Keputusan Lebih Baik Ketika Mementingkan Orang Lain

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Karena kita adalah “hewan sosial”, secara naluriah kita pun juga belajar dan mempertimbangkan konsekuensi berbahaya dari tindakan kita terhadap orang lain.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang-orang menjadi jauh lebih baik dalam belajar dan mengambil keputusan ketika mencoba menghindari membawa atau membahayakan orang lain.

Manusia sering kali digerakkan oleh kepentingan pribadi mereka sendiri. Untuk melihat hal ini, sebuah studi meminta partisipanya untuk belajar sebuah permainan yang dapat menghasilkan uang. Studi tersebut menyatakan partisipan belajar jauh lebih cepat ketika mereka menghasilkan uang untuk diri mereka sendiri dibandingkan bila untuk orang lain. Namun demikian, pola tersebut berubah ketika dimasukkan faktor bahaya fisik.

Para peneliti menyelidiki seberapa efektif orang belajar menghindari bahaya bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Saat berada di dalam pemindai fMRI (Pencitraan resonansi magnetik fungsional), para partisipan memainkan permainan dengan sengatan listrik. Mereka memilih dua simbol abstrak, dimana salah satu simbol tersebut berpeluang besar untuk memberikan sengatan listrik yang tidak menyakitkan sementara simbol yang lainya memiliki peluang kecil untuk memberikan sengatan yang menyakitkan.

Di dalam pemodelan komputasi, terungkap bahwa para peserta secara lebih baik membuat pilihan yang optimal, yakni memilih tombol yang menghasilkan rasa sakit paling sedikit, ketika mereka memilihkan untuk orang lain, ketimbang untuk diri mereka sendiri. Hal tersebut dapat dijelaskan dengan peningkatan kepekaan terhadap nilai suatu pilihan dengan pilihan lainnya.

Bagi mereka yang benar-benar berusaha menghindari menyakiti orang lain, menunjukkan peningkatan aktivasi di korteks prefrontal ventromedial (VMPFC), area otak yang terlibat dalam mengevaluasi keputusan. Memilih untuk orang lain juga dikaitkan dengan aktivitas yang disinkronkan antara VMPFC dan persimpangan temporoparietal, wilayah yang terlibat dalam menilai keadaan emosional orang lain. Hal ini menyiratkan bahwa pembelajaran dan pengambilan keputusan dalam berbagai bentuk berasal dari kolaborasi antara sistem penilaian saraf dan otak sosial.

Kita secara naluriah selalu belajar dengan cepat untuk menghindari tindakan yang merugikan diri kita. Dan juga karena kita adalah “hewan sosial”, secara naluriah kita pun juga belajar dan mempertimbangkan konsekuensi berbahaya dari tindakan kita terhadap orang lain. Di dalam studi yang dilakukan, diselidiki bagaimana belajar melindungi orang lain dari rasa sakit (pembelajaran prososial) berbeda dengan belajar melindungi diri sendiri (pembelajaran yang relevan dengan diri sendiri).

Dari studi tersebut, dapat dikatakan bahwa manusia berkerja jauh lebih baik ketika mereka mementingkan orang lain ketimbang saat mereka mementingkan diri sendiri oleh karena ketika menyangkut orang lain, kita menjadi jauh lebih sensitif terhadap informasi yang mereka kumpulkan serta ketika membuat pilihan untuk yang orang lain. (Disadur dari situs sciencedaily)

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti