Kita adalah Pelalai, Namun …

Tidak ada jalan kecuali eling dan kembali patuh pada kaidah-kaidah yang digariskan olehNya, Allah SWT.

Now, asbab penemuan berbagai ilmu (rumus-rumus kehidupan) dan kemajuan teknologi menjadikan kehidupan serba mudah sekedar mencet perangkat aplikasi datanglah Gojek atawa Gocar bila hendak bepergian, lapar klik Gofood, curhat dan sebagainya tinggal call/video call dan lain sebagainya.

Kondisi yang serba mudah, nyaman dan nikmat, inilah yang menjadikan kita lalai, walau bukanlah suatu yang aneh, karena sekelas Nabi Sulaiman pun pernah terlalaikan keasyikan bermain main dengan kuda (saat ini mobil kira kira) kesayangannya hingga lupa sholat.

“Fazkuruni azkurkum wasykuru li wa la tak furun (karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah),” Al Baqarah 152.

Instrumen Covid-19

Covid-19 makhluk nano/mikro yang tak terpandang mata dikirim Sang Khalik ke bumi. Ancamannya yang menakutkan dan membingungkan bahkan dapat menjadikan kehidupan orang berakhir. Tak ayal Covid-19 memapar hampir seluruh elemen, Raja (Ratu Elizabet), PM, Pangeran, Presiden (Wk. Presiden Iran) Menteri, Bupati, Walikota dan masyarakat umum.

Melalui Covid-19, kita harus berterimakasih dan bersyukur terhadap Allah SWT, kita diingatkan, bahwa hidup dan semua kebutuhan hidup (makan, minum, rumah, kendaraan, udara dll) secara asali diperoleh dari bumiNya. Mahadahsatnya kekuasaan dan ketergantungan Kita pada Allah SWT very very full. Tidak ada jalan kecuali eling dan kembali patuh pada kaidah kaidah yang digariskan olehNya, Allah SWT.

Pasca Covid-19, In Shaa Allah (new normal), dasar kehidupan kita mutlak diawali dengan pengakuan pada kemahadahsatan kekuasaan Allah SWT. Dengan begitu mudah mudahan Allah SWT meneteskan Kemahadahsatannya pada Kita Bangsa Indonesia. Dalam kontek kebangkitan nasional seperti yang diminta oleh Bung Khamin untuk membuat tulisan ini adalah, National Revival sulit akan perwujudannya bila abai pada siapa sesungguhnya yang Maha Perkasa dan Maha Maha lainnya. Semoga kita menyadari sehingga revival terwujud dan mengangkat kita ke level pergaulan antar Bangsa, sebagai Global Player yang terhitung. (Aaf, Surakarta, menjelang Zuhur, 17/5/’20)

(Visited 86 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020