Lebih Mirip Siapakah Kamu? Ayah atau Ibu?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Mitokondria juga memiliki kumpulan DNA sendiri, dan kita mewarisinya hanya dari ibu kita. Hal ini merupakan contoh yang jelas bahwa kita lebih mirip dengan ibu kita daripada dengan ayah kita.

Seringkah mendengar kalimat “Oh, dia mirip sekali dengan ayahnya” atau “Wah, persis ibunya ya”. Seiring dengan tumbuh kembang seorang anak, sering kali kita akan mencari kesamaan antar sang anak dan orang tua mereka. Apakah yang menyebabkan kesamaan ini? Secara genetik siapakah di antara orang tua kita yang lebih berkontribusi pada kesamaan yang kita miliki dengan mereka?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tergantung dari apakah yang ditanyakan adalah jumlah total gen yang diwariskan dari ayah atau ibu, atau gen manakah yang lebih banyak. Namun menurut ilmuwan, jawabannya belum tentu 50/50. Sebagai contoh, banyak yang tahu bahwa gen yang ada pada untaian DNA dikemas menjadi 23 kromosom berbentuk X atau Y. Autosom tersebut ditempatkan di dalam inti sel, dan DNA yang dikandungnya berasal dari kedua orang tua kita.

Namun sel tersebut sebenarnya mengandung satu kromosom lain, yang bersembunyi di dalam mitokondria. Menurut sebuah review yang dipublikasikan pada tahun 2011 di jurnal Physiological Genomes, mitokondria, atau “powerhouse” dari sel, menghasilkan energi bagi sel dan memiliki peran yang penting dalam melakukan olahraga dan juga dalam penuaan. Mitokondria juga memiliki kumpulan DNA sendiri, dan kita mewarisinya hanya dari ibu kita. Hal ini merupakan contoh yang jelas bahwa kita lebih mirip dengan ibu kita daripada dengan ayah kita.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa DNA mitokondria kita, dengan kata lain ibu kita, memiliki peran penting dalam ketahanan dan kemampuan atletik kita. Sebagai contoh, ilmuwan dari Spanyol dan Israel melihat satu gen mitokondria, yang dikaitkan dengan jumlah sel oksigen yang dapat kita gunakan selama berolahraga.

Dalam studi tersebut, mereka menemukan bahwa varian dari gen yang terkait dengan kebugaran yang lebih rendah jarang ditemukan pada para pengendara sepeda dan pelari elit bila dibandingkan dengan populasi umum. Hasil ini telah dikonfirmasi dalam studi lanjutan. Serangkaian penelitian tersebut menunjukkan pentingnya ibu dalam mewarisi gen ini dan gen lainnya. Mereka menemukan bahwa kapasitas seorang ibu untuk berolahraga sendiri dapat memprediksi kapasitas anaknya untuk berolahraga secara lebih baik, daripada ketika ayahnya juga diperhitungkan.

Sehingga sekarang pertanyaannya bukan orang tua mana yang menyumbang lebih banyak gen, tapi gen orang tua mana yang lebih berperan. Sebagian besar perbedaan di tingkat permukaan yang kita lihat di antara orang-orang bukan karena gen itu sendiri, namun karena serangkaian “sakelar” kimiawi yang berada di atas DNA kita dan memberi tahu tubuh kita bagian mana yang harus dibaca dan diterjemahkan menjadi protein dan mana yang harus diabaikan. Ilmuwan mengatakan bahwa terdapat tingkat variasi genetik di antara orang-orang yang bukan hanya urutan gen.

Dalam suatu fenomena yang disebut imprinting, sakelar tersebut sepenuhnya mematikan gen tertentu, namun hanya hanya jika mereka berasal dari induk tertentu. Pola-pola tersebut bertahan melalui lintas generasi. Sebagai contoh, jika gen ‘A’ imprinted secara paternal, maka akan selalu berhasil jika berasal dari ibu, namun tidak akan berhasil jika berasal dari ayah. Sebagian besar penelitian menunjukkan terdapat antara 100 dan 200 gen yang tercetak di dalam tubuh, akan tetapi beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mungkin terdapat lebih banyak. Gen-gen tersebut sangat penting di otak dan plasenta.

Terdapat beberapa ketidaksepakatan mengenai apakah imprinting bias ekspresi gen terhadap satu orang tua atau yang lain. Bukti menunjukkan bahwa terdapat jumlah yang sama dari gen yang imprinted dari paternal dan maternal. Namun terdapat yang mengatakan bahwa imprinting dapat memengaruhi ciri-ciri tertentu, mulai dari ukuran tubuh hingga tidur dan ingatan. Namun, oleh karena imprintingn terjadi pada gen yang relatif sedikit dan gen tersebut kemungkinan seimbang antara orang tua, imprinting tidak akan menentukan apakah seseorang memiliki kemiripan dengan ibu ayah atau ibu mereka.  

Namun terdapat juga penelitian pada tikus yang menunjukkan bahwa mungkin terdapat beberapa ketidakseimbangan yang menguntungkan ayah dalam hal ini. Sebuah studi terdahulu dalam jurnal Nature Genetics menemukan bahwa gen yang imprinted 1,5 kali lebih mungkin untuk diam di pihak ibu dan aktif di pihak ayah.

Studi sebelumnya yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE juga menunjukkan hasil yang serupa. Di otak, sebagian besar gen yang imprinted aktif saat berasal dari ayah. Hal sebaliknya terjadi pada plasenta. Akan tetapi hal tersebut tidak memiliki bukti, atau setidaknya belum, bahwa ketidakseimbangan tersebut terjadi pada manusia.

Akan tetapi, bahkan jika gen yang dicetak bias ekspresi gen dari satu orang tua ke orang tua lainnya, hal tersebut tidak akan membuat seseorang lebih mirip dengan orang tua mereka. Mungkin saja bahwa ekspresi gen seseorang adalah berkat orang tua mereka, namun hal itu buka berarti mirip atau bahkan sama dengan orang tua mereka.

Sumber:
Situs livescience

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti