Ditulis oleh 8:07 am KALAM

Lumbung Pangan Permakultur

Membahas permakultur adalah upaya memperjuangkan bersatunya ideologi pertanian organik, desain ruang zonasi, eco-preneurship dan pemanfaatan energi yang berkelanjutan.

“Bekerjalah dengan alam, bukan melawannya,” Bill Mollison

Permaculture atau permanent agriculture adalah pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus, dan permanen. Semangatnya tentu sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Permakultur lahir dari gagasan kesadaran untuk mengikuti ritme alam. Sebagaimana contoh Bumi Langit Institute yang mengembangkan Permakultur di Imogiri Jogjakarta, konsep pertanian terpadu dibagi pada lima zonasi. Sayuran, hewan, tanaman pangan, pohon tahunan, dan hutan. Semua terintegrasi dan saling berkait kelindan untuk menopang ritme alaminya. Iskandar Waworuntu percaya mencangkul adalah pengingkaran terhadap tanah, asal tidak diinjak, bedengan-bedengan tanah di sekitar pekarangan rumah itu mampu secara alami menyuburkan dirinya sendiri. Oksigen, mikroba dan unsur hara di dalam tanah akan saling mengurai secara alami. Tapi untuk pertanian zona yang lebih luas tentu hal ini sulit diterapkan.

“Apa yang kita ambil, harus kita kembalikan”, dan “alam membutuhkan pengembalian dari apa yang sudah diterima manusia”, ini adalah kode etik dalam permakultur. Bukan hanya mengembalikan rantai makanan, Permakultur juga menangkap energi secara maksimal baik dari matahari, air, biogas, listrik, sampai limbah sabun yang disaring secara alam sampai menjadi air layak pakai.

Lumbung Pangan RT

Jika dalam satu wilayah RT ada 40 Kepala Keluarga (KK), dan setiap KK menanam beragam jenis tanaman sayuran, dalam beberapa bulan ke depan akan ada lumbung sayuran. Dalam data tanaman zona 1 kita bisa menanam 50 jenis tanaman pangan sehari-hari, jika 1 KK diwajibkan menanam oleh ketua RT 10 jenis yang berbeda maka surplus ini akan menjadi lumbung yang dapat dikonversi menjadi putaran barter atau di jual ke wilayah lain yang membutuhkan.

Di Pasar Yosomulyo Pelangi hal ini sudah kami praktikan dalam gotong royong sayuran organik. Tapi ini baru Zona 1. Tentu yang paling sulit adalah menyediakan zona 5 yaitu hutan, kenapa hutan di sanalah keanekaragaman tumbuhan dirawat, hutan dapat mengembalikan nuansa alami dengan menjaga kemanfaatan air, oksigen, predator alami (lebah), obat, dan bagian terluar ini akan melindungi zona 1-4.

Membahas permakultur adalah upaya memperjuangkan bersatunya ideologi pertanian organik, desain ruang zonasi, eco-preneurship dan pemanfaatan energi yang berkelanjutan. Apakah bisa upaya dalam 1 wilayah RT akan menciptakan lumbung pangan? Tentu ini bukan hal sederhana yang didiskusikan secara online atau ditulis tanpa ada roadmap gerakan. Tantangan utama adalah kesadaran bahwa menanam adalah wajib bagi manusia disemua wilayah desa atau kota.

Jika melihat Bumi Langit Institute dan percontohan di wilayah lain, kita membutuhkan ruang, frekuensi yang sama, dan pemahaman yang lebih dalam. Bahwa pandemik ini meluluh lantakkan kejayaan teknologi pertanian yang destruktif dan rentan karena meninggalkan solidaritas pangan rakyat. Petani yang digebuki oleh kekuasaan yang menindas, ruang pertanian yang diserobot oleh pembangunanisme sampai pada masuknya investasi asing pada pupuk-pupuk kimia yang merusak ekosistem tanah pertanian.

Apakah hanya sampai pada zonasi 1? Gagasan selanjutnya adalah integrasi zonasi 2, seperti budidaya ikan, dimana airnya baik untuk menyiram sayuran, kotoran hewan untuk pupuk dan biogas, hewan menghasilkan susu, bahkan sampai pada energi listrik yang ditangkap dari bermacam sumber biogas atau matahari. Upaya ini tidak bisa dilakukan oleh 1 KK, praktik ini lebih mudah dilakukan atas kerjasama antar keluarga. Di sinilah pentingnya dalam satu RT ada roadmap membuat peta penyatuan atau integrasi potensi yang ada. Jika warga ada yang memelihara sapi, kambing, ayam, ikan di kolam, semua ini adalah siklus yang harus dipertemukan dengan zona 1 tanaman sayuran warga.

Jadi jika dirasa sulit menerjemahkan gagasan pertanian pada skala besar, musim pandemik ini harus ada roadmap wilayah pada tingkat RT untuk mempelajari gagasan permakultur pada zona 1. Permakultur punya semangat yang sama dengan ekonomi biru Gunter Pauli, dimana ekonomi punya tanggungjawab pada zero waste. Lalu dimana letak kebaruan gagasan ini? Mari kita pelajari dan praktikan!

(Visited 120 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 30 Mei 2020
Close