Ditulis oleh 12:10 pm COVID-19

Inisiatif Warga Cegah COVID-19 di Wilayahnya

Berbagai aksi warga dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk saling jaga dan saling membantu.

Beberapa kampung, dusun di Daerah istimewa Yogyakarta melakukan pembatasan mobilitas warga di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan dengan menutup jalan akses masuk ke pemukiman warga. Inisiatif ini merupakan respon warga agar COVID-19 tidak menyebar di wilayahnya.

Dari pemantauan Tim Redaksi di berbagai wilayah, penutupan jalan akses masuk dilakukan dengan membuat spanduk atau tulisan di pintu gerbang kampung atau dusun.

Penutupan wilayah di Joyonegaran, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta

Akses masuk ke kampung Karangkajen juga dilakukan, terlihat spanduk ditulis berbagai pesan dibentangkan di akses masuk ke pemukiman warga.
Penutupan akses jalan di Kampung Tungkak, Jalan Sisingamangaraja.
Penutupn akses masuk juga dilakukan warga di Kampung Gendeng RW 20.

Di akun twitter Merapi News juga menyampaikan beberapa foto penutupan akses jalan masuk ke pemukiman di Banteng Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Twit tersebut bertuliskan “Bukan latah atau melu-melu (ikut-ikutan) cuma ingin mengurangi mobil-mobil pribadi yang mencari jalur alternatif di tempat kami. Jalur pintu lewat banteng utama dilengkapi petugas jaga, menyemprotkan desinfektan yang ramah untuk kulit.”

Pada salah satu kain yang dibentang untuk menutup jalan, warga menuliskan “Lockdown Sorry kami begini karena kami sayang padamu. Rasah (jangan) ngeyel, manut luwih penak.”

Berbagai aksi warga ini merupakan bagian dari inisiasi mandiri sebagai bentuk kepedulian untuk saling jaga dan saling membantu.

(Visited 68 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 30 Maret 2020
Close