Ditulis oleh 8:18 am COVID-19

Kesadaran Baru Sebagai Momentum Kebangkitan Menghadapi Covid-19

Keberadaan negara dalam konteks teori government memang tidak lagi menjadi peran sentral. Selain negara terdapat sektor swasta dan masyarakat yang juga memiliki peran yang sama pentingnya.

Kasus merebaknya virus corona atau dikenal dengan istilah Covid-19 semakin hari menunjukkan peningkatan sementara vaksin untuk mengatasi hal tersebut masih dalam proses uji coba. Kondisi ini ternyata berdampak di berbagai bidang kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Di sektor ekonomi, sumber berita Kontan menyebutkan bahwa sampai 11 April lebih dari 1,5 juta karyawan putus kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Di mana 1,2 juta pekerja itu berasal dari sektor formal, 265.000 dari sektor informal. Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia di bawah level 50 yakni hanya 45,3 pada Maret 2020. Di bidang sosial dan budaya mulai dikenal istilah new normal dalam menghadapi situasi pandemik Covid-19. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan krisis secara massif.

Permasalahan yang kurang cepat ditangani secara baik oleh pemerintah termasuk dalam hal pengambilan kebijakan pemberian bantuan telah memunculkan banyak persoalan di tingkat grassroot. Kisruh dana bantuan sosial yang terjadi di beberapa daerah merupakan fakta yang menunjukkan bahwa negara belum mampu menjamin kehidupan warganya di tengah krisis yang melanda. Permasalahan utamanya terletak pada keterbatasan sumber daya yang tersedia di suatu wilayah dan minimnya akses bagi masyarakat terdampak. Problem penyaluran bantuan yang disalurkan melalui dana desa tidak akan terjadi jika kesadaran masing-masing pihak baik penyelenggara pemerintahan maupun masyarakat mampu memetakan siapa yang termasuk golongan didalamnya. Dalam kondisi saat ini diperlukan redefinisi ulang masyarakat yang terdampak agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.

Keberadaan negara dalam konteks teori government memang tidak lagi menjadi peran sentral. Selain negara terdapat sektor swasta dan masyarakat yang juga memiliki peran yang sama pentingnya. Hal ini dapat kita lihat dari kecepatan dan daya tanggap dalam menghadapi kondisi saat ini. Ketika pemerintah masih berproses pada refocusing anggaran, lembaga swasta dan masyarakat secara spontan tergerak untuk mengumpulkan donasi. Konser amal yang dilakukan oleh almarhum Didi Kempot misalnya mampu mengumpulkan donasi sebesar 7,6 milyar dalam waktu singkat. Aisyiyah melalui Gerakan ta’awun di tingkat ranting (desa/kelurahan) mampu memberikan bantuan sembako dan kebutuhan pangan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.

Di Yogyakarta juga muncul gerakan majelis maujahitin (mamajahit) yang membuat dan menyalurkan baju APD bagi tenaga medis. Ada juga gerakan dapur pangan yang membagikan nasi bungkus kepada pengemudi becak dan pekerja informal. Kesemuanya dapat menjadi contoh kesadaran masyarakat dalam bidang sosial kemanusiaan yang semakin meningkat. Kolaboratif para pemangku kepentingan mampu menjadi kunci kebersamaan.

Hikmah adanya virus corona ini mengajak manusia untuk melakukan instrospeksi atas perbuatan manusia terhadap diri dan lingkungannya. Jika dahulu para pejuang menyatukan diri melawan penjajah maka momentum hari kebangkitan nasional tahun ini menjadi pengingat pentingnya membangun kesadaran baru (new awarness) dalam semangat kebersamaan melawan sifat keserakahan. Ungkapan “ambil seperlunya” dapat diartikan sebagai upaya untuk mengendalikan diri. Konsep pengendalian diri tidak hanya dalam hal yang bekaitan dengan kepentingan individu tetapi secara luas menyangkut kepentingan umat dan bangsa.

New awareness untuk berperilaku hidup sehat, tidak mengambil yang bukan haknya, menjaga kelestarian lingkungan dari hal yang paling sederhana dengan memilah sampah dan menggunakan barang dengan menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle), membatasi penggunaan kendaraan bermotor, mengoptimalkan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, dan tetap optimis menghadapi situasi yang ada. Bangkit menjadi manusia yang lebih memahami arti berbagi, membantu dan peduli pada alam sekitar.

(Visited 69 times, 1 visits today)
Last modified: 20 Mei 2020
Close