Internet sebagai Penunjang Kinerja Pustakawan di Masa Pandemi Covid-19

28.8.4. Internet - Dwi A
Dengan hadirnya internet, pustakawan dapat membantu siswa pada khususnya dalam proses belajar mengajar jarak jauh yang notabene dilakukan secara online/daring (dalam jaringan).

Pustakawan merupakan tenaga fungsional profesional dengan tugas utama menghimpun, mengelola, melestarikan, menciptakan, dan mendistribusikan materi perpustakaan dalam berbagai jenis dan bentuk. Dalam melaksanakan tugasnya, pustakawan harus memiliki kualifikasi dan kompetensi. Dimensi kompetensi itu sendiri mencakup kompetensi manajerial, pengelolaan informasi, kependidikan, kepribadian, sosial, dan pengembangan profesi. Hal ini tertuang dalam Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008, tanggal 11 Juni 2008.

Berbagai dimensi kompetensi yg telah disebutkan di atas masih dibagi dalam kompetensi dan sub-kompetensi. Misalnya dalam dimensi kompetensi pengelolaan informasi, masih dibagi menjadi 4 kompetensi, yaitu mengembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah, melakukan pengorganisasian informasi, memberikan jasa dan sumber informasi, menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Masing-masing kompetensi tersebut masih terbagi lagi dalam sub-kompetensi.

Sebagai contoh untuk kompetensi menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dibagi dalam sub-kompetensi : membimbing komunitas sekolah /madrasah dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan kebutuhan.

Di masa pandemi Covid-19 ini peran pustakawan sangat dibutuhkan. Etos kerja dan profesionalisme pustakawan diuji di masa pembelajaran jarak jauh seperti ini. Pustakawan dituntut untuk lebih menguasai Teknologi Informasi (TI), sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. Dalam BAB V tentang layanan perpustakaan, pasal 14 point 3 disebutkan bahwa “Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.”

Di masa adaptasi kebiasaan baru karaena pandemi Covid-19 ini, pustakawan dituntut untuk menggunakan media alternatif lain selain buku untuk melayani pemustaka yang membutuhkan informasi, tanpa harus berkunjung ke perpustakaan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir masyarakat untuk bepergian/keluar rumah seperti anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Peran Pustakawan di Masa Pandemi Covid-19

Di masa pandemi Covid-19 yang menganjurkan masyarakat untuk tetap beraktivitas di rumah saja ini pastinya memunculkan paradigma baru bagi kinerja pustakawan. Pustakawan dituntut untuk lebih menguasai Teknologi Informasi (TI). Perubahan-perubahan paradigma dalam kinerja dan layanan perpustakaan tersebut menurut Lasa (2002), antara lain:

  1. Perubahan orientasi pustakawan dari penjaga koleksi menjadi penyedia informasi
  2. Perubahan pengguna yang awalnya hanya hanya membutuhkan satu media menjadi multimedia.
  3. Dari sisi pengolahan koleksi yang tadinya diolah oleh perpustakaan sendiri beralih ke sistem pengolahan koleksi secara global.
  4. Masyarakat yang biasanya mendatangi perpustakaan, dengan adanya perubahan perpustakaan harus lebih aktif untuk mendatangi pengguna.
  5. Layanan perpustakaan secara lokal bersifat tradisional beralih menjadi layanan global dan otonomi.

Pustakawan dan Internet

Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) seperti saat ini, dimana masyarakat dianjurkan untuk banyak melakukan kegiatan di rumah, pustakawan harus peka dan selalu siap menghadirkan informasi yang cepat dan akurat dan bisa diakses cukup dari rumah saja, tanpa harus datang ke perpustakaan. Akses penelusuran informasi dan literatur dari rumah bisa dengan mudah didapat dengan kehadiran internet. Internet sangat membantu pustakawan dalam melayani pemustaka dalam jarak jauh. Layanan tersebut diantaranya: Online Public Acces Catalogue (OPAC), publisitas perpustakaan, belajar jarak jauh, kepemilikan perpustakaan, akses database online berupa teks dan gambar.

Dengan hadirnya internet, pustakawan dapat membantu siswa pada khususnya dalam proses belajar mengajar jarak jauh yang notabene dilakukan secara online/daring (dalam jaringan). Proses belajar jatrak jauh inipun tidak akan membosankan karena ditunjang oleh data berupa teks dan gambar, sehingga proses belajar akan mengasyikkan.

Pemanfaatan Internet

Internet merupakan media pendistribusian informasi tentang apapun, dimanapun, dan untuk siapapun dalam bentuk digital. Informasi yang berasal dari internet berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari profesor, ilmuwan, pendidik, pebisnis, aktivis LSM, ibu rumah tangga, sampai pengangguran. Durasi informasi dari internet juga beragam. Di era industri 4.0 ini internet memang menjadi sumber informasi utama dan pertama yang diakses oleh masyarakat. Untuk itu masyarakat perlu dibekali oleh kemampuan untuk berliterasi informasi. Pustakawan sebagai garda terdepan dalam laju informasi harus mampu memberikan informasi yang faktual sesuai dengan salah satu kompetensi pustakawan, yaitu memberikan bimbingan literasi informasi.

Seperti yang telah dijelaskan dalam Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008, tanggal 11 Juni 2008, bahwa dalam dimensi kompetensi pendidikan, dalam kompetensi wawasan memberikan bimbingan literasi, pustakawan memiliki sub-kompetensi sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kemampuan dasar literasi informasi pengguna.
  2. Menyusun panduan dan materi bimbingan literasi informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  3. Membimbing pengguna mencapai literasi informasi
  4. Mengevaluasi pencapaian bimbingan literasi informasi.
  5. Memotivasi dan mengembangkan minat baca komunitas sekolah/madrasah.

Bentuk dan Sumber Informasi di Internet

Melalui internet, pustakawan bisa menyediakan sumber dan akses informasi mengenai:

  1. Biblografi. Misalnya katalog perpustakaan
  2. Multimedia. Merupakan informasi dalam bentuk audio, video, dan grafis
  3. Perangkat referensi. Contoh perangkat referensi yaitu : Ensiklopedi, kamus, handbook, dan sebagainya.
  4. Jurnal, koran, dan majalah
  5. Situs dengan permintaan tertentu, blogger
  6. Database

Penelusuran Literatur Melalui Jaringan Internet

Banyak mesin pencari/search engine yang bisa digunakan untuk menelusuri informasi di internet, diantaranya : Google, Yahoo!, dan Ask. Sedangkan alat pencari meta/meta search bisa menggunakan Clusty, Dogpile, Surfwax, Ixquick, dan Copernic Agent. Sedangkan contoh dari direktori yaitu : Google Directory, Yahoo!, dan Librarians Internet Index.

Perpustakaan Maya/Vitual Library

Perpustakaan ini sering disebut sebagai perpustakaan tanpa dinding, yang memungkinkan pengguna mengakses informasi ke perpustakaan mana saja tanpa harus datang secara fisik ke perpustakaan tersebut.

Situs Web Perpustakaan

Perpustakaan situs Web menyediakan layanan berupa:

1. OPAC

OPAC (Online Public Acces Catalogue) merupakan katalog berbentuk online yang awalnya ditujukan untuk penggunaan internal perpustakaan, namun kini diperluas menjadi akses eksternal demi memenuhi kebutuhan penggunanya. Dengan adanya akses eksternal ini pengguna di luar perpustakaan bisa mengakses koleksi yang ada di perpustakaan, baik yang berupa buku, jurnal, maupun yang berbentuk audio-visual.

2. Pembelajaran Jarak Jauh

Jangkauan internet yang luas dan mengglobal, memungkinkan pustakawan untuk menyediakan bahan ajar untuk proses pembelajaran jarak jauh/daring seperti saat ini. Jangkauannya yang luas bisa diakses dimanapun, termasuk di daerah pedesaan.

3. Publisitas Perpustakaan

Situs Web memungkinkan pustakawan melakukan publisitas maupun promosi untuk perpustakaan tempat dia bekerja. Contoh publisitas perpustakaan yang ditawarkan oleh situs Web perpustakaan adalah panduan berkunjung ke perpustakaan untuk siswa baru pada saat Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

4. Kepemilikan Perpustakaan

Akses ke sesama elektronik melalui internet atau penyimpanan dan penyediaan bahan elektronik yang diselenggarakan pada perpustakaan atau intranet perpustakaan.

5. Akses Online Database

Internet telah memperkenalkan peningkatan akses informasi online melalui World Wide Web (WWW).

6. Database Gambar

Pustakawan bisa memanfaatkan database gambar yang merupakan sarana penting untuk melestarikan gambar dari media cetak dan untuk memungkinkan akses informasi visual. Konten perpustakaan digital geospasial, multimedia, dan sejenisnya masih kurang dalam memberikan kejelasan, mekanisme pengambilan konsep berbasis pengguna.

Media Baru di Perpustakaan

Penggunaan media baru di perpustakaan membantu pustakawan dalam meberikan layanan prima melalui teknologi informasi, dimana pada masa siswa belajar di rumah seperti saat ini, media baru non buku sangat dibutuhkan. Munculnya media baru meningkatkan komunikasi orang di dunia melalui internet. Media baru tersebut diantaranya:

1. E-Learning

Teknologi informasi meliputi internet, buku elektronik, jejaring sosial, dan sebagainya. Salah satu pemanfaatan internet dalam pembelajaran adalah sebagai e-learning. E-Learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, baik formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet ataupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan fasilitasi. Pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet dikenal dengan sebutan online learning.

2. E-Book

Buku elektronik atau e-book adalah suatu cara yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. E-book dapat diintegrasikan dengan suara, grafik, gambar, animasi, ataupun film. E-book sederhana bisa dibuat hanya dengan memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer.

3. Infrastruktur teknologi inormasi perpustakaan

Information technology infrastructure library adalah satu set konsep dan teknik untuk mengelola infrastruktur teknologi informasi (TI), pengembangan, dan operasi. Infrastruktur teknologi informasi perpustakaan terdiri atas serangkaian buku yang memberikan bimbingan pada penyediaan kualitas layanan TI serta pada akomodasi yang diperlukan dan untuk mendukung lingkungan TI.

Dengan adanya infrastruktur teknologi informasi perpustakaan, dapat membantu kinerja pustakawan dengan cara berikut.

  • Mengurangi biaya
  • Meningkatkan pelayanan TI melalui penggunaan proses-proses praktik yang telah terbukti.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan pelayanan yang lebih profesional.
  • Standar dan pedoman.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman.
  • Meningkatkan penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi infrastruktur teknologi informasi perpustakaan sebagai standar untuk pengiriman layanan pengadaan jasa.

4. Business Intelligence

Business Intelegence (BI) adalah cara saat kita menyimpan dan menggunakan informasi. BI mencakup teknologi, aplikasi dan sarana untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, serta menganalisis data dan sentasi.

5. Linux

Linuk adalah sistem operasi komputer (OS) yang menggunakan kernel Linux. Linux dimulai sebagai sebuah sistem komputer pribadi yang dipergunakan oleh individu dan sejak saat itu mendapat dukungan dari beberapa perusahaan besar, seperti Sun Microsystems, HP, dan IBM.

6. Unix

Unix adalah sebuah sistem operasi komputer (OS) dan paling sering digunakan di server dan workstation. Unix awalnya dirilis oleh Bell Labs untuk pemerintah dan lembaga pendidikan.

7. Manajemen proyek

Sebuah project manager bertanggungjawab untuk mengelola sumber daya proyek-proyek besar. Saat ini produk perangkat lunak populer manajemen proyek meliputi :

  • Microsoft Project;
  • 24Seven Kantor;
  • OmniPlan;
  • AtTask.

8. Hypermedia

Sebuah platform perangkat lunak komputer yang memungkinkan berkomunikasi melalui nonlinear, teks multimedia. Artinya, ada beberapa cara untuk menavigasinya melalui teks.

(Visited 160 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020