Lahan Sempit Jadi Duit

Selain mendatangkan pemasukan finansial, lahan sempit rumah kita juga terlihat hidup dan tak kosong.

Banyak orang tidak menyadari jika lahan sempit yang berada di sekitar rumah bisa menghasilkan dan bahkan menguntungkan untuk kita. Biasanya kebanyakan masyarakat membiarkan begitu saja lahan sempit yang ada di sekitar rumah. Padahal jika dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau buah-buahan dapat menambah pemasukan dan membantu kebutuhan sehari- hari.

Orang-rang beranggapan bahwa membudidayakan tanaman harus memiliki lahan yang luas, mereka salah besar. Padahal lahan sempit bisa digunakan untuk membudidayakan tanaman tentunya dengan metode-metode yang mendukung dan juga tanaman yang cocok untuk pertanian lahan sempit. Contohnya, metode tabulampot, hidroponik, vertikultur dan aeroponik.Berikut sedikit penjelasan mengenai metode-metode tersebut:

  • Budidaya tanaman dengan metode tabulampot (tanaman buah dalam pot). Ini tentunya sudah tidak asing lagi dan sudah sering digunakan untuk berkebun di rumah. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Oleh karena itu, media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

  • Budidaya tanaman secara hidroponik. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “hydro” yang berarti air, hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanam. Untuk menggantikan nutrisi dari tanah, air yang digunakan dalam budidaya tanaman diberi unsur hara yang berisi unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman.

  • Bercocok tanam dengan metode vertikultur. Metode bercocok tanam yang paling tepat bagi toppers yang memiliki pekarangan rumah yang sangat sempit dan terbatas. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata dasar “vertikal”, budidaya tanaman dengan metode ini memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.

  • Mengembangkan tanaman dengan metode aeroponik. Berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik merupakan cara bercocok tanam yang memanfaatkan udara sebagai media tanam utama dengan akar yang hanya menggantung di udara, tanpa menggunakan tanah seperti kebanyakan teknik lainnya. Nutrisi berupa air yang berisi larutan hara untuk perkembangan tanaman disemprotkan langsung pada akar tanaman. Akar tanaman yang dikembangkan dengan metode ini akan menyerap nutrisi dari larutan hara dan mengalirkannya ke bagian tanaman lainnya

Metode apapun yang hendak kamu pilih, pastikan menggunakan bibit tanaman yang berkualitas dan cocok dengan lingkungan hidupnya agar perkembangannya optimal. Selain mudah, ada banyak jenis yang bisa dipilih dan sesuai dengan kondisi lahan maupun rumah kita. Selain mendatangkan pemasukan finansial, lahan sempit rumah kita juga terlihat hidup dan tak kosong.

(Visited 92 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020