitaan), suka duka datang silih berganti. Allah SWT sudah menetapkan bahwa di dunia ini memang serba berpasang-pasangan (subahanalladzi kholaqol azwaja kullaha: surat Yasin). Bahkan seringkali dibalik suatu musibah, terdapat hal indah (Allah memberikan banyak anugerah). Ini berlaku bagi kaum yang berfikir dan menerima musibah tersebut dengan ikhlas.

Allah SWT sangat sayang (Maha Penyayang) kepada orang yang beriman kepadaNya, dan Maha Pengasih kepada semua makhlukNya. Allah SWT berfirman: boleh jadi engkau membenci sesuatu oadahal yang kau benci itu baik untukmu, dan boleh jadi kau menyukai (mencintai) sesuatu, padahal yang kau sukai itu sesungguhnya jelek untukmu, Sesungguhnya Allah Maha Tahu dan engkau tidak tahu (Al Baqarah : 216 juz 2).

Bagaimana dan apa saja kebaikan yang dianugrahkan Allah SWT kepada manusia seluruhnya dan bagi orang yang beriman?

Pembahasan

Pandemi covid 19 diakui di hampir seluruh negara di dunia ini. Hampir semua manusia merasa ketakutan, kecemasan, akibat banyak dan cepatnya kejadian yang tidak diharapkan yakni kesakitan bahkan kematian. Namun dampaknya tidak hanya itu.. kebangkrutan usaha terlebih bidang transportasi (udaram laut dan darat), perhotelan, biro wisata, seminar dan workshop serta pelatihan yang dilakukan secara fisik langsung menurun drastis, bahkan resepsi perkawinan, beberapa praktek dokter juga mengalami penurunan yang curam. Belum lagi terjadi peningkatan sensitivitas emosi pada pelaku lapangan baik sebagai penegang hukum, pelaku ekonomi, pelaku penggerak masal, apalagi yang dihatinya punya sifat sombong (takabur).

Allah SWT berfirman (QS 2: 216) boleh jadi kita justru dapat banyaaak sekali keuntungan (mengertinya setelah beberapa waktu) dibalik ketidak nyamanan yang kita rasakan saat ini. Diantara hikmahnya adalah:

  1. Bumi dan lapisan udaranya, bahkan ozon makin bersih dan indah.
  2. Ternyata manusia (betapapun pintar, kaya, pangkat tinggi, terkenal) itu yang tidak kuat 100%. Reputasinya, bahkan kematian yag sama sekali tidak terduga (diawali sakit berkomplikasi, yang dipicu virus corona ini). Termasuk para dokter, perawat, tim pendukung perawatan kesehatan, dll
  3. Menyadarkan kepada hampir seluruh manusia bahwa umur manusia itu pendek dan seringkali berhenti (wafat) di usia yang begitu muda…di saat sedang aktif, di saat sangat dibutuhkan oeh keluarganya atau lembaga tempatnya bekerja.
  4. Kesadaran menggunakan sisa umur secara efisien efektif mumpung masih hidup (HR Ibnu Majad, Ad Darimi: zikrul maut adalah jalan sukses,).
  5. Semakin butuh sesuatu tempat memohon pertolongan (tersadar butuhnya juragan yngg hebat yang bernama Tuhan).
  6. Konsolidasi keluarga semakin intensif mengarah keluara sakinah mawadah wa rohmah (buah kebijakan Work from Home) sehingga sewaktu bulan ramadhan yang baru lalu ada yang terpaksa menjadi imam sholat tarawih bahkan menjadi khotib idul fitri di rumahnya…surprise sekaligus mendebarkan). Menjadikan pimpinan dan anggota keluarga (terutama ayah ibu) terpantau anak 24 jam secara 360 derajat. Kemudian mendorong untuk bersama sama menjadi keluarga yang sukses.
  7. Mendorong seseorang untuk belajar dan mengajar dengan multi media (terpaksa belajar IT) dengan efisien dan menyenangkan, melalui media sosial zoom, webex, WA group call, dll
  8. Menumbuhkan empati ke sekitarnya (adanya PHK, kesulitan ekonomi gak laku lockdown, zakat mal, iftar buka puasa, buber? Syawalan? makan-makan? Namun juga menumbuhkan secara cepat bisnis masa depan seperti. E-commerce, Remote working, Logistic, Online schooling, Webinar / online training, Netflix, indihome, Telco, Telemedicine, Cleaning services, Wellness, Medical equipments, Home entertainment, dll. Membuat makin percaya pada firman Allah SWT dalam surat 58 Al Mujadiah: 11, juz 28) bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu. Nabi Muhammad SAW juga bersabda: likulli syai’in thoriqun wa thoriqul jannah al ilmu (segala sesuatu itu ada jalannya dan jalan ke sorga adalah ilmu). Dijamin oleh Allah SWT siapapunorangnya hidupnya akan bahagia jika taat kepada Alah SWt dan Nabi Muhammad SAW.
  9. Semakin percaya ternyata ajaran agama Islam itu meodern dan visioner. Sikap terhadap daerah yang terkena wabah, social dan physical distancing sudah diterapkan sejak masa nabi Muhammad SAW dan sahabat nabi 15 abad yang lalu, termasuk cara hidup bersih sehat ketika bersin, cuci tangan, upaya menggantung wudzu, jika tidak penting tidak usah bepergian, dll.
  10. Meskipun untuk aktifitas ibadah tetapi ajaran Islam ternyata sangat menghargai keselamatan manusia (betapa berharganya nyawa manusia), sehingga sholat wajib berjamaah (bahkan shokat jumat) jangn di masjid dahulu jika berpotensi membahayakan (menularkan), demikian shoatvtarawih di bulan ramadhan, sholat idu fitri, bahkan ibadah haji tahun 2020 ditunda (pemerintah indonesia tidak mengirimkan calon jemaah haji yang jumahnya 210.000 lebih.

Kesadaran akan arti hidup, dan mati, serta menggunakan sisa umur secara efisien efektif dalam apa saja, tidak suka menunda nunda pekerjaan diajarkan oleh Allah SWT melalui pandemi Covid-19. Kejadian wafatnya sahabat yang juga gurubesar FK KMK UGM serta para tenaga medis- paramedis terkait covid 19, juga pesohordi di dunia Penulis merakit puisi sebagai berikut:

MAUT
(buah pena DR. dr. Probosuseno, Sp.PD, K-Ger, SE)

Dia siap menjemputmu…tanpa harus minta ijin
Dia siap menjemputmu…tanpa basa basi

Dia siap menjemputmu…tanpa pandang bulu,macam waktu, dan tempat
Dia siap menjemputmu…dengan sejuta cara, dan skenario akhir hidup

Dia siap menjemputmu…saat karir mendaki atau menurun
Dia siap menjemputmu…saat derita bertimbun derita bagai jatuh ditimpa tangga
atau di saat suka ria, gegap gempita dan berjaya

Dia siap menjemputmu……anakmu……ibumu……
bapakmu……istrimu……suamimu……atau
siapa saja yang kau kasihi bahkan tumpuan harapanmu

Dia siap menjemputmu……
Pada siapa saja, dimana saja……sedang apapun jua
Semau PengutusNya
Siapkah bekal kita menghadapi Yang Maha Berkuasa ?

Marilah kita mengikuti manusia model (Nabi Muhammad SAW) untuk ditiru, karena dijamin barang siapa yang mengikuti contoh/model tadi, maka hidupnya akan penuh dengan kelezatan hidup….nikmat, nikmat dan nikmat yang berlanjut bahkan meskipun ia telah meninggal dunia”(QS 3 Ali Imran: 132 dan HR Bukhari). Tidak hanya itu…bahkan bagi siapapun meskipun memiliki masa lalu yang buram penuh cela dan noda…akan diberi ampunan …dosanya dimaafkan dan tetap dianugerahi kelezatan hidup”. Telah Allah swt tetapkan dalam surat Ali Imran ayat ke 31:” Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang mukmin: jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku. Allah pasti akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya”. Nabi Muhammad SAW diakui oleh Michael H Hart (1992) merupakan tokoh nomor (satu) dari 100 dunia, dalam bukunya The 100 a Ranking of The Most Influential Persons in History.

Bagaimana cara meniru Nabi Muhammad SAW agar hidup diberkahi Allah SWT ? (berkah adalah ; membawa kenbaikan yang banyak, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain, sekarang maupun masa depan)

N-     Nurut/mentaati semaksimal mungkin sunah (perkataan, sikap dan perbuatan) Nabi Muhammad SAW.

A-     Aqidah dijaga bersih dan kokoh dan Akhlaq mulia (satunya kata dengan perbuatan, amanah, rendah hati, jujur, ramah, dermawan, suka menolong, tidak boros, sabar, pemberani, santun dan halus tutur katanya, dan tidak melanggar hak orang lain)

B-      Bersahajalah gaya hidupnya dan Bersih badan, pakaian, lingkungan tempat tinggal, harta dan hatinya.

I-       Ilmu agar luas, tinggi/dalam yang bermanfaat (orang yang beriman dan berilmu dijanjikan Allah SWT ditinggikan derajatnya, diwajibkan tiap muslim belajar sepanjang hayat, ilmuwan yang mengamalkan ilmunya nilainya lebih baik dibanding 1000 orang biasa),

K-     Kesehatan dijaga tetap bugar (raga adalah kendaraan cita-ilmu dan ruh), cara Nabi Muhammad: makan-minum yag halal dan thoyib, bekerja seimbang, istirahat yang cukup, kebersihan badan dan lingkungan, jiwa tenang, bekerja seimbang)

U-     Umur bermanfaat (dianjurkan menggunakan semua potensi untuk hal yang bermanfaat, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia).

Semoga ALLAH SWT menjadikan kita semua beserta keluarga dan anak turun (seluruh sivitas akademika Fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada, keluarga dan Rumah Sakit jejaringnya) hidup yang berkah (barokah) meski ditengah musibah pandemik covid 19, Tetap bagus kinerja dan produktifitas kerjanya, dianugerahi ALLAH SWT rasa indah dan menyenangkan dalam melaksanakan seluruh ajaran agama Islam, dan ikhlas menerima apapun ketentuan Allah SWT. Amin.

(Visited 185 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 4 Juni 2020
Close