Ditulis oleh 11:42 am KALAM

Hikmah Ramadhan & Corona-19

Marilah kita bersedekah, apapun yang kita punyai, kita sedekahkan, insya Allah, Allah akan memperhatikan diri kita, dan akan mengganti dengan yang jauh lebih banyak.

Khotbah Jum’at

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Surat Al-Baqarah Ayat 183)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Ramadhan, bulan yang selalu dirindukan kehadirannya dan banyak orang selalu berdoa bisa dipertemukan dengan bulan mulia ini. Karena di dalam Ramadhan terkandung banyak ritual ibadah yang nilainya berlipat ganda. Ramadhan selalu menjadi ritual sakral dengan berbagai aktifitas manusia untuk lebih dekat pada Sang Khaliq, Allah SWT.

Namun, Ramadhan tahun ini tidak seperti biasanya, karena berada di tengah Pandemi Covid-19 dan telah menewaskan hampir 200 ribu orang di dunia dan 600 jiwa lebih di Indonesia serta diikuti krisis ekonomi, menjadi momen yang tak terlupakan bagi kita. Karena itu menjadi kesempatan untuk kita terus berusaha, terus berbagi dan saling menebar manfaat dengan bersedekah sebagai salah satu usaha langit untuk menolak bala’.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Bersedekah, untuk meringankan beban para du’afa, baik sendiri maupun berjamaah di kelola masjid, ormas, dsb. Ini penting, karena enam pekan dirumahkan kehidupan masyarakat sudah semakin terasa, khususnya di sektor sosial ekonomi, sangat dirasakan bagi masyarakat kecil yang biasa bekerja satu hari untuk makan satu hari habis.  Belum jelas sampai kapan ini berakhir.  Rasa cemas,  gelisah menyelimuti masyarakat yang hidup pas pasan.

Bagi yang mampu mari segera berbagi, jangan pamer kesenangan, makanan, dll meskipun di medsos. Ingat, di seberang sana ada yang tidak makan dua tiga hari hingga dikabarkan meninggal dunia, ada yang ODP, PDP, PC (positif corona), bahkan ada yang berjuang di ruang isolasi tidak ditunggui sanak keluarga kerabat, bahkan semua orang menjauhinya, malah ada yang ditolak jenazahnya untuk dimakamkan di daerahnya karena terpapar covid-19 padahal almarhumah berjuang di benteng pertahanan terakhir menolong setiap pasien positif covid-19 (semoga husunl khotimah mendapatkan pahala syahid).  Belum lagi jeritan para buruh yang diPHK karena perusahaannya berhenti produksi, ojek pangkalan – ojol – angkutan umum sepi penumpang, jasa pariwitasa sepi, dan sebagainya. Kok kita malah dengan entengnya mengatakan, “Wah di rumah terus bosen, menjemukan, jenuh, dsb”. Kalau demikian, lantas empati kita dimana? Iman kita dimana?

Karena itu marilah kita bersedekah, apapun yang kita punyai, kita sedekahkan, insya Allah Allah akan memperhatikan diri kita, dan akan mengganti dengan yang jauh lebih banyak.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Tampaknya manusia harus kembali beriman, menjauhkan diri dari perbuatan nista. Dulu, santai saja diancam dengan neraka karena kecurangan, manipulasi data dan perbuatan tidak baik lainnya. Tapi sekarang diancam korona takutnya kemana-mana, panik. Ada yang borong masker untuk perlindungan, borong sembako untuk perbekalan. Tapi diancam dengan alam barzah enjoi dan santai saja. Sedikit sekali dari kita yang menangis karena ancaman siksa kubur, sidikit sekali dari kita yang mempersiapkan diri untuk alam barzah. Padahal corona belum tentu menyerang tubuh kita. Sementara kematian pasti kita lalui dan alam barzah pasti kita hadapi. Bolehlah waspada dengan korana tapi janganlah lalai dengan perintah Allah. Dan ramadhan kali ini, rasanya sangat pas untuk merenung diri, melakukan pertobatan nasional agar kembali menjadi manusia beriman dan bertaqwa sehingga Allah membukakan barakah dari Langit dan bumi

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

96. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Wates, 1 Ramadhan 1441 H / 24 April 2020 M.

(Visited 319 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 19 Mei 2020
Close