Ditulis oleh 11:08 am KABAR

Keteladanan Rasulullah Membina Ummat Periode Madinah

Majelis Taklim Nusaibah Yayasan Abdurrahman Baswedan menyelenggarakan pengajian rutin yang pada pekan ini mengangkat tema Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat…

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah.”
(QS. Al-Ahzab:21)

Majelis Taklim Nusaibah Yayasan Abdurrahman Baswedan menyelenggarakan pengajian rutin yang pada pekan ini mengangkat tema Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membina Ummat Periode Madinah, Kamis, 13 Februari 2020, di Sekretariat yayasan, Perumahan Timoho Asri IV, No. B9C, Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara Dr. H. Khamim Zarkasi Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina Yayasan Abdurrahman Baswedan.

Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah merupakan peristiwa besar bagi umat Islam. Bahkan peristiwa hijrah tersebut menjadi awal tahun kalender Islam dan diperingati hingga sekarang.

Rasulullah hijrah ke Madinah dipicu oleh tekanan yang semakin besar dari kaum Quraisy terhadap pengikut-pengikut Nabi SAW, dan terhadap diri Nabi Muhammad. Akibatnya Rasulullah mengalami kesulitan dalam berdakwah. Di sisi lain, perkembangan Islam di Madinah saat itu sudah cukup baik. Hal ini semakin membuat kaum Quraisy menjadi iri hati dan kesal melihat perkembangan Islam di Madinah itu. Sebab itulah mereka bertambah dendam hatinya dan makin kejam terhadap orang-orang Islam di Mekkah dan berusaha keras untuk membunuh Nabi SAW.

“Berkat perjuangan suku Khazraj dan Aus muslimin di Yastrib (Madinah) makin hari makin bertambah banyak dan subur perkembangan Islam. Maka kota Madinah menarik hati bagi kaum muslimin di Mekkah,” jelas Khamim Zarkasih.

Kaum muslimin Madinah menyambut muslimin yang baru datang dari Mekkah dengan baik. Seolah-olah menerima keluarga sendiri yang sudah lama tidak bertemu. Sebaliknya, kaum muslimin dari Mekkah yang datang itu senang dan tenteram seperti berada di rumah sendiri. Hal itu sesuai dengan janji orang-orang suku Khazraj dan Aus dalam Ikrar Aqabah Kubra, bahwa mereka akan berusaha menjaga keselamatan kaum muslimin dan membantu menegakkan Islam.

Menurut Khamim, hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah merupakan strategi perjuangan penyiaran Islam. Setelah hijrah, Rasulullah memproklamasikan berdirinya Negara Islam. Islam di Madinah menjadi subur. Pertumbuhan dan perkembangan Islam pada periode sebelum Nabi saw hijrah bukan saja lambat dan banyak hambatan, melainkan Peletak dasar politik dan sosial. Namun setelah hijrah menjadi lebih pesat.

Usaha yang pertama-tama di lakukan Nabi untuk membina kaum muslimin di Madinah antara lain dengan mendirikan dan membina Masjid An-Nabawi. Nabi juga membina persaudaraan kaum Muslimin (ukhuwah Islamiyah) di Madinah. Melakukan penataan hidup bersama kaum/bangsa yang sudah ada di Madinah, termasuk melalui perjanjian dengan bangsa Yahudi.

“Yang juga penting dalam periode ini adalah tumbuhnya rasa percaya diri dan ukhuwah Islamiyah,” tandas Khamim.

(Visited 7.260 times, 28 visits today)
Tag: Last modified: 15 Februari 2020
Close