Ditulis oleh 1:23 pm KALAM

Islam Agama Pendidikan

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu meneguhkan keimanan dan gigih dalam menuntut ilmu.

Oleh: Dr. Muhammad Zuhaery, MA

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dibekali dengan akal dan pikiran. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki derajat paling tinggi di antara citaannya yang lain. Hal yang paling penting dalam membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan, dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya di dunia. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. Tampaklah bahwa manusia itu sangat membutuhkan pendidikan. Karena melalui Pendidikan manusia dapat mempunyai kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.

Pendidikan adalah proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Jadi dalam hal ini pendidikan adalah proses atau perbuatan mendidik. Pendapat lain mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Jadi karena manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbekal akal dan pikiran maka manusia membutuhkan pendidikan untuk mengembangkan kehidupannya demi memuaskan rasa keingintahuannya.

Keingintahuan inilah salah satu fungsi dari pada akal sebagai fasilitas dari Tuhan atas ciptaannya. Dalam pandangan Islam, akal merupakan potensi manusiawi yang paling penting. Itulah yang mendasari pemahaman dan kesempurnaan akal dalam rukun iman. Lebih jauh lagi, al-Qur`an menganjurkan penggunaan akal dalam merenungi tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada diri manusia atau yang ada pada alam semesta. Dalam rangka merealisasikan keimanan dan ketaatan kepadaNya,pendidikan Islam mengajak manusia untuk memanfaatkan akal dalam berargumentasi, mencari kepuasan, merenung dan melakukan observasi. Kegiatan pendidikan dimulai dari “Jantungnya” (Robert Farr) mengatakan bahwa, “membaca adalah jantungnya pendidikan” begitu pentingnya membaca dalam dunia Pendidikan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam termaktub pada ayat yang pertamakali diturunkan Allah SWT kepada umatnya :

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ. خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ. ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ. ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ .عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”. (QS. Al-‘Alaq [ 96 ] : 1-5)

Begitu dahsyatnya Allah membuka awal firmanya dengan kata “membaca” pada hambanya melalu nabi Muhammad SAW sebagai proses pendidikan, perlu kita pahami bahwa membaca merupakan kebutuhan pokok. Apabila kebutuhan membaca tidak terpenuhi, maka akan terjadi kegersangan intelektual yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Kegersangan ini akan berakibat buruk bagi kualitas pendidikan. Sejalan dengan itu, pendidikan telah menjadi hal penting dalam Islam.

Ajaran Islam mengajarkan dalam beragama tidak meninggalkan untuk menggunakan akal serta bagi mereka yang selalu beriman lagi menuntut ilmu diberikan derjat lebih, hal ini tersirat dalam Al Qur’an : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah),Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Imran : 18)” dan “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS. Al Mujadilah : 11)

Pendidikan merupakan kegiatan yang penting dalam kemajuan manusia dan berdaban suatu bangsa. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menguhkan keimanan dan gigih dalam menuntut ilmu seperti yang diperintahkan dalam beberapa hadist nabi sebagai berikut ;

عَنْ اَبِىْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَنِهِ اَوْ يُمَجِّسَنِهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِى وَمُسْلِمْ )

Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, ayah dan ibunyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Pendidikan merupakan kegiatan yang penting dalam kemajuan manusia dan berdaban suatu bangsa.

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِ )

Dari Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya” (H.R Ad-Dailami)

إذا مات إبن أدم إنقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية او علمينتفع به او ولد صالح يدعوا له

Artinya: Apabila anak Adam (manusia) mati maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal; bersedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. (HR. Muslim)

Sejak awal, Islam telah mendorong pembelajaran. Ini mendorong pada penelitian ilmiah, membuka lingkaran belajar, pemanfaatan sumber daya masyarakat, pendekatan pemecahan masalah, bercerita dan pendidikan gratis. Pentingnya pembelajaran Pendidikan dalam Islam ini berdasar pada fakta bahwa Nabi Muhammad menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari Islam. Nabi Muhammad (610 – 632 M) di Makkah mendirikan Sesi Pengetahuan pertama di Dar’ul Arqam. Rasulullah SAW juga telah menjadikan mengajar baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar (Nizar, 2007: 5-22, dan Asari, 1994: 27).  Selanjutnya setelah wafatnya nabi model pendidikan dilanjutkan oleh khalifah Umar bin Khattab, selanjutnya untuk pengembangan pendidikan khalifah bahkan mengirim guru-guru ke wilayah yang baru dengan tujuannya agar pemikiran umat terkait dengan akidahnya terjaga. Hal inilah yang kelak mengangkat umat beberapa derajat lebih tinggi, hingga mengantarnya pada sebaik baik manusia.  

Wal akhir, Islam adalah agama ilmu pengetahuan, ia sangat serasi dengan sifat dasar manusia. Jadi, manusia adalah makhluk bumi yang dibekali dengan akal dan ilmu pengetahuan, karena ia akan mengemban tugas sebagai khalifah di bumi.yang selalu menjalankan kehidupan ini dengan mengunakan akal, yang tetntunya dengan siak positif dan selalu menebarkan kebaikan dan kebenaran. Wallahu a’lamu Bishwaab.

Refleksi Hardiknas ‘2020

(Visited 178 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 2 Mei 2020
Close