Ditulis oleh 9:18 am SAINS

Kain Baru yang Tetap Dingin saat Panas, bahkan Tanpa AC

Mereka telah mengembangkan bahan yang mendinginkan pemakainya tanpa menggunakan listrik. Bahan kain tersebut dapat mentransfer panas, dan memungkinkan uap air menguap dari kulit.

Cuaca panas merupakan masalah tersendiri bagi kenyamanan. Berbagai studi dikembangkan, untuk menjawab pertanyaan sederhana, bagaimana mengatasi “panas”, agar tubuh tidak mengalami keadaan yang membahayakan, dan pada sisi yang lain, dapat bekerja secara normal. Banyak penemuan telah dihasilkan, baik yang berbasis pada konsep “mengikuti logika alam”, sampai pada penciptaan alat yang dapat mengatur suhu ruang. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penemuan “AC” (air conditioner), merupakan hasilnya.

Di kota-kota besar, boleh dikatakan bahwa AC menjadi dominan. Manusia kota bergerak dari satu ruang ber-AC ke ruang ber-AC yang lain. Di luar ruang, sudah tidak ada, atau sangat sulit ditemukan ruang hijau, yang membuatnya dapat mengatasi terik matahari. Keadaan ini, tentu menjadi masalah tersendiri, baik bagi kesehatan manusia, maupun soal lungkungan dan konsumsi energi yang sangat besar.

Penyejuk udara dan metode pendinginan ruang lainnya menyumbang kosumsi listrik yang tergolong tidak sedikit. Kini, peneliti melaporkan di ACS Applied Materials & Interfaces bahwa mereka telah mengembangkan bahan yang mendinginkan pemakainya tanpa menggunakan listrik. Bahan kain tersebut dapat mentransfer panas, dan memungkinkan uap air menguap dari kulit.

Mendinginkan tubuh seseorang jauh lebih efisien daripada mendinginkan seluruh ruangan atau bangunan. Berbagai pakaian dan tekstil telah dirancang untuk melakukan hal itu, tetapi sebagian besar memiliki kelemahan, seperti kapasitas pendinginan yang buruk; konsumsi listrik yang besar; pembuatan yang rumit dan memakan waktu; dan / atau biaya tinggi. Yang Si, Bin Ding dan rekannya ingin mengembangkan kain pendingin pribadi yang dapat secara efisien memindahkan panas dari tubuh, selain juga bernapas, anti air dan mudah dibuat.

Para peneliti membuat bahan baru dengan electrospinning polimer (polyurethane), versi yang menolak air dari polimer (fluorinated polyurethane) dan pengisi konduktif termal (boron nitride nanosheets) ke dalam membran nanofibrous. Selaput ini mengusir air dari luar, tetapi memiliki pori-pori yang cukup besar sehingga keringat menguap dari kulit dan udara bersirkulasi. Nanosheets boron nitrida dilapisi nanofibers polimer, membentuk jaringan yang menyalurkan panas dari sumber dalam ke udara luar.

Dalam pengujian, konduktivitas termal lebih tinggi daripada banyak kain konvensional atau berteknologi tinggi lainnya. Membran ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk pendinginan pribadi, tetapi juga untuk pengumpulan energi matahari, desalinasi air laut dan manajemen termal perangkat elektronik, kata para peneliti. (Disadur dari situr sciencedaily)

(Visited 27 times, 2 visits today)
Tag: , , Last modified: 31 Juli 2020
Close