Ditulis oleh 1:26 pm KALAM

Jum’at

Melihat trend pemakaian gawai yang terus meningkat, mungkin saja amal di hari Jum’at berkembang menjadi berbagi pulsa atau kuota data, menebar pesan positif dan konstruktif di media sosial

Berkeliling seputaran kota mengunjungi saudara – saudara dekat, itu kebiasaan Eyang. Dengan menaiki sepeda ontel, beliau menemui anak cucunya sampai – sampai ada yang pekewuh alias tidak enak hati.

“Ndak papa, silaturahim tidak harus yang muda ke yang tua, boleh sebaliknya. Saat ini saya yang diberi sehat dan sempat, saya berupaya terus langgengkan silaturahim,” begitu beliau berujar.

Lain dari Eyang, Bapak punya ‘ritual’ khusus. Karena tempat kerjanya relatif dekat rumah, Bapak pulang mendekati waktu dhuhur. Di rumah menyempatkan diri bersih – bersih badan dan sruing….aroma harum tercium ketika beliau bersiap ke masjid untuk sholat Jum’at. Bagi Bapak, sholat Jum’at memang harus disiapkan istimewa. Beliau tidak pernah harus lari – lari karena terburu – buru ke masjid seingat saya. Pergi ke rumah Allah dengan tenang, penampilan rapi dan infak kencleng waktu itu.

Berhubungan dengan hal sholat, saya ingat, duluu ketika pertama kali ikut jamaah Subuh di hari Jum’at, saya bingung. Pada raka’at pertama, setelah bacaan Al Fatihah dan beberapa ayat dari surat sesudahnya tiba – tiba Imam sujud dan makmumnya pun ikut. Selanjutnya, imam bangkit dari sujud melanjutkan bacaan surat yang kemudian saya ketahui surat Sajdah. Sholat pun terus berlanjut seperti ‘normalnya’ sampai salam. Setelah dewasa, ternyata saya temukan informasi ini…

Ketika Rasulullah khutbah Jum’at , beliau membaca surat an-Nahl. Ketika sampai pada ayat Sajdah, beliau sujud tilawah dan diikuti oleh para jama’ah. Pada Jum’at berikutnya beliau membaca yang sama, dan ketika sampai pada ayat sajdah beliau bersabda:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا لَمْ نُؤْمَرْ بِالسُّجُودِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ. رواه البخارى

Artinya: “Wahai para manusia, sesungguhnya kami tidak diperintah untuk sujud (tilawah). Barang siapa sujud ia dapat pahala, dan yang tak sujud tidak berdosa.” (HR. Bukhari)

Di hadits yang lain…

Dari Abu bu Hurairah, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ –صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقْرَأُ فِى الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِ (الم تَنْزِيلُ) فِى الرَّكْعَةِ الأُولَى وَفِى الثَّانِيَةِ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alif Lamim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim no. 880)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ini jadi dalil dalam madzhab Syafi’i.untuk dianjurkannya membaca surat As Sajdah dan surat Al Insan pada hari Jum’at saat shalat Shubuh.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 150).

Dari referensi hadits lainnya, terdapat pula beberapa anjuran untuk beramal di hari Jum’at. Di antara amalan yang disarankan adalah memperbanyak doa, memperbanyak bacaan sholawat Nabi, membaca surat Kahfi.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku.pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”

Saat ini banyak di antara umat Islam yang mengambil moment salah satunya di hari Jum’at untuk beramal lebih, lebih kuantitas ataupun.kualitasnya. Lihat saja gerakan sedekah Sijum.(nasi Jum’at),.Gemar Menabung (Gerakan Menebar Nasi Bungkus), Gerakan Jumat Berkah Kotabaru (GJBK), gerakan sedekah Jum’at berkah, Gerakan BBM (Bersihbersih Masjid).

Kebaikan yang demikian itu tentu saja dapat dikembangkan dalam bentuk amal sholih lainnya. Melihat trend pemakaian gawai yang terus meningkat, mungkin saja amal di hari Jum’at berkembang menjadi berbagi pulsa atau kuota data, menebar pesan positif dan konstruktif di media sosial, berkontribusi melalui digital philantropy bersedekah dengan klik pada menu donasi.di web lembaga sosial atau mentransfer sejumlah dana ke rekening institusi yang bergerak di bidang yang membawa kemanfaatan bagi kemanusiaan. Atau, bisa juga manfaatkan jasa go food.Kejutan yang membahagiakan dengan mengirimkan hidangan-makanan dan atau minuman- pada teman-teman.

Untuk para pejuang literasi, kesempatan berbagi media literasi sangat terbuka. Menyumbang buku, melayani pembacaan karya bermutu bagi yang memerlukan, menuliskan gagasan brilian secara khusus di hari Jum’at akan.menjadikan agenda di penghulu hari dalam sepekan ini, menjadi lebih penuh berkah, semoga.

Seperti biasa, ada saja alasan orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, yang tidak libur lah, yang repot lah,…Yang sudah biasa juga pasti menemukan cara supaya beramal baik di hari Jum’at jalan teruus. Untuk yang senang silaturahim, berkemampuan kunjung langsung ya ketemuan. Kalau.tidak, masih banyak cara untuk kontak, bisa pertelepon, via sms, melalui surel surat elektronik (email), lewat surat biasa, ngeblog, tulis di wall teman, atau bikin senang orang lain dengan berkirim hadiah.

Bagaimana dengan Jum’at yang sekarang?
Amal apa yang sudah kita lakukan?
Amal baik, semoga.
Bersegeralah, selagi masih ada masa.
Lakukan tanpa lelah..
Lillaah.

Referensi: Dari berbagai sumber

(Visited 51 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 22 Mei 2020
Close