Keberuntungan Dari Kehidupan Bumi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Pernahkah berpikir bahwa keberuntunganmu seakan membantumu melewati berbagai masalah? Menurut sebuah studi terbaru, dikatakan bahwa tidak hanya manusia yang memiliki keberuntungan, namun juga kehidupan di Bumi. Dalam studi tersebut dikatakan bahwa alasan kehidupan di Bumi dapat bertahan sangat lama dan terus hingga kini dapat ditinggali, setidaknya salah satunya karena keberuntungan. Dengan adanya informasi ini, para peneliti beranggapan bahwa pencarian untuk sebuah Bumi lain di alam semesta mungkin kini akan menjadi lebih mudah.

Studi tersebut menggunakan sebuah simulasi dari evolusi iklim di ribuan planet yang dibuat secara acak. Simulasi ini merupakan yang pertama kalinya dibuat. Dari data geologi yang di dapat menunjukkan bahwa iklim bumi tetap dapat dihuni selama lebih dari tiga miliar tahun. Akan tetapi, keadaan tersebut telah seakan tidak terlalu kokoh dan dapat dikatakan memiliki potensi untuk secara cepat berubah menuju kondisi beku atau dapat juga berubah menjadi sangat panas yang dimana dapat menyebabkan hilangnya kehidupan di seluruh planet.

Peneliti mengatakan bahwa Bumi memiliki misteri tentang mengapa planet ini dapat memiliki Iklim yang stabil secara terus menerus dan oleh karenanya tetap dapat dihuni. Jika melihat Mars dan Venus, keduanya tidak memiliki suhu yang dapat dihuni, walau Mars pernah memilikinya. Bumi tidak hanya memiliki suhu layak huni hingga saat ini, akan tetapi juga mempertahankan suhu tersebut secara terus menerus selama tiga hingga empat miliar tahun yang menurut para peneliti merupakan rentang waktu geologis yang luar biasa.

Diketahui bahwa terdapat banyak peristiwa yang dapat mengancam stabilitas planet bumi ini secara terus-menerus. Contohnya adalah dampak asteroid, solar flares, dan peristiwa geologi besar, seperti letusan gunung api yang besar. Dan benar bahwa asteroid yang menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu menyebabkan kepunahan lebih dari 75 persen dari semua spesies, membunuh dinosaurus bersama dengan banyak spesies lainnya.

Pemodelan komputer sebelumnya mengenai kelayakan dari Bumi untuk ditinggali telah menggunakan pemodelan dari satu planet, yakni Bumi ini sendiri. Akan tetapi, oleh karena inspirasi dari penemuan exoplanet (di luar tata surya kita) yang mengungkapkan bahwa ada miliaran planet yang mirip dengan Bumi di galaksi kita saja. Peneliti dari Southampton mengambil pendekatan baru untuk menyelidiki suatu pertanyaan besar, yakni apa yang menyebabkan Bumi dapat tetap ada dan menopang kehidup dalam waktu yang lama?

Untuk mengeksplorasi hal ini, para peneliti memanfaatkan fasilitas superkomputer Iridis Universitas Southampton untuk menjalankan simulasi guna melihat bagaimana 100.000 planet yang berbeda secara acak menanggapi peristiwa pengubah iklim acak yang tersebar selama tiga miliar tahun sampai mereka mencapai titik di mana mereka kehilangannya. kelayakan huni. Setiap planet disimulasikan 100 kali, dengan kejadian acak yang berbeda setiap kali.

Setelah memperoleh serangkaian hasil yang sangat besar, para peneliti kemudian melihat apakah keberlangsungan dari kelayak untuk dihuni hanya terbatas pada beberapa planet yang selalu mampu mempertahankan kehidupan selama tiga miliar tahun atau sebaliknya tersebar di banyak planet yang berbeda, yang masing-masing hanya terkadang tetap dapat dihuni untuk periode tersebut.

Hasil simulasi tersebut terlihat jelas. Sebagian besar planet yang tetap menopang kehidupan selama periode tiga miliar tahun hanya memiliki kemungkinan, bukan kepastian, untuk tetap dapat dihuni. Banyak contoh planet yang biasanya gagal dalam simulasi dan hanya sesekali tetap layak huni. Dari total populasi 100.000 planet, sembilan persen (8.700) berhasil setidaknya satu kali, dan hampir semua (sekitar 8.000) berhasil kurang dari 50 kali dari 100 dan sebagian besar (sekitar 4.500) berhasil kurang dari 10 waktu dari 100.

Hasil studi menunjukkan bahwa keberuntungan atau peluang merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan apakah suatu planet, seperti Bumi, dapat terus memenjadi rumah bagi kehidupan selama miliaran tahun. Peneliti menyimpulkan bahwa kini kita dapat memahami bahwa Bumi tetap cocok untuk kehidupan begitu lama karena, salah satunya oleh karena suatu keberuntungan. Sebagai contoh, jika asteroid yang sedikit lebih besar menghantam Bumi, atau terjadi pada waktu yang berbeda, maka Bumi mungkin telah kehilangan daya huninya.

Oleh karena kemungkinan yang terlihat buruk tersebut, studi ini berspekulasi bahwa di tempat lain di Alam Semesta seharusnya terdapat planet mirip Bumi yang memiliki prospek awal serupa, namun oleh karena suatu peristiwa kebetulan, pada satu titik menjadi terlalu panas atau terlalu dingin dan akibatnya kehilangan kemampuan untuk ditinggali.

Sumber :
Situs sciencedaily. Materi awal berasal dari University of Southampton. Foto Pixabay.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti