Ditulis oleh 2:16 pm KALAM

Keteladanan Nabi Muhamad SAW Dalam Mengarungi Kehidupan

Oleh : Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabi`ul Awal   Tahun Gajah di Makkah al-Mukarramah. Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momentum awal, babak baru kejayaan Islam dalam konteks penyebaran agama Islam sebagai agama tauhid. Tugas dan tanggung jawab nabi Muhammad SAW sangat berat, karena pada saat itu Nabi  dihadapkan dengan zaman yang penuh kejahiliahan (kebodohan).

Penyakit jahiliah ini sudah pada tingkatan yang sangat  kronis, keyakinan dan kepercayaan keberagamaan pada saat itu hanya menyembah berhala (patung-patung) yang diyakini memberikan kebaikan dan kebahagiaan. Posisi perempuan saat itu sangat dimarjinalkan, perempuan dianggap hanya sebagai pelayan untuk pemuas nafsu birahi, boleh dibunuh karena dianggap sebagai penyebab aib di dalam keluarga, dan sebagainya. Maka persoalan inilah yang harus dientaskan oleh seorang nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya.

Dalam al-Quran surat Al-Anbiya` ayat 107 Allah SWT berfirman : “Tidaklah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat sekalian alam”. Dalam hadits Nabi disampaikan bahwasanya; “ia di utus ke muka bumi ini untuk membenahi akhlak manusia”. Secara tegas ayat dan hadits ini mengatakan bahwa tugas nabi Muhammad SAW adalah merekonstruksi moralitas, akhlak dan perilaku manusia. Mengenai keluhuran akhlak Nabi, Allah berfirman: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.  (QS. al-Qalam, 68: 4).

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”.  (QS. al-Qalam, 68: 4).

Untuk merekonstruksi persoalan tersebut nabi Muhammad SAW mengawali dakwahnya dengan cara sembunyi-sembunyi, diawali dengan mengajak orang-orang terdekatnya untuk mengikuti ajaran Islam. Selanjutnya dakwah Rasulullah dilancarkan secara terang-terangan serta didukung oleh orang-orang terdekatnya yang telah mengikuti ajaran Islam sebagai generasi awal Islam.

Sebagai pembawa risalah yang rahmatan lil’alamin, Nabi Muhammad SAW merupakan Rasul akhir zaman dan risalahnya juga merupakan risalah yang terakhir. Dengan risalah yang dibawa Muhammad SAW yang relatif singkat selama 23 tahun, Muhammad SAW berhasil dan sukses merekonstruksi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Keberhasilan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW didukung oleh metode yang digunakan terutama metode dakwah amaliyah. kefasihan lidah yang dimilikinya serta kepribadian yang kuat penuh daya tarik dan daya pikat, penguasaan terhadap audien, juga karena sikap mental yang membaja. Setidaknya Rasulullah Muhammad SAW menjadi contoh bagi orang yang beriman pada delapan aspek; yaitu dalam kepemimpinan pribadi, kepemimpinan usaha, kepemimpinan berkeluarga, mencapai visi dan misi,  kepemimpinan sosial dan politik, kepemimpinan pendidikan, kepemimpinan hukum, dan kepemimpinan militer.

Keberhasilan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW didukung oleh metode yang digunakan terutama metode dakwah amaliyah.

Rasulullah Muhamad SAW  berhasil membuat suatu revolusi kemanusiaan yang total dan frontal, yang sekaligus membuat suatu perubahan wajah dan bentuk kehidupan manusia di dunia ini. Perubahan tersebut adalah merombak sistem kehidupan bangsa Arab pada masa jahiliyah yang ditandai dengan berkembangnya kemusyrikan, khurafat dan tahayyul, kemudian Rasulullah SAW membangunnya menjadi masyarakat baru yang  melandaskan sikap, pandangan dan tatanan kehidupan di atas landasan Tauhidiyah dan Taqwallah yang mengangkat derajat manusia kepada kemuliaan dan peradaban yang tinggi.

Aktualisasi dakwah Rasulullah SAW tidak hanya berisi ketauhidan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Al-Qur’an dan Ash-Shunah menyimpulkan bahwa dakwah yang dilakukan nabi Muhammad SAW dan para sahabat, selain bersifat ritual, spiritual dan moral, nabi Muhammad SAW dan para sahabat juga melakukan dakwah yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Nabi Muhammad SAW merupakan manusia berakhlak mulia yang menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang menerjemahkan al-Qur’an dalam kehidupannya. Menjadi kewajiban setiap mukmin untuk mencontoh dan menjadikan beliau sebagai suri teladan, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab, 33: 21). Semoga kita mampu menjadikan beliau Rasulullah Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah di dalam mengarungi kehidupan dunia sekarang ini. Aamiin.

(Visited 1.930 times, 6 visits today)
Tag: , , Last modified: 4 Mei 2020
Close