Ditulis oleh 9:16 am COVID-19

Lindungi Diri, Lindungi Sesama

Pada kondisi saat ini, penting memperhatikan edukasi terkait Covid-19.

Oleh: Dewi Sri Hidayati

Pandemi Covid-19 adalah tanggung jawab bersama. Hingga 18 April 2020, pemerintah merilis data melalui akun resmi tim penanggungan covid-19 bahwa sekitar 5.923 terkonfirmasi, 4.796 perawatan, sembuh 607, dan meninggal 520. Data ini mengingatkan pada keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang secara resmi pada 11 Maret 2020 menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi. Artinya, penyebaran virus covid-19 sudah masiv, terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global.

Membaca data perkembangan data di Indonesia yang terus naik, satu pekerjaan bersama adalah gotong-royong mengatasi pandemi covid-19. Saatnya, melaksanakan sila ketiga pancasila, yaitu persatuan Indonesia. Ketika masa penjajahan mengatasi kolonialisme, saat ini bahu-membahu mengatasi virusisme. Lalu, apa kuncinya?

Salah satu kunci mengatasi Covid-19 adalah melaksanakan aksi yang tepat. Peraturan Pemerintah bernomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah salah satu ikhtiar. Untuk daerah yang sudah melaksanakan PSBB, semoga bisa menangani kasus covid dengan segera.

Sebelum PSBB, kita memahami pemerintah bersama masyarakat melaksanakan sejumlah langkag. Misalnya, kebijakan social distancing kepada masyarakat diharapkan akan meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai masyarakat. Pertama, mengetahui informasi yang benar dan jangan terperangkap dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan. Kedua, tetap di rumah dan pahami cara mengurangi risiko Covid-19 dan hal yang perlu dilakukan jika orang tersayangi terkena Covid-19.

Ketiga, mendukung komunitas. Sebarkan informasi atau link penting melalui Facebook, Instagram, Twitter dan Whatsapp. Bila Anda seorang pengusaha, tokoh masyarakat, LSM atau petugas kantor pemerintahan, print materi dan tempelkan di tempat-tempat umum.

Pada kondisi saat ini, penting memperhatikan edukasi terkait Covid-19. Misalnya terkait dengan masker. Gunakan masker hanya ketika batuk atau bersin, pun ketika di tempat umum. Sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir juga penting dilakukan masyarakat.

Pada era digital ini pun bersilewaran hoax, misalnya bawang putih bisa menyembuhkan Covid-19. Informasi tersebut perlu dicros cek, bahwa bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari Covid-19.

Pada keterbatasan terkait dengan alat perlindungan diri, kita bisa patungan. Semua yang dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi Covid-19. Mari berempati dengan keluarga yang terdampak, yang tidak bisa makan karena penghasilannya terbatas.

Ketika ada tetangga yang terpapar atau positif Covid-19, beri semangat untuk optimis sembuh. Semoga tidak bertambah insiden penolakan jenazah. Semua prosedur dilakukan untuk melindungi sesama, tapi yakinlah, jangan sampai nilai kemanusiaan hilang karena covid-19.

Kembali pada melindungi diri sendiri, melindungi sesama. Ketika kita menyadari perlindungan diri akan memberikan dampak, mari lakukan upaya untuk meningkatkan imun tubuh. Kita mengingat perjuangan para pahlawan dari tenaga medis. Dulu pada masa penjajahan, tenaga medis mensuport pasukan TNI, sekarang sebaliknya, yang di garda depan para tenaga medis. Mari berempati pada tenaga medis, mari berempati dengan sesama, mari lindungi diri.

Penulis: Kepala Asrama Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman, Yogyakarta        


Dulu pada masa penjajahan, tenaga medis mensuport pasukan TNI, sekarang sebaliknya, yang di garda depan para tenaga medis.


                   

(Visited 204 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 21 April 2020
Close