Majelis Kamisan: Tuntunan Tentang Akhlak Yang Mulia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Bersama: Ustad Hasanudin Umar

Yayasan Abdurrahman Baswedan menyelenggarakan Kajian Majelis Kamisan dengan tema Penjelasan Hadis-hadis makarimul Akhlak, bersama Ustadz A. Hasanuddin Umar, M.Hum, pada Kamis, 29 Agustus 2019, sore di Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan. Berikut merupakan poin-poin penting yang disampaikan Ustad Hasanuddin Umar dalam pengajiannya.

Banyak hadits Rasulullah yang menjadi rujukan tentang akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain:
–Yang terbaik di antaramu adalah yang terhadap istrimu
–Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaat bagi sesama. 
–Yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya
–Yang terbaik di antaramu adalah yang berbuat baik terhadap tetangga
— Dan lain-lain.

Di antara semua perbuatan yang mulia,  ada dua di antaranya yang dipandang penting.  Yakni,  al birr washila.  Perbuatan baik dan silaturahmi.

Jangkauan Silaturahmi

Bisa dengan lingkungan internal,  bisa juga demgan lingkungan eksternal. Di lingkungan internal,  misalnya saja komunitas se-kakek nenek,  sebuyut,  dan lain-lain.  Sulit diterima jika kita berhubungan baik dengan tetangga, dekat maupun jauh,  tetapi hubungan dengan paman dan bibi malah tidak mulus. Begitu seterusnya.

Wujud Silaturahmi

Banyak yang tidak paham,  bagaimana cara mewujudkan silaturahmi. Tidak sekadar beranjang sana, atau tidak sekadar berkunjung,  tidak sekadar mudik. Tetapi memenuhi kebutuhan hidupnya.  Contoh,  ketika ada kerabat mengalami sakit,  maka kita harus memikirkan caranya berobat dan pembiayaannya. Ketika ada kerabat yang mengalami kesulitan bayar sekolah,  maka galang dana,  atau carikan beasiswa.  Ketika ada kerabat kesulitan mendapatkan padangan hidup,  padahal sudah berumur,  maka carikan jodoh.  Penuhi kebutuhan sesuai kondisi.  Masih menganggur,  carikan pekerjaan,  dan sebagainya.

Keturunan Berakhlak Mulia

Bagaimana jika kita aktif di lingkungan sosial,  tetapi anak keturunan kita akhlaknya belum memenuhi harapan?  Nabi mengajarkan agar kita mengiringi anak cucu kita dengan doa khusus.

Allahumnahdi dzuriyati
Li akhsanil akhlaki
Wala yahdi ilaiha
Illa antara

Wasrif ‘anhum
Syayiaha
Wala yasrif syayiaha
Illa anta

Ya Allah, tunjukkanlah anak-anakku
Menuju akhlak yang baik
Tidak ada yang bissa menunjukinya kecuali Engkau

Dan jauhkan anak-anakku
Dari Akhlak yang buruk
Tak ada yang bisa menjauhkannya
Kecuali Engkau

Waktu Mustajab

Supaya doa didengar Allah,  dan cepat dikabulkan,  sebaiknya gunakan waktu-waktu mustajab. Waktu mustajab itu,  antara lain:

–Setelah tasyahud ahir,  dan menjelang salam.  Hal ini bisa dilakukan pada setiap kali menjelang selesai sholat fardhu.
–Pada setiap kali sujud terakhir.  Baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnat.

Wahyudi

Wahyudi

Terbaru

Ikuti