Ditulis oleh 11:21 am KALAM

Karakter Umat Muhammad SAW

Akhlak mulia telah menjadi panglima dan perhiasan setiap muslim, maka kesuksesan dan kebahagiaan hidup menanti kita.

Amma Ba’du

Marilah kita bersyukur dan memuji kebesaran Allah Swt, atas segala nikmat, taufiq dan hidayahNya kepada kita semua. Sholawat dan salam mari kita sampaikan kepada uswah hasanah kita nabi Muhammad Saw. Bersholawat sebagai bukti cinta kita kepada beliau. Allah dan para malaikat pun selalu bersholawat, bagaimana dengan kita?

Mengawali khutbah Jum’at siang ini, kami mengajak marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dengan cara meneladani akhlaqul karimah – karakter mulia Nabi Muhammad Saw.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt.

Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad Saw di bulan ini, mari pada kesempatan yang mulia ini kita mengkaji salah satu firman Allah Swt, yang memberikan informasi kepada kita tentang karakter mulia umat Muhammad dalam QS. Al-Fath [48] ayat ke-29 yaitu : 

Artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud [1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Jama’ah Jum’at yang berbahagia

Mengkaji Al-Qur’an ayat terakhir dari surat Al-Fath [48] yaitu ayat ke-29 diatas, akan memberikan pemahaman kepada kita tentang dua hal penting, yaitu siapa sebenarnya Muhammad SAW., dan apa karakteristik umat Muhammad SAW.

Siapakah Muhammad itu? Muhammad itu adalah utusan Allah (Muhammadurrasulullah). Jawaban Allah ini juga terdapat  dalam QS. Surat Al-Ahzab [33]: 40, Muhammad adalah utusan Allah dan penutup para Nabi (rasuulallah wa khaatama an-nabiyyiin). Selanjutnya melalui ayat 29 dari surat Al-Fath tersebut, Allah menginformasikan tentang empat karakteristik umat Muhammad SAW. Apa saja itu ?

Pertama, memiliki kualitas iman yang kokoh. “Dan orang-orang yang bersama dengan dia (Muhammad) bersikap keras terhadap orang-orang kafir”. Hanya dengan iman yang  kokoh, orang Islam akan memiliki sikap tegas terhadap segala sifat, perilaku orang-orang kafir dan menolak segala hal yang berlawanan dengan keimanan. Dengan kekuatan iman dan akhlak, Allah SWT. melarang kita bersifat lemah dan selalu berdamai dengan orang kafir (QS. Muhammad [47]: 35).

Kedua, penuh kasih sayang. “Tetapi berkasih sayang di antara mereka ”,  yaitu kasih sayang dalam persaudaraan yang dilandasi oleh ikatan iman yang haq yaitu iman kepada seluruh rukun iman. Karakter ini juga dijelaskan Allah SWT.; “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih), dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat.”  (QS. Al-Hujurat [49] : 10).

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt.

Ketiga, tekun beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan. “Mereka rukuk dan sujud (sholat) mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.”  Ikhlas adalah ruh setiap ibadah dalam Islam, tanpa keikhlasan maka segala amal ibadah akan menjadi sia-sia. Imam Nawawi menjelaskan dengan baik, tiga bentuk ibadah yang masih bernilai ikhlas, yaitu ibadah yang dikerjakan dengan niat takut kepada siksa Allah SWT, mengharap pahala dari Allah SWT, dan yang utama adalah berniat untuk mensyukuri nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT.

Karakter keempat adalah, selalu tampil dengan akhlak mulia. “Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud.” Bekas itu bisa berarti efek, dampak, pengaruh atau buah dari suatu perbuatan tertentu. Sebagaimana firman Allah SWT. : “…dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar…” (QS. Al-Ankabut [29]: 45). Buah dari sholat adalah lahirnya akhlak mulia, yaitu kemampuan menghindarkan diri dari  perbuatan keji dan munkar.

Karena itu maka, umat Muhammad SAW tidak cukup hanya memiliki keimanan yang kuat, rasa kasih sayang sesama muslim dan ketekunan beribadah kepada Allah SWT semata. Umat Muhammad SAW, mesti tampil dan berkarakter akhlak mulia, mulia lisannya, mulia pikirannya, mulia hatinya, dan mulia perilaku hidupnya sehari-hari, sebagai buah dari keimanan dan ibadahnya kepada Allah SWT.

Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Ketika karakter akhlak mulia telah menjadi panglima dan menjadi perhiasan setiap muslim, maka kesuksesan dan kebahagiaan hidup menanti kita, dan Muhammad SAW. telah membuktikannya. Bagaimana dengan kita umatnya? Semoga kita mau dan mampu meneladaninya. 

بَرَكَاللهلِىوَلَكُمبِمَافِيْهِمِنَالأيَاتِوَذِكْرِالْحَكِيْموَتَقَبَّلْمِنِّىوَمِنْكُمتِلاَوَتَهُإِنَّهُهُوَالسَّمِيْعُالْعَلِيْمُ.

(Visited 56 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 11 Mei 2020
Close