Ditulis oleh 10:48 am KALAM

Kepemimpinan Nabi: Manajemen STAF

Rasulullah SAW memiliki beberapa sifat utama, yang harus ada dalam sifat seorang pemimpin, yaitu Shidiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.

Sebagai manusia pilihan (al-mushthafa), Rasulullah Muhammad SAW memiliki beberapa sifat utama, yang mana sifat-sifat utama itu disederhanakan dalam empat bentuk sifat utama seorang pemimpin, yang sering disebut sebagai Kepemimpinan STAF (Shidiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah). Empat sifat wajib Nabi ini ternyata merupakan ciri-ciri kepemmpinan dalam manajemen modern yang dapat membawa kesejahteraan dan kebahagiaan yang dipimpinnya. Dan masing-masing kita membutuhkan berkembangnya kepemimpinan Rasuli yang seperti ini. 

Pertama, jujur (shidiq), satu kepemimpinan rasuli yang jujur dan benar serta terhindar dari kedustaan dan kebohongan. Segala apa yang diucapkan patut didengar dan dibenarkan, serta satunya antara perkataan dan perbuatan. Indikator kepemimpinan yang bersifat shidiq adalah pemimpin yang memiliki integritas kepribadian, niat yang tulus karena Allah SWT, bisa berfikir alternatif, berbicara dengan benar, memiliki sikap yang terpuji, dan memiliki perilaku teladan. 

Kedua, terpercaya (amanah); satu kepemimpinan rasuli yang terpercaya dalam mengemban amanat atau kepercayaan orang lain. Beliau tidak pernah khianat atau mengingkari janjinya, sebab jika berperilaku yang seperti itu termasuk pemimpin yang munafik. Memegang amanah/kepercayaan ini merupakan salah satu unsur keberhasilan kepemimpinan. Kepemimpinan yang amanah adalah kepemimpinan yang bertanggung jawab dengan indikator :  terpercaya, cepat tanggap, akurat, dan  disiplin.

Ketiga, menyampaikan perintah (tabligh); satu kepemimpinan rasuli yang menyampaikan dan menyebarluaskan informasi atau suatu perintah yang baik, tanpa ada upaya untuk menyembunyikan untuk dirinya sendiri. Keburukan tidak selayaknya ditutup-tutupi, meskipun barangkali dapat merugikan pemimpin manakala keburukan itu terbongkar/terkuak.  Kepemimpinan tabligh adalah kepemimpinan yang berlandaskan kasih sayang, dengan indikator: komunikatif,  transparan, membimbing, visioner, dan  memberdayakan. Seorang pemimpin juga harus memberikan peluang bagi munculnya calon penggangi melalui proses kaderisasi dan pembibitan.

Keempat, cerdas (fathonah); satu kepemimpinan rasuli yang cerdas dalam mengemban amanat, baik secara intelektual, emosional, moral, sosia, bahkan spiritual. Pemimpin haruslah seorang yang cerdas, trampil, mumpuni, dan tanggap ing sasmita serta ngerti sak durunge winarah. Kekurangcerdasan dan berbagai keterbatasan lain yang dimiliki  seorang pemimpin merupakan awal dari kesalahpahaman yang dipimpinnya, yang pada akhirnya mendatangkan perpecahan dan kehancuran. Kepemimpinan fathonah adalah kepemimpinan yang profesional dengan indikator: semangat perbaikan berkelanjutan (learning organization), cerdas, inovatif, terampil, dan adil. 

Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW ini kehadirannya membawa berkah dan kesejahteraan keluarga serta umat manusia baik secara jasmani maupun rohani; melahirkan pemimpin dengan kehidupannya yang sederhana, jujur dalam berdagang dan dapat dipercaya; perilakunya qur’ani; hatinya bersih karena pernah dioperasi oleh malaikat; tabah dalam menghadapi berbagai ejekan, cemoohan, dan siksaan, tidak memiliki dendam kesumat pada orang yang menyakiti, seperti kaum Thaif; mampu mengendalikan diri dalam berperang, seperti tidak membunuh orangtua, wanita, dan anak-anak, dan yang telah menyerah. Dan kita sebagai umatnya hendaklah dapat mencontoh model kepemimpinan Rasulullah itu; yaitu Kepemimpinan STAF.  Semoga!!!

(Visited 135 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 13 Mei 2020
Close