Ditulis oleh 12:48 pm KALAM

Kepada Pahlawan Pattimura

Sajak gubahan Abdurrahman Baswedan khusus disumbangkan pada malam resepsi untuk memperingati Pahlawan Maluku Pattimura yang diadakan di Yogyakarta pada 16 Mei 1962

Sajak ini dideklamasikan oleh Dr. Samhary, putera bungsu Abdurrahman Baswedan, deklamator cilik kelas IV SD Muhammadiyah Yogyakarta.

PROLOG

Seakan membayang di mata Pulau-pulau Maluku mengambang
Bertepuk air sekitarnya melandai membuih pecah di tepi
Putih-putih, indah permai bagaikan indung mutia
Di kala jaga engkau di mata, kembang tidur dalam mimpi
Puteramu jauh terhempas, sakit rindu di rantau orang 
Serasa diperas hati mereka selalu mengenang dan mengenang
Mengenang Maluku mengenang dikau,

Wahai pahlawan Pattimura
Sebak air mataku karena terharu
Pahlawan Maluku, Pahlawan Indonesia

Di manakah kau sekarang?
Di langitkah atau di bumi
Atau di jantung cakrawala
Atau sedang menempuh kala
Menjelang Isa sedang menanti
Putera-puteramu nan berjuang
Sebagai dikau, wahai Patti
Gugur bersama para syuhada  
Bagi Tuhan bak tumpah darah
Atau kalah atau menang
Namun syuhada tidaklah mati

Di manakah kau sekarang?
Di langitkah atau di bumi
Kau di hati kami, Patti
Kau bukan insan biasa
Milyunan lahir, milyunan hilang
Hilang cuma karena mati

Di manakah kau sekarang?
Di langitkah atau di bumi
Ah, takkan beta bertanya lagi
Beta tahu di mana dikau, Patti
Di singgasana Bunda Maria
Namamu tetap gilang-gemilang
Engkau tak pernah mati
Makammu hanya tulang belulang
Bukan di sana tempat mencari
Pahlawan kita: Pattimura
Carilah dia di setiap putera
Putera Maluku dan berjuang
Tetap merdeka atau mati

Alangkah terharu beta mengenang 
Mengenang dikau memperingati
Riwayat hidupmu, Pattimura
Pahlawan bangsa Indonesia
Akhir hayatmu di atas tiang
Permulaan hidup kami

Di ruang mata kau terbayang 
Gagah perkasa bersandang klewang
Seakan mau berperang lagi
Menuntut balas pada Belanda!
Jangan, jangan, Pattimura
Tugasmu selesai, tinggallah tenang
Putera-puteramu jadi pengganti
Berkatilah mereka pejuang
Yang sedang himpun di sini
Wahai Pahlawan Pattimura
Tidak pernah kau hilang
Bila kau mati, kata orang
Beta kan jawab dengan lantang:
Satu mati, patah tumbuh, seribu pengganti!

Sala, 14 Mei 1962


Sajak gubahan Abdurrahman Baswedan khusus disumbangkan pada malam resepsi untuk memperingati Pahlawan Maluku Pattimura yang diadakan di Yogyakarta pada 16 Mei 1962 oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Maluku dan Irian Barat di Yogyakarta.

Sumber: buku Nabiel A. Karim Hayaze’ (2015) A.R Baswedan Revolusi Batin Sang Perintis (Kumpulan Tulisan dan Pemikiran). Bandung: Mizan, hal 204-206. 

(Visited 48 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 5 Maret 2020
Close