21.9 C
Yogyakarta
28 Juli 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Jumlah OTG Diprediksi Mencapai 70 Persen

Akhir-akhir ini dikenal istilah baru dalam penanganan Covid-19, yakni orang tanpa gejala (OTG). OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

Jumlah OTG diperkirakan sangat besar, mencapai 60 bahkan 70 persen. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, 70 persen individu yang positif tertular Covid-19 tidak merasakan gejala gangguan kesehatan.

Ia pun menghimbau agar meningkatkan kewaspadaan. “Hati-hati, sekarang gambaran yang terbanyak hampir sekitar di atas 60 persen atau ada yang mengatakan sampai 70 persen penderita positif Covid-19 ini tanpa gejala atau kita sudah mengenal dengan sebutan OTG,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (6/4/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Orang yang telah tertular namun tidak merasakan gejala atau dengan gangguan minimal, tetap memiliki potensi untuk menjadi penyebar virus.

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 tapi hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali dapat membantu menyebarkan virus. Studi yang dipublikasikan pertengahan Maret lalu menunjukkan

sekitar 80 persen kasus Covid-19 hanya menunjukkan gehala yang ringan. Diakui ahli paru Joseph Khabbaza, MD, ini adalah masalah rumit, “Terkadang gejala yang muncul tidak spesifik dalam dua minggu,” kata Joseph. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, gejala tak spesifik itu bisa seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, dan diare. Di mana gejala tersebut pun dapat mengindikasikan penyakit lain yang lebih umum seperti flu dan pilek. Akibatnya kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan dapat menularkan Covid-19 ke orang lain.

Dalam kasus seperti ini, jalan satu-satunya untuk mengetahui apakah kita terinfeksi Covid-19 atau tidak hanya dengan tes uji laboratorium.

Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terpapar virus ini dari seorang OTG? Yang pertama, seperti dilansir Sehatq.com, tentunya masyarakat dihimbau untuk mengikuti anjuran tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian, penting untuk menjaga jarak aman apabila bepergian.

Yang tidak kalah penting, kita sendiri pun mungkin tidak mengetahui bahwa kita termasuk pada kelompok OTG, sehingga tanpa sadar menyebarkan virus kepada yang lain. Hal inilah yang menyebabkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan Kemenkes menganjurkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, untuk mencegah meningkatnya penyebaran virus corona.

Hal ini langsung dikatakan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Ia menegaskan bahwa setiap warga yang ingin keluar rumah, dihimbau untuk menggunakan masker, dan cukup menggunakan masker dari bahan kain.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA