Ditulis oleh 10:53 am KALAM

Ketika Hadis Nabi Disampaikan

Adalah perbuatan tercela meninggikan suara di majlis yang disampaikan di dalamnya ayat-ayat Allah dan hadis Rasulullah.

Oleh : Ahmad Hasanuddin Umar

Dalam kitab al-‘Ilmu wa al-Hilm karya Syaikh Abu Hasan Ādam bin Abi Iyyās al-‘Asqalāniy (132-220 H) salah seorang guru dari al-Imām al-Bukhari (194-256 H), kitab ini dita’liq atau diberi catatan kaki oleh al-Ustādz Dr. Amir Hasan Shabriy at-Tamīmīy.

Pada halaman 175 Bab Majālis al-‘Ilm disebutkan ada riwayat yang menceritakan bahwa Malik bin Anas rahimahullāh penulis kitab al-Muwaththa’ (93-179 H) ketika beliau akan menyampaikan hadis Nabi shallallāhu alaihi wa sallam dalam suatu majlis, beliau mandi terlebih dulu, kemudian memakai minyak wangi dan mewangikan tempatnya, apabila ada orang yang meninggikan suaranya dimajlis tersebut maka beliau akan melarangnya, kemudian beliau mengutip firman Allah ta’ālā dari QS. Al-Hujūrāt ayat 2 :

قال الله تعالى : یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَرۡفَعُوۤا۟ أَصۡوَ ٰ⁠تَكُمۡ فَوۡقَ صَوۡتِ ٱلنَّبِیِّ وَلَا تَجۡهَرُوا۟ لَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ كَجَهۡرِ بَعۡضِكُمۡ لِبَعۡضٍ أَن تَحۡبَطَ أَعۡمَـٰلُكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ. (سورة الحجرات : ٢)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sia-sia sedangkan kamu tidak menyadari.”

Kemudian beliau (Imam Malik bin Anas) rahimahullāh mengatakan : “Barangsiapa yang meninggikan suaranya ketika disampaikan hadis Rasulullāh shallallāhu alaihi wa sallam, seakan-akan dia sedang meninggikan suaranya di atas suara Rasulullāh shallallāhu alaihi wa sallam.”

Ini menujukkan bahwa meninggikan suara di majlis yang disampaikan di dalamnya ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Rasulullāh shallallāhu alaihi wa sallam adalah perbuatan tercela yang dilarang dalam agama karena perbuatan tersebut dianggap sama seperti perbuatan seseorang yang meninggikan suaranya dihadapan Nabi ketika beliau masih hidup, larangan ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Hujūrāt diatas.

(Visited 82 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 Mei 2020
Close