32.7 C
Yogyakarta
21 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

Keseharianku di Masa Pandemi

“Haaah…… di rumah lagiiiii di rumah lagiiiiiiiiii, kapan bisa sekolah???? Mulai tanggal 17 Maret aku memang sudah mulai belajar dari rumah. Yuk kita simak keseharian ku saat belajar dari rumah”

Setelah sholat subuh aku kembali meneruskan tidur sampai matahari meninggi. Setiap pagi ibu datang membangunkanku karena kegiatan belajar online sudah dimulai.

“Mbak, ayo bangun ustadzah sudah ngasih soal lho…. Ayo mbak banguun…..” kata ibu berulang kali guna membangunkanku “Emang udah jam berapa sih bu?” kataku bertanya “Jam 8 mbak makanya bangun ayo….” Kata ibu menjawab “Oh iya, sekarang pelajaran apa?” aku bertanya lagi “Biasanya apa coba??? Ibu juga kurang hafal kayaknya Bahasa Inggris dech” jawab ibu “Ok” jawabku singkat.

Setelah sarapan dan sholat dhuha aku mulai mengerjakan soal yang diberikan ustadzah lewat group kelas.

“Ada yang susah??” Tanya ibu “Belum bu………” jawabku. “Oh ya….. ibu mau masak dulu ya……..” kata ibu. “Ibu mau masak apa?” tanyaku. “Apa ya enaknya?” ibu balik bertanya “Terserah dech “ jawabku.

Memang selama belajar dari rumah (daring online) aku jadi kurang fokus saat belajar ataupun mengerjakan soal. Suasananya tidak seperti di sekolah yang biasanya aku bisa fokus belajar. Tapi ini di rumah, dengan suasana rumah pula, aku jadi kurang bersemangat belajar. Karena yang aku lihat ya seperti biasa yaitu ibu masak, ibu nyuci dan berbagai kegiatan rumah lainnya. Juga dengan ruangan rumah yang tidak seperti ruang kelas, jadi aku kadang mengentengkan masalah belajar, malah asyik rebahan dan main.

Kegiatanku di rumah tidak sekedar belajar soal dari ustadzah saja. Aku juga mencoba beberapa eksperimen seru sains atau coba resep masakan yang mudah lho. Jadi aku tidak terlalu bosan hanya dengan mengerjakan pelajaran sekolah.

Selain eksperimen seru-seruan itu, aku juga belajar mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, menghidupkan dan mematikan kompor, menjemur baju dan lain sebagainya. Selain itu aku juga belajar membuat kerajinan tangan seperti decoupage, membuat bunga dari kertas karton, membuat istana kertas, membuat hiasan amplop dan karya lainnya.

Selama belajar daring aku mendapat banyak pengetahuan baru selama stay at home. Aku jadi banyak belajar dengan bapak dan ibu, dan itu juga menyenangkan. Tapi tetap saja ada yang tidak menyenangkan. Ya apa lagi kalau bukan tidak bisa main dengan teman-teman hingga waktu yang tidak terhingga.

Selagi menunggu dhuhur biasanya aku membaca buku, berkreasi, nonton TV ataupun hanya rebahan sambil main game di HP. Memang siih aku belum punya HP sendiri tapi aku tetap bisa berman HP milik ibu atau bapak. Aku sich sepakat saja ketika sampai saat ini bapak dan ibuku belum mau memberiku HP untuk aku sendiri. Bapak dan ibu menganggap aku masih terlalu kecil untuk dapat dipercaya memiliki HP sendiri, khawatir banyak dampak buruknya untukku.

ALLAHUAKBAR!!!ALLAHUAKBAR!!! ASHADUALLAILAAAHAILLAWAAH!!!

“Mb, sudah adzan, sholat yuk…..” kata ibu. “Bentarlah buu, ya…. Plis ya… pliiiiis“ kataku memohon. “Ya, udah jam 12.30 sholat ya…..” kata ibu. “Ok siap” jawabku.

Setelah sholat aku melanjutkannya dengan tilawah satu lembar dan setelah itu kembali melanjutkan aktivitas lainnya atau tidur siang. Biasanya jika tidak tidur, aku sering menonton acara laptop si unyil, si bolang, si otan, dan beberapa kartun favorit. Selain itu juga sering mencatat ilmu yang aku dapat setelah menonton acara TV edukatif anak-anak, karena kadang aku juga mempraktikkannya sendiri di rumah. Seperti membuat sampul buku dari kertas kado ala si unyil trans7 atau cara membuat perahu dari kulit jeruk bali ala si bolang trans 7.

Sebenarnya menonton acara TV edukasi anak-anak tidak hanya untuk menambah ilmu saja tetapi juga bisa menjadi hiburan di kala senggang. Selain melihat tayangan edukasi aku juga sering menonton kartun dan film anak anak lainnya seperti my little pony, chibi maruko chan, upin ipin, monkart, kisah nabi musa daaaaan lain sebagainya. Hihiihihi banyak banget ya??? Ya iyalaah kan untuk mengisi waktu di kala stay at home agar tidak bosan maksudnya……

Tak terasa sudah Ashar. Aku segera membereskan mainan dan mengambil wudhu. Biasanya aku sholat ashar berjamaah dengan ibu. Berjamaahnya cuma dua orang tapi kan yang penting ada imam ada ma’mum. Kalau Maghrib dan Isya baru jamaah dengan bapak, kalau tidak ada acara ataupun keluar kota.

Setelah sholat Ashar aku sering menonton monkart atau chibi maruko chan jika Sabtu atau Ahad. Sembari menonton aku juga sering membantu ibu menyapu lantai dan membersihkan rumah. Iya memang tidak seluruh rumah tapi ya…. Lumayan laaah daripada ibu kerja sendiri.

Tok!! Tok !!! tok !!! tok!!!
Itu suara pintu yang diketok oleh bapak.
“Bapak ?” tanyaku. “Iya mbak” jawab bapak. “Oh iya bentar ya….” kataku lagi. Menjelang matahari terbenam bisanya bapak baru pulang dari kantor. Dan itu juga pertanda waktu aku untuk segera mandi.

Masuk waktu Maghrib aku mengambil wudlu dan menggelar sajadah untuk sholat berjamaah bersama bapak dan ibu.  Setelah sholat Maghrib dilanjutkan dengan tilawah dan murajaah bersama ibu atau bapak. Setelah mengaji aku lalu melepas rukuh setelah itu membantu ibu menyiapkan makan malam.

Aku mengambilkan piring, air minum, sendok, dan nasi. Kemudian aku, ibu, dan bapak makan bersama sama dengan lauk pauk yang ada. Setelah selesai makan aku terkadang membantu ibu mencuci piring dan menatanya ke rak piring setelah dicuci.

Setelah makan biasanya sudah adzan Isya jadi aku langsung mengambil wudhu dan sholat berjamaah lagi dengan bapak dan ibu. Setelah berdoa dan mencium tangan bapak dan ibu, aku segera melipat rukuhku. Kemudian aku menonton TV bersama ibu dan bapak sambil menikmati camilan atau sebagainya.

Jam di dinding menunjukkan pukul 21.00. Aku segera masuk ke kamar untuk tidur. Setelah mengganti lampu dengan lampu redup, aku langsung tidur dengan lelap.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA