Kebangkitan Nasional Momentum Untuk Bangkit Melawan Covid-19

73. Umi Faizah
Bangsa Indonesia harus bertekad untuk segera membebaskan diri dari ancaman Covid-19.

Hari Kebangkitan Nasional atau yang sering disingkat Harkitnas diperingati setiap tanggal 20 Mei. Peringatan ini disandarkan pada lahirnya dua peristiwa penting yang menjadi tonggak awal diraihnya kemerdekaan Indonesia, yakni berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan berlanjut dengan tercetusnya ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Hari Kebangkitan Nasional pertama kali diperingati pada era pemerintahan Presiden Soekarno di Yogyakarta pada tahun 1948 di Istana Kepresidenan, Yogyakarta. Dalam pidatonya, Presiden Soerkarno mengimbau pada seluruh rakyat Indonesia yang terpecah oleh kepentingan politik agar bersatu untuk melawan Belanda yang lagi-lagi ingin kembali menjajah Indonesia.

Semangat kebangkitan nasional saat itu jelas, yakni membebaskan diri dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi Indonesia. Dengan jalan memperluas kesadaran soal identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Memang, secara formal saat ini kita sudah berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, akan tetapi faktanya, ada banyak peristiwa akhir-akhir ini yang membuat bangsa Indonesia menjadi khawatir akan kedaulatan bangsanya sendiri.

Peringatan hari kebangkitan nasional yang jatuh pada 20 Mei 2020 ini, tentu akan sangat berbeda, baik secara teknis maupun perasaan yang muncul pada setiap insan yang berada di negeri tercinta Indonesia. Bisa dipastikan dalam peringatan Harkitnas tahun ini, tidak ditemukan sekolah-sekolah atau instansi pemerintahan yang menyelenggarakan upacara di lapangan terbuka sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya pandemi corona, yang mempengaruhi semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam hal peringatan hari bersejarah Kebangkitan Nasinal.

Hampir dua bulan penuh kita dihantui oleh adanya pandemi virus corona. Virus yang tidak kasat mata, namun nyata berbahayanya, dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang secara khusus dapat digunakan untuk menanggulangi virus tersebut. Virus ini begitu mengerikan, bayangkan dari yang awalnya di Indonesia baru dua orang yang dinyatakan positif corona di awal bulan Maret 2020, tiba-tiba saja ditemukan banyak korban berjatuhan hingga pada para tenaga medis yang profesional. Data per 15 Mei 2020 sudah terdapat 16.496 kasus positif, dirawat 11.617, meninggal 1.076 dan semnbuh 3.803. DKI Jakarta masih menempati positi tertinggi dengan 5.774 kasus, disusul Jawa Timur 1.921 kasus, Jawa Barat 1.596 kasus, dan Jawa Tengah 1.109 kasus. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dijalankan pemerintah, kurang mendapatkan respon dari masyarakat.

Ironisnya, kesadaran masyarakat untuk tetap bekerja dari rumah, beribadah di rumah mulai mengalami penurunan, terlebih ada informasi pelonggaran PSBB dan mulai di buka supermarket-supermarket, maka sontak masyarakat membanjirinya dengan tanpa mengindahkan protokol menjaga keselamatan dan penularan covid-19 ini. Sungguh mengerikan, masyakat juga mulai banyak yang terjangkiti Cabin Fever, yakni emosi atau perasaan sedih yang muncul akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah atau di tempat tertentu.

Semestinya masyarakat tetap optimis, bahwa pada setiap peristiwa yang menyedihkan atau dirasa menyusahkan seperti saat ini, pasti akan ada masa terjadinya perubahan yang membahagiakan, tentu saja jika masyarakat menyadari akan peran masing-masing dalam penghadapi peristiwa ini bersama-sama.

Jika peringatan hari kebangkitan nasional dulu dimulai dari penyadaran diri akan pentingnya mempertahankan keberadaan NKRI, maka kini hendaklah kita bangkitkan kesadaran diri akan bahayanya virus corona, sehingga kalau dulu kebangkitan nasional memiliki tujuan akhir untuk mengusir penjajah, maka kini kita harus memiliki tujuan yang sama yakni kesadaran untuk bersama-sama melawan corona dengan tujuan akhir segera lenyapnya pandemi corona dari negeri tercinta Indonesia.

Bangsa Indonesia harus bertekad untuk segera membebaskan diri dari ancaman covid-19. Ini bukan saja ancaman penyakit, namun ancaman terhadap kita sebagai individu dan ancaman kita sebagai bangsa. Selain kerugian medis, juga kerugian ekonomi. Efek ekonomi ini tidak hanya harus kita tanggung selama wabah ini berlangsung, tapi beberapa tahun setelahnya. Efek ekonomi ini bisa saja merambat ke hal lain seperti politik, dan pertahanan.

Perjuangan melawan corona  ini tak bisa dilakukan hanya dengan sebagian orang saja yang terlibat, karena bila ada sebagian kecil saja orang yang tidak mau terlibat, maka perjuangan sebagian besar orang bisa menjadi sia-sia. Bersatu dan bersama adalah hal yang sangat penting saat ini. Peringatan Kebangkitan Nasional ini kita jadikan momentum untuk bangkit dan bersatu melawan corona-19 dengan tetap melakukan aktivitas dari rumah, beribadah di rumah, dan tetap menjaga keselamatan bersama agar virus corona tidak menyebar kemana-mana.

Harkitnas 20 Mei 2020 bertepatan pada tanggal 27 Ramadhan 1441 H, bulan mulia yang diyakini oleh umat Islam sebagai bulan penuh berkah dan ampunan. Semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa kita dan membuka kesadaran kita semua untuk bangkit melawan corona bersama-sam. Semoga Allah Swt segera menghilangkan virus ini dari bumi tercinta Indonesia.Selamat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Momentum untuk Bangkit melawan Virus Corona. Sirnalah corona, jayalah Indonesia.

(Visited 167 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020