Jenis Sel Perasa Baru

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sel perasa dapat menjadi selektif atau umumnya responsif terhadap rangsangan yang mirip dengan sel di otak yang memproses informasi rasa.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Kathryn Medler di University at Buffalo menemukan bahwa mulut kita mungkin merupakan rumah dari sekumpulan sel rasa multi-tugas baru yang ditemukan. Tidak seperti kebanyakan sel perasa yang dikenal, yang mendeteksi rasa individu, sel ini mampu mendeteksi rangsangan asam, manis, pahit, dan umami, penelitian ini diterbitkan pada 13 Agustus di PLOS Genetics.

Perasa di dalam mulut sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia dan membantu kita untuk memutuskan apakah suatu makanan merupakan sumber nutrisi yang baik atau berpotensi menjadi racun. Perasa menggunakan tiga jenis sel pengecap: Sel tipe I bertindak sebagai sel pendukung; Sel tipe II mendeteksi rasa pahit, manis dan umami; dan sel Tipe III mendeteksi rasa asam dan asin.

Untuk lebih memahami bagaimana sel rasa mendeteksi serta memberi sinyal keberadaan rasa yang berbeda, para peneliti menggunakan model tikus yang direkayasa untuk menyelidiki jalur pensinyalan yang digunakan hewan untuk menyampaikan informasi rasa ke otak. Mereka menemukan subset sel Tipe III yang sebelumnya tidak diketahui yang “responsif secara luas” dan dapat mengumumkan rangsangan asam menggunakan satu jalur sinyal, dan rangsangan manis, pahit, dan umami menggunakan jalur lain.

Gagasan bahwa mamalia mungkin memiliki sel rasa yang responsif secara luas telah dikemukakan oleh beberapa kelompok peneliti. Namun sebelumnya, tidak ada yang mengisolasi dan mengidentifikasi sel-sel ini. Para peneliti menduga bahwa sel yang sangat responsif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan kita untuk mengecap.

Penemuan mereka memberikan wawasan baru tentang bagaimana informasi rasa dikirim ke otak untuk diproses, dan menunjukkan bahwa pengecap jauh lebih kompleks daripada yang saat ini kita ketahui.

Medler mengatakan bahwa sel perasa dapat menjadi selektif atau umumnya responsif terhadap rangsangan yang mirip dengan sel di otak yang memproses informasi rasa. Dirinya juga menambahkan bahwa eksperimen di masa depan akan difokuskan pada pemahaman bagaimana sel rasa responsif secara luas berkontribusi pada pengkodean rasa. (Disadur dari situs sciencedaily)

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti