14.8 C
Yogyakarta
23 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Indahnya Berbagi di Bulan Kemurahan (Syahrul Judd)

Oleh: Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.

Bulan Ramadhan juga dinamakan Syahrul Judd (Bulan Kemurahan) karena pada bulan ini Allah SWT memberikan keutamaannya bagi orang-orang yang berlaku murah hati serta dermawan untuk menolong dan membantu sesama. Kedermawanan yang dikerjakan pada bulan Ramadhan ini akan dilipatgandakan pahalanya, dan banyak membantu saudara-saudara kita yang hidupnya kurang beruntung, teristimewa di era Pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan titik terangnya kapan akan berakhir.

Anas RA menyampaikan, ditanyakan kepada Rasulullah Muhammad SAW :  “Sedekah manakah yang paling utama?” jawab Rasulullah SAW, “Sedekah di Bulan Ramadhan”. (HR At-Tirmidzi). Ibnu ‘Abbas RA berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan, tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari).

Ada beberapa keutamaan berderma kepada orang lain di bulan suci Ramadhan; antara lain: Pertama,rajin berderma pada bulan Ramadhan berarti membantu orang yang berpuasa, orang yang melakukan shalat malam (shalat Tarawih dan Witir), banyak membaca Al-Quran dan orang yang berdzikir supaya mereka mudah dalam beramal. Orang yang membantu di sini akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka yang beramal, tanpa dikurangi sedikitpun. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menyebutkan keutamaan orang yang memberi makan buka puasa : “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi). Di bulan Ramadhan, Allah SWT juga berderma kepada orang-orang yang berpuasa dengan memberikan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, lebih-lebih lagi di malam Lailatul Qadar (Malam Kemulyaan).

Kedua, menggabungkan antara puasa dan sedekah adalah sebab seseorang dimudahkan untuk masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut, Dari ‘Ali RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :  “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Sifat-sifat mulia yang disebutkan di atas semuanya terkumpul di bulan Ramadhan. Karena orang beriman akan mengumpulkan pada dirinya amalan puasa, shalat malam Shalat Tarawih dan Witir, sedekah dan berkata yang baik di mana ketika berpuasa dilarang berkata kotor dan sia-sia.

Ketiga, orang-orang yang beriman telah berusaha semaksimal mungkin agar puasa yang dilaksanakan semata-mata karena melaksanakan perintah-Nya daam rangka mencari ridha-Nya.  Namun terkadang godaan nafsu  menjadikan puasa yang dikerjakan  kurang maksimal dan ada kecacatan serta kekurangan. Kecacatan  serta kekurangan itu bisa ditutupi dengan sedekah yang kita berikan selama bulan suci Ramadhan. Bahkan, di akhir Ramadhan, kaum muslimin disyari’atkan menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa.

Disebutkan dalam hadits, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah). Islam menghendaki agar di Hari Raya ‘Idul Fitri yang penuh dengan kebahagiaan dan kemenangan itu  jangan sampai ada saudara kita yang tidak dapat menikmati Hari Kemenangan itu dikarenakan ketidakmampuannya. Inilah indahnya berbagi di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA