Kazakhstan Bantah Ada Wabah ‘Pneumonia Tidak Dikenal’

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sebuah pernyataan dari kementerian kesehatan Kazakhstan mengatakan bahwa ada "pneumonia" yang belum dapat ditentukan etiologinya di negara itu.

Baru-baru ini kedutaan besar China memperingatkan tentang pneumonia baru dan mematikan. Namun demikian WHO mengatakan kemungkinan kasus-kasus ini adalah infeksi COVID-19 yang tidak terdiagnosis.

Berita tersebut bersumber dari kedutaan besar China di Kazakhstan yang mengeluarkan peringatan tentang “pneumonia tak dikenal” yang mematikan menyebar di daerah tersebut. Namun pihak berwenang di luar Cina mengatakan bahwa kasus ini kemungkinan masih merupakan kasus COVID-19.

Pada hari Kamis (9 Juli), pejabat dengan kedutaan besar di Kazakhstan mengeluarkan peringatan kepada warga bahwa pneumonia yang tidak dikenal telah menewaskan lebih dari 1.700 orang di Kazakhstan, termasuk warga Cina, menurut CNN. Newsweek menulis bahwa “Tingkat kematian penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus corona.”

Pihak berwenang di Kazakhstan membantah wabah seperti itu, mengatakan bahwa “informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan,” lapor CNN. Sebuah pernyataan dari kementerian kesehatan Kazakhstan mengatakan bahwa ada “pneumonia” yang belum dapat ditentukan etiologinya di negara itu. Namun, pernyataan itu mengatakan bahwa klasifikasi “tidak spesifik” digunakan untuk kasus COVID-19 yang telah didiagnosis berdasarkan gejala tetapi tidak dikonfirmasi dengan uji laboratorium.

Dalam sebuah konferensi pers untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (10 Juli), Dr. Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, mengatakan bahwa berita wabah ini “tentu ada di dalam radar kami,” dan oleh karena itu organisasi tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang di Kazakhstan untuk menyelidikinya.

Kasus ini kemungkinan merupakan kasus COVID-19, mengingat telah terjadinya lonjakan besar COVID-19 di negara tersebut baru-baru ini, dengan lebih dari 10.000 kasus seperti itu didiagnosis di sana pada minggu lalu, kata Ryan. WHO sekarang melihat kualitas pengujian yang dilakukan dan jika beberapa kasus pneumonia yang tidak spesifik ini disebabkan oleh hasil tes negatif palsu untuk COVID-19, katanya.

Ryan mencatat bahwa kelompok pneumonia atipikal dapat terjadi “di mana saja di dunia dan kapan saja,” serta dapat disebabkan oleh sejumlah penyebab, termasuk penyakit Legionnaire (pneumonia berat yang disebabkan oleh bakteri dalam genus Legionella) atau influenza.

“Kurva naik atas kasus COVID-19 di negara ini menunjukkan bahwa banyak dari kasus ini sebenarnya adalah kasus COVID-19 yang tidak terdiagnosis,” kata Ryan. Namun demikian, dia menambahkan bahwa mereka tetap berpikiran terbuka. (disadur dari situs sciencedaily/Njd).

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti