Ditulis oleh 1:42 pm SAINS

Kutub Magnet Berpindah, Benarkah?

Medan magnet bumi diatur oleh aliran material di inti planet kita, dan tampaknya dua “gumpalan” magnet yang saling mengadu di sepanjang inti luar dan menarik magnet pada kutub utara.

Pada beberapa tahun terakhir, ilmuan mengatakan bahwa semakin terlihat jelas bahwa kutub utara magnetik Bumi telah bergerak menuju Rusia dengan gerak yang tergolong cepat. Apa penyebab peristiwa ini? Lalu adakah dampaknya terhadap bumi beserta isinya?

Tarik-menarik

Menurut laporan oleh Erick Mack dalam situs forbes, kini para peneliti percaya bahwa mereka telah mengidentifikasi kekuatan yang menyebabkan pergeseran kutub, yang memiliki implikasi terjadinya perubahan antara lain terhadap sistem navigasi dan pemetaan.

Medan magnet bumi diatur oleh aliran material di inti planet kita, dan tampaknya dua “gumpalan” magnet yang saling mengadu di sepanjang inti luar dan menarik magnet pada kutub utara. 

Satu potongan berada di bawah Kanada sementara yang lain berada di bawah Siberia. Dalam beberapa dekade terakhir, potongan Siberia telah mulai mengalahkan lawannya secara dramatis. Pertempuran skala planet inilah yang menyebabkan magnet kutub utara bermigrasi ke Rusia dengan cepat.

“Perubahan dalam pola aliran ini telah melemahkan potongan di bawah Kanada dan sedikit meningkatkan kekuatan potongan di bawah Siberia,” jelas Dr. Phil Livermore dari Universitas Leeds UK.

“Inilah penyebab Kutub Utara meninggalkan posisi bersejarahnya pada Artik Kanada dan melintasi Garis Waktu Internasional. Rusia Utara memenangkan ‘tarik tambang’ ini, dengan kata lain,” katanya kepada BBC News.

Pada pergantian abad ke-20, magnet kutub utara berada secara kuat di Artik Kanada. Dan menghabiskan satu abad berikutnya berkelok-kelok kira-kira sepuluh derajat ke utara, bergerak semakin dekat ke Kutub Utara yang sebenarnya.

Sekitar tahun 2001 gerakannya mulai meningkat, dan pada tahun 2019, magnet utara telah benar-benar bergerak ke utara, melintasi Garis Waktu Internasional dan mulai bergerak menuju ke selatan pada sisi lain dunia dan menuju Siberia.

Kutub Magnetik Tak Tetap

Dituliskan dalam BBC News, bumi memiliki tiga kutub di bagian atas planet ini. Kutup geografis yang merupakan tempat sumbu rotasi planet yang berpotongan dengan permukaan. Kutub geomagnetik adalah lokasi yang paling cocok dengan dipole klasik (posisinya sedikit berubah). Dan kemudian ada Kutub Magnetik Utara, yang merupakan tempat garis medan tegak lurus terhadap permukaan. Kutub ketiga inilah yang telah melakukan semua pergerakan.

Ketika pertama kali diidentifikasi oleh penjelajah James Clark Ross pada tahun 1830-an, kutub tersebut berada di wilayah Nunavut Kanada. Pada saat itu, kutup tidak berpindah terlalu jauh, dan tidak pada kecepatan tinggi. Tetapi pada tahun 1990-an, kutub tersebut pergi, dan bergerak cepat menuju garis lintang yang lebih tinggi dan melintasi garis waktu pada akhir 2017. Dalam prosesnya, kutub ini mencapai hanya beberapa ratus kilometer dari kutub geografis.

Menggunakan data dari satelit yang telah mengukur bentuk medan magnet Bumi yang berevolusi selama 20 tahun terakhir, Dr Livermore dan ilmuan lainnya telah mencoba membuat model pengembaraan Kutub Magnetik Utara.

Mereka menyampaikan bahwa kemungkinan terdapat hubungan dengan percepatan pancaran material cair di inti luar sebelah barat. “Pancaran tersebut terkait dengan garis lintang utara yang cukup tinggi dan perubahan aliran di inti luar yang bertanggung jawab atas perubahan posisi kutub sebenarnya berada lebih jauh ke selatan,” kata Dr. Livermore. Dia juga menyampaikan terdapat permasalahan waktu. Akselerasi pancaran terjadi sekitar tahun 2000 sedangkan percepatan kutub dimulai sekitar tahun 1990.

Pemodelan terbaru para ilmuan menunjukkan bahwa kutub akan terus bergerak ke arah Rusia tetapi pada akhirya akan melambat. Dengan kecepatan tertinggi, pergerakannya telah mencapai 50-60 km per tahun. Livermore juga penyampaikan bahwa apakah kutub tersebut akan bergerak kembali atau tidak di masa depan merupakan sebuah pertanyaan tanpa jawaban. Pergerakan cepat kutub baru-baru ini di seluruh dunia mendorong Pusat Data Geofisika Nasional AS dan Survei Geologi Inggris untuk mengeluarkan pembaruan awal untuk Model Magnetik Dunia tahun lalu. Model ini merupakan representasi medan magnet di seluruh dunia dan dimasukkan pada semua perangkat navigasi, termasuk smartphone modern, untuk memperbaiki kesalahan pada kompas lokal. 

(Visited 63 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 1 Juni 2020
Close