Kisah Kenangan dengan Keluarga AR Baswedan

Saya diminta menjemputnya di rumah Pak Baswedan di Taman Yuwono, dengan naik BECAK.

Saya menjadi teringat di tahun 58an, ketika masih duduk di TK Aisyiyah Kotagede. Mampir ke rumah orang tua kami di Boharen Kotagede. Tiga orang tokoh, Dr Soekiman Wirjosandjojo, Abdul Kahar Mudzakkir yang kebetulan paman saya dan AR Baswedan, kakeknya Anies Baswedan. Pak Soekiman yang mantan Perdana Menteri RIS, dan Lik Abdul Kahar, keduanya memakai sarung, yang untuk sosok sekaliber keduanya amat sederhana. Hanya Pak AR Baswedan yang tampil dandy.

Dalam ingatan saya beliau adalah orang Arab yang tampan, langsing agak keputihan kulitnya. Waktu itu beliau memakai semacam topi koboi dari pandan. Saya oleh ayah diminta salaman dan kemudian masuk rumah. Entah apa yg dibicarakan, sebab mereka, cas cis cus, dalam bahasa Belanda.

Pak AR Baswedan waktu salaman, bilang ke saya: “Ini anak mungkin sebaya dengan Samhari”. Beberapa waktu kemudian, saya baru tahu kalau Samhari itu putera AR Baswedan. Saya ketemu lagi dengan pak AR Baswedan dan Samhari kalau tidak salah waktu diajak ayah silaturahmi di rumah ibu Aisyah Hilal Gerjen. Waktu itu Sam baru saja ikut main drama dengan sutradara Mohammad Diponegoro. Judulnya “Iblis” dan Sam bermain sebagai Ismail.

Tahun 1972, Pelajar Islam Indonesia cabang Kotagede, mengadakan acara ketemu dengan Samhari Baswedan yang waktu itu baru pulang dari Amerika mengikuti program AFS. Saya diminta menjemputnya di rumah Pak Baswedan di Taman Yuwono, dengan naik BECAK. Saya berdua naik becak bersama Samhari Baswedan dari Taman Yuwono ke Mushola Aisiyah Kotagede tempat pertemuan. Ngobrol segala macam di atas becak.

Saya tidak tahu, apakah Samhari Baswedan masih mengingat peristiwa itu. Saya juga ingat bahwa teman-teman PII waktu itu ada beberapa juga yang bersarung.

(Visited 194 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020