Ditulis oleh 2:16 pm COVID-19

Indonesia Harus Bangkit!

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional memberi kesadaran bagi kita agar Indonesia tidak boleh terpuruk oleh virus Covid-19 yang berkepanjangan.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Coronavirus adalah virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan.

Gejala awal infeksi virus corona atau Covid-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak naaps, dan nyeri dada. Adapun gejala tersebut dapat muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona.

Dampak pengaruh virus corona (Covid-19) dalam kehidupan sosial masyarakat, di antaranya adalah timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang-orang yang ada di seputaran kita atau yang baru kita kenal. Sebagai contoh pada saat kita membeli makanan, baik di warung yang berlabel maupun kaki lima kita pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak. Apakah pelayan ada bersentuhan dengan orang yang terjangkit virus atau tidak, adakah petugas atau pelayan yang mencuci tangan pada saat mengolah atau memproses makanan yang kita pesan atau tidak, sehingga timbul keraguan.

Keraguan atau keresahan masyarakat tersebut memunculkan atau melahirkan suatu kebijakan pemerintah berupa pemberlakukan social distancing. Social distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Kini, istilah social distancing sudah diganti dengan physical distancing oleh pemerintah.

Ketika anjuran pemerintah tehadap social distancing tersebut diterapkan di tengah-tengah masyarakat, masyarakat memperoleh dampak yang begitu besar. Dampaknya berupa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya berupa masyarakat dapat menghindari potensi tertular dari virus corona. Kemudian dampak negatifnya terhadap masyarakat yaitu kegiatan sehari-hari masyarakat, mulai dari bekerja hingga berbelanja, akan terganggu. Umumnya masyarakat masih diperkenankan untuk bekerja, akan tetapi menggunakan masker dan sarung tangan. Tetapi pada suatu perusahaan banyak yang menerapkan sitem work from home dan itu tidak terjadi pada semua aspek karyawan perusahaan. Work from home hanya bisa dilakukan oleh orang yang berkepentingan dalam suatu perusahaan dan memungkinkan melakukan pekerjaanya dirumah. Lalu bagaimana dengan nasib para karyawan perusahaan yang tidak bisa melakukan atau tidak memungkinkan mengerjakan pekerjaannya dirumah atau work from home? Terpaksa beberapa perusahaan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) untuk para karyawannya.

Kemudian para petani yang berjuang untuk kesejahteraan pangan Indonesia harus juga menaati peraturan atau kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Maka tentunya proses bercocok tanam, kegiatan dan aktivitas di sawah para petani menjadi tidak maksimal karena pemberlakukan social distancing. Bahkan banyak para petani di Indonesia yang latar belakangnya adalah petani gurem, mendapatkan dampak yang begitu besar. Karena social distancing tersebut membatasi masyarakat dalam hal ini petani untuk melakukan aktivitas diluar, maka para petani menjadi kurang intensif dalam bercocok tanam dan memelihara tanaman khususnya tanaman pangan di sawah. Maka sudah pasti tanaman mereka kurang terpelihara atau kurang terawat dengan baik. Akibatnya para petani akan memperoleh hasil panen yang sedikit bahkan lebih parahnya lagi mereka dapat mengalami suatu peristiwa, gagal panen.

Dari situlah kita tahu bahwa dampak terbesar ada pada berkurangnya pendapatan masyarakat. Tingkat pendapatan yang semakin berkurang tersebut dapat menimbulkan banyak masalah-masalah sosial. Diantaranya kurangnya kesejahteraan sosial, banyak pengangguran, banyak terjadi kejahatan/ kriminal, dan masyarakat menjadi kekurangan pangan, Bahkan mungkin suatu saat akan terjadi krisi ekonomi apabila keadaan Indonesia semakin memburuk seiring bertambah banyaknya masyarakat yang terjangkit virus corona tersebut.

Dengan diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 2020, diharapkan segala aspek negara Indonesia dapat bersatu saling bahu membahu melawan Covid-19 dengan segala kemajuan teknologi yang dimiliki Indonesia untuk melawan Covid-19. Teknologi maju, didukung kebijakan pemerintah yang tegas dan masyarakat yang menaati kebijakan dan peraturan pemerintah.

Seperti mencuci tangan secara berkala, tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, menghindari kerumunan, menaati social distancing, senantiasa menggunakan masker, bila perlu menggunakan sarung tangan, dan tentunya selalu menjaga kebersihan serta kesehatan. Hal itu dapat menjadikan Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan akibat virus Covid-19. Sedikit demi sedikit kerugian atas virus covid-19 dapat teratasi, meskipun itu dilalui dengan proses yang panjang serta lama. Tetapi diperingatinya Hari Kebangkitan Nasional ini kita menjadi tahu dan sadar bahwa Indonesia tidak boleh terpuruk oleh virus Covid-19 yang berkepanjangan. Indonesia harus bangkit!

(Visited 20 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close