Ditulis oleh 9:37 am KABAR

Kemerdekaan

Selama 75 tahun melangkah, telah banyak yang dicapai. Tentu kesemuanya patut disyukuri sebagai karunia Allah Yang Maha Kuasa, dan sebagai suatu pencapaian.

Hari ini, 17 Agustus 2020, pada jam 10 pagi, usia Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia genap berusia 75 tahun. Sebagai bangsa, tentu usia 75 tahun kemerdekaan, belum masuk dalam kategori lama, tetapi juga bukan waktu yang pendek. Oleh sebab itu, sudah selayaknya momentum penting ini, dijadikan momen refleksi mendalam, suatu refleksi yang ditujukan untuk memeriksa secara sungguh-sungguh perjalanan bangsa dalam mempergunakan kemerdekaannya.

Untuk menyegarkan ingatan bersama, baik jika naskah proklamasi dibaca kembali dengan penuh khidmat:

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

Naskah tersebut terasa sederhana dalam bentuk (teks), namun naskah tersebut menjadi bukti kongkrit dari sebuah tindakan politik yang amat menentukan, suatu tindakan yang mengubah garis sejarah bangsa, dari suatu bangsa yang berada dalam tata kolonial menjadi bangsa yang merdeka atau tidak ada lagi belenggu yang mengikat dirinya. Sejarah mencatat bahwa segera setelah itu (18 Agustus 1945) lahir Undang-Undang Dasar dengan Pembukaan dan terbentuk sebuah pemerintah baru, pemerintah nasional dengan Soekarno-Hatta, sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Sebagai bangsa tentu wajar jika punya keinginan utama yakni segala hal yang bersifat kolonial tidak ada lagi di bumi Indonesia. Oleh sebab itulah, dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas dinyatakan bahwa pemerintah yang hendak dibentuk haruslah pemerintah yang punya kewajiban konstitusional: … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …

Teks itu sendiri, dapat dibaca sebagai bukan sekedar rumusan tentang apa yang sangat diharapkan bangsa sebagai bangsa yang baru saja menyatakan kemerdekaannya, melainkan juga saksi bahwa sebagai bangsa merdeka ia tidak hanya “bebas dari”, tetapi juga “bebas untuk”. Selama 75 tahun melangkah, telah banyak yang dicapai. Tentu kesemuanya patut disyukuri sebagai karunia Allah Yang Maha Kuasa, dan sebagai suatu pencapaian. Namun, rasa sukacita atas pencapaian hendaknya tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan terhadap hal yang lebih mendasar, yakni apakah bangsa telah sepenuhnya bebas dari segala sifat kolonial yang membuatnya tidak 100 persen merdeka.

Dirgahayu Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Merdeka

(Visited 37 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 18 Agustus 2020
Close