Ditulis oleh 2:08 pm KALAM

Ku Didik Anakku Agar Sholeh, Cerdas dan Bahagia

Beri mereka makanan yang terjamin gizi dan kehalalannya. Berikan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi keluarga. Setelah itu, bertawakalah untuk Allah swt.

Oleh: Ust. Syech Poer-Ji**)

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi…”
(Al-Qur’an: 28: 77)

Mendidik anak dengan 3 (tiga) kecerdasan: 1. Kecerdasan Spiritual; 2. Kecerdasan Intelektual; dan 3. Kecerdasan Emosional

Beberapa kiat yang perlu dilakukan dalam rangka mendidik anak adalah: 

Pertama, mendidik dengan sifat keteladanan. Sifat ini merupakan faktor terpenting dan utama.  Mengapa? Karena akan membekas pada diri anak. Sikap lemah lembut, kejujuran, tanggung jawab dan menghargai merupakan teladan yang harus diberikan orang tua. Jangan harap anak akan bersikap ramah kalau orang tuanya suka marah. Begitu pula, tidak mungkin anak rajin ke masjid jika orangtuanya sering terlambat atau bahkan meninggalkan sholat.

Kedua, mendidik dengan nasehat. Melalui nasehat akan membuka mata, hati dan pikiran anak akan kesadaran tentang hakikat sesuatu. Dalam memberi nasehat perlu dilakukan dengan ramah dan tepat.  Ramah dalam penyampaiannya dan tepat waktu. 

Ketiga, mendidik dengan perhatian penuh dan sayang pada hakikatnya setiap anak butuh perhatian dan kasih sayang orang tua. Persoalannya, ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan, maka menjadi terabaikan atau bahkan tak peduli sama sekali. Biasanya anak akan broken home dan akhirnya lari ke tempat atau lingkungan yang buruk.  Perhatian yang penuh dan sayang kepada anak merupakan keniscayaan.  

Keempat, dalam mengajarkan sesuatu perlu memperhatikan situasi kondisi yang tepat serta sesuai dengan kemampuan. Anak-anak bukan orang dewasa, mereka terkadang masih senang bermain. Butuh kesabaran ketika mengajarnya jangan sampai ketika mereka belum bisa, lantas orang tua memarahi. Sifat ini tentu tidak tepat di samping anak akan menjadi frustasi.  

Kelima, hendaklah orang tua bersikap adil dan tidak membeda-bedakan terhadap anak-anaknya. Tidak boleh dalam keluarga ada anak emas dan menganaktirikan yang lain.  Semua diperlakukan sama dan mendapat perhatian serta kasih sayang. Kalau orang tua pilih kasih timbul iri dengki dan bisa menimbulkan persaingan bahkan permusuhan. 

Keenam, berikan pendidikan yang mampu mengembangkan akal dan hati secara terpadu dan seimbang.  Tidak hanya akal (kecerdasan) yang diperhatikan tetapi juga kalbunya. Sehingga akan tumbuh anak yang cerdas dan sholeh, kaya dan tawadlu, rajin sholat dan pekerja keras.  

Ketujuh, tegakkan aturan di rumah dengan benar dan disiplin. Aturan sebaiknya  dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan seluruh anggota keluarga. Misalnya kapan boleh menonton televisi? Tayangan apa? Kapan waktunya belajar dsb.  Bila ada yang melanggar maka secara konsekuen diberi sanksi yang mendidik. Sanksi tidak hanya berlaku untuk anak tetapi juga orang tua sendiri. 

Kedelapan, orang tua, perlu mengetahui teman atau lingkungan, di mana anak bermain dan bergaul. Jangan sampai mereka berada di Lingkungan dan pergaulan yang buruk. Namun usahakan tidak kaku dan terlalu membatasi pergaulan mereka. 

Kesembilan, diberikan pujian (reward), ketika anak berhasil menunjukkan prestasi atau perilaku yang baik. Anak yang rajin sholat tidak salah diberi hadiah, prestasi belajarnya meningkat dibelikan sepeda/mainan yang sesuai keinginan. Sebaliknya, ketika anak melakukan kesalahan, perlu ditegur dan diberi nasehat secara bijak. Walau salah, anak tetap ingin dihargai dan dimaklumi kesalahannya, tidak lantas dimarahi secara berlebihan.

Kesepuluh, budayakan untuk gemar membaca.  Alangkah lebih menyenangkan di rumah ada perpustakaan keluarga sehingga semua orang termotivasi untuk senang membaca dan mengkaji ilmu pengetahuan.

Akhirnya, mulailah kedua orang tua, yaitu kita, memperbaiki diri. Lalu, hadirkan untuk anak Anda lingkungan terbaik dan hindarkan mereka dari lingkungan yang merusak. Beri mereka makanan yang terjamin gizi dan kehalalannya.  Berikan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi keluarga. Setelah itu, bertawakalah untuk Allah swt. Doakan selalu anak Anda dengan mebucapkan: Rabbii hablii min as-shaolihlin

*) Makalah disampaikan dalam acara PENGAJIAN Majelis Taklim Nusaibah Yayasan Abdurrahman Baswedan, Kamis 12 Maret 2020 
**) Sang Motivator

(Visited 57 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 13 Maret 2020
Close