Ditulis oleh 9:28 am KALAM

Keutamaan Hari ‘Asyuro’

Umat Islam seyogyanya menyambut hari ini, 10 Muharam dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu.

Hari ‘Asyuro’ atau hari ke-10 di Bulan Muharrom dalam kalender Islam merupakan hari yang penuh sejarah. Menurut beberapa riwayat disebutkan, banyak peristiwa penting yang dialami para nabi dan peristiwa penting lainnya yang terjadi di hari itu pada masa yang lalu.

Adapun peristiwa-peristiwa penting terjadi pada tanggal 10 Muharrom adalah :

1. Nabi Adam as diterima taubatnya Allah swt setelah 200 tahun lamanya menangisi kesalahannya.

2. Nabi Idris as diangkat oleh Allah ke langit (langit ke-4).

3. Nabi Nuh as diselamatkan Allah dari banjir besar setelah di beri hujan selama 40 hari lamanya, dengan keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan.

4. Nabi Ibrohim as diselamatkan Allah dari api pembakaran Raja Namrud dan diangkat menjadi Kholilulloh.

5. Allah menurunkan kitab Taurot kepada Nabi Musa as.

6. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah dibebaskan dari fitnah.

7. Penglihatan Nabi Ya’qub as yang kabur karena banyak menangis atas hilangnya putranya yaitu Nabi Yusuf as, kembali dipulihkan oleh Alloh.

8. Nabi Ayyub as dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya selama 7 tahun yang menjadikannya ditinggalkan oleh istri-istrinya kecuali 1 yang setia yaitu Rohmah.

9. Nabi Yunus as selamat, keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 3 atau 7 atau 40 hari 40 malam.

10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa as dan pengikutnya dari tentara Fir’aun dan di tenggelamkannya fir’aun beserta bala tentaranya.

11. Kesalahan Nabi Dawud as diampuni dosanya oleh Allah swt.

12. Nabi Sulaiman as di berikan oleh Allah swt sebuah kerajaan yang besar.

13. Nabi ‘Isa as diangkat ke langit (langit ke 2 bersama Nabi Yahya bin Zakaria as).

14. Allah memberikan jaminan pengampunan pada Nabi Muhammad saw, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. (Allah mengampuni Nabi Muhammad saw dan Nabi-nabi serta Rosul-rosul yang lainnya padahal mereka semua itu Ma’shum alias di jaga dari dosa. Maksudnya adalah Allah swt semakin menyucikan dan menjauhkan mereka dari kesalahan dan dosa).

Dengan memperhatikan berbagai peristiwa tersebut di atas yang sangat penting dalam perkembangan peradaban manusia, maka umat Islam seyogyanya menyambut hari ini, 10 Muharam dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Selain itu patut mensyukuri atas peristiwa-peristiwa yang baik peradaban manusia. Yang salah satunya dengan menjalankan puasa ‘Asyuro’ atau puasa di hari ke-10 Muharrom.

Puasa ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaan orang Arab, bahkan diyakini sebagai kewajiban. Namun setelah diturunkan perintah kewajiban menunaikan puasa Ramadan. Maka posisi puasa 10 Muharam menjadi ibadah yang disunahkan, karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun.

Rosulullah saw dalam beberapa kesempatan banyak sekali memberikan penjelasan mengenai keutamaannya. Diantaranya sabda Beliau, yaitu :

‎أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللّٰهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Romadlon adalah (puasa) di bulan Alloh (bulan) Muharrom, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib (lima waktu) adalah sholat malam“. (HR Imam Muslim)

Selain itu Rosululloh saw bersabda:

‎صَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ (رواه مسلم)

“Puasa hari ‘Asyuro’ (tanggal 10 Muharrom) itu menghapus dosa 1 tahun yang lalu”. (HR Imam Muslim).

Tentang keutamaan puasa ‘Asyura’, Sahabat Nabi saw, ‘Abdulloh Ibnu ‘Abbas ra menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rosulullah saw berpuasa pada satu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyuro’) dan tidak pada satu bulan selain bulan ini (maksudnya: adalah bulan Romadlon)”. (HR. Imam Bukhori)

Selain puasa ‘Asyuro’ dianjurkan agar juga berpuasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram ) atau sehari sesudahnya untuk membedakan apa yang dilakukan oleh Ahlul Kitab. Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa Tasu`a (pada 9 Muharram).” Tetapi Rasulullah saw wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba. (HR. Imam Muslim).

Amalan lain yang tidak kalah pentingnya dilakukan adalah memperbanyak bershadaqah dan mengusap kepala anak serta menyantuni anak-anak yatim. Beberapa amal sholeh yang bisa kita lakukan insya Allah mampu meningkatkan derajat ketaqwaan kita.

Mudah-mudahan berkat para Nabi dan Rosul, berkat wali-wali Allah, semoga kita semua pada hari ‘Asyuro ini kita semua diberi oleh Allah swt ampunan terhadap segala dosa dan kesalahan, kesembuhan dan terhindar dari segala penyakit, terutama pandemi Covid-19, pertolongan dari agresivitas negara asing, kemenangan dan kesuksesan dalam percaturan dunia, keselamatan dari berbagai musibah, ketenangan dalam menghadapi berbagai guncangan hidup dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Baca juga: Strategi Mengatasi Kecemasan Era Pandemi

(Visited 49 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 31 Agustus 2020
Close